Pasar Malam di Buaran Indah Langgar Prokes

Pengunjung pasar malem yang berlokasi di Komplek Kehakiman, Kelurahan Buaran Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, membludak, Selasa (4/5/2021).

FORWAT, KOTA TANGERANG – Pasar malam yang berlokasi di komplek kehakiman, Kelurahan Buaran Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, langgar protokol kesehatan (prokes), Selasa (4/5/2021). Banyak ditemui pedagang dan pembeli yang melakukan transaksi jual beli tanpa memperhatikan protokol kesehatan.

Untuk diketahui, sata ini Pemerintah Kota Tangerang sedang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat skala mikro.

Salah satu warga Buaran Indah, Dani, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pasar malem buka setiap hari Selasa malam. Meski sempat lama tutup, pasar dadakan ini kembali dibuka.

“Kemaren sempat tutup saat didatangi lurah, tapi sudah dua minggu ini buka lagi,” ujarnya.Lanjut Dani, petugas Keamanan dan Ketertiban (Tramtib) Kecamatan Tangerang kerap mendatangi lokasi tersebut dan menegur para pedagang hingga koordinatornya. Namun, upaya petugas penegakan Perda dan Perwal Kota Tangerang itu percuma.

“Kecamatan kerap menegur koordinator pasar. Tapi sebatas teguran, belum pernah ada tindakan tegas yang dilakukan oleh pihak Kecamatan. Jadi percuma kalau petugas cuma datang dan melihat, seperti hanya menggugurkan kewajibannya saja selaku bawahan yang diintruksikan oleh pimpinan untuk mengecek ke lokasi pasar,” tegasnya.

Ia menambahkan, dirinya juga menyesali aparatur Kelurahan Buaran Indah yang semestinya terus melakukan pengawasan dan menegakan aturan yang tertuang pada PPKM skala mikro.

“Lurah kan satgas covid, harusnya dia tegas dalam hal ini,” pungkasnya.(angga)

Soal Aturan Toko Modern, Pemkot Tangerang Dinilai Lemah

Salah satu bangunan minimarket di Jalan KH. Hasyim Ashari, Kelurahan Pinang, Kecamatan Pinang.

FORWAT, KOTA TANGERANG – Menjamurnya minimarket atau toko modern di Kota Tangerang seolah terabaikan. Meski diduga belum mengantongi izin usaha toko modern (IUTM) tidak ada tindakan nyata dari Pemkot Tangerang terkait pengawasan dan pengendalian toko modern tersebut.

Keberadaan minimarket di Kota Tangerang itu ternyata tidak dibarengi kepatuhan perizinan. Banyak minimarket yang tidak memiliki izin usaha.

Seperti bangunan minimarket Indomaret yang berada di Jalan KH.Hasyim Ashari, Kelurahan Pinang, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

Bangunan yang baru beroperasi itu diduga belum mengantongi IUTM yang menjadi syarat izin mendirikan bangunan (IMB).

Regulasi itu diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 70/M-DAG/PER/12/2013 tentang Pedoman dan Penataan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.

Terkait hal tersebut, Kasatpol PP Kota Ta gerang, Agus Hendra mengatakan, sebelum melakukan penindakan, terlebih dahulu, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait. Untuk selanjutnya akan dilakukan pengecekan ke Lapangan.

” Sebelum melaksanakan penertiban, kita rencananya mau melakukan koordinasi dulu demgan SKPD terkait,” katanya, Selasa (10/3/2020).

Ditanya soal regulasi, menurut mantan Camat Tangerang itu, pihaknya akan melakukan korscek dokumen yang harus dimiliki oleh pelaku usaha tersebut.

“Kemudian baru kita melakukan penyelidikan di lapangan. Termasuk klarifikasi masalah perijinannya,” ujarnya.

Hal yang sama juga dikatakan, Ketua DPRD Kota Tangerang, Gatot Wibowo menurut dia, pihaknya akan melakukan kroscek terkait regulasi terkait penataan toko modern di Kota Tangerang. Sebelumnya diketahui aturan tersebut sempat masuk dalam pembahasan rancangan peraturan daerah (Raperda) di DPRD Kota Tangerang

“Kita cari tahu dulu apakah aturan itu sudah masuk atau belum dalam pembahasan Perda,” pungkasnya.

Sementara Pengiat Sosial, Saipul Basri mengatakan, bahwa menjamur kegiatan usaha minimarket di Kota Tangerang sudah berlangsung lama. Ironinya belum ada tindakan tegas terkait pengawasan dan pengendalian toko modern itu.

“Harus ada regulasi yang jelas di Kota Tangerang. Seperti yang diberlakukan di daerah lain, contohnya di Kabupaten Tangerang. Aturan itu kan untuk membatasi maraknya toko modern, apalagi menyangkut kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat sekitar,” pungkas pria yang aktif mengkritisi kebijakan pemerintah. (lla)