Juru Parkir Tarif 50 Ribu Diciduk Polsek Karawaci

Seorang juru parkir, berinisial SMS diciduk Polsek Karawaci usai meminta tarif 50 ribu ke pengendara dan viral, Rabu (10/11/2021).

FORWAT, KOTA TANGERANG – Polsek Karawaci berhasil mengamankan juru parkir berinisial SMS (58), yang diduga melakukan pungutan liar (Pungli) kepada supir truk angkutan barang tengah beraktivitas di kawasan industri Benua Indah, Jalan M Toha Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang yang viral di media sosial (medsos).

Dalam unggahannya, sang supir diminta uang sebesar 50 ribu rupiah dengan alasan uang parkir wilayah.

Kapolsek Karawaci Kompol Bagin Efrata Barus mengatakan, pasca viral di medsos pihaknya langsung bergerak memerintahkan jajarannya mencari informasi keberadaan sang juru parkir.

“Kurang dari 7 jam, kami melalui unit Buser berhasil mengamankan pria tersebut di rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian. Kemudian dibawa ke polsek untuk dimintai keterangan,” ujarnya, Rabu (10/11/2021) malam.

Saat diamankan pihaknya mendapati kwitansi dengan nominal bervariasi mulai dari 5 ribu, 10 ribu, 20 ribu dan 30 ribu rupiah.

Bagin menjelaskan bahwa, terduga tersangka saat ini masih dilakukan pemeriksaan oleh penyidik untuk dimintai keterangan sekaligus mencari informasi keterlibatan pihak lain dalam aksi pungutan liar tersebut.

“jika terbukti melakukan pemerasan akan kami kenakan pasal 368 KUHP tentang Pemerasan dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara,” tukasnya. (ngga)

Oknum Pegawai BPBD Kota Tangerang Diamankan Polisi

Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Burhanuddin.

FORWAT, KOTA TANGERANG – Terkait oknum pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang berinisial DR berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) tersandung kasus hukum dibenarkan Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota AKBP Burhanuddin.

“Benar mas, saat ini DR sudah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan untuk di mintai keterangan di Mapolres,” ujar Burhanuddin saat di konfirmasi,Jum’at (19/6/2020) pagi.

DR yang merupakan staff Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) BPBD Kota Tangerang itu diamankan atas dugaan kasus penipuan uang pungutan liar terhadap puluhan calon pegawai Tenaga Harian Lepas (THL).

“DR diamankan atas laporan 3 orang korban yang dijanjikan akan bekerja di BPBD Kota Tangerang dengan nilai kerugian Rp 80 juta,” Jelasnya.

Lebih jauh ia mengatakan, korban dari oknum DR sudah puluhan orang lantaran aksi penipuan dengan iming-iming dijanjikan akan bekerja sebagai pegawai THL dan sudah berjalan kurang lebih 2 tahun.

“Korban sudah puluhan orang dan disinyalir sudah meraup keuntungan dari modus iming-iming bisa memasukkan menjadi pegawai THL tersebut sudah ratusan juta rupiah,” beber Burhanuddin.

Sementara untuk mempertanggungjawabkan perbuataanya, oknum DR dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara.(frwt)

Diduga Oknum DLH Jual Beli Pekerjaan Kebersihan Jalan

Ilustrasi/Net.

FORWAT, KOTA TANGERANG – Diduga oknum dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang melakukan jual beli pekerjaan kebersihan jalan dan jual jalur sebagai penyapu pemberaihan jalan di Kota Tangerang.

Hal tersebut terkuak saat oknum koodinator berinisial DD mengembalikan uang titipan di dalam lamaran kerja senilai Rp. 3 juta rupiah terhadap calon pekerja kebersihan penyapu jalan yang berinisial SR pada Kamis 23 Januari 2020 lalu.

SR Warga Sintanala Kecamatan Neglasari Kota Tangerang, Senin (03/02/2020) kepada wartawan membenarkan, uang yang diberikan kepada DD untuk membantu penerimaan kerja kebersihan di DLHK Kota Tangerang sudah dikembalikan, pekerjaan kebersihan tersebut untuk melanjutkan yang sebelumnya pekerjaan tersebut di kerjakan oleh suaminya yang kini tersandung hukum.

“Oknum DD sebelumnya akan memberikan pekerjaan kebersihan tersebut kepada saya, namun sampai sekarang pekerjaan tersebut belum di terima,” ujarnya.

Lebih jauh SR mengemukakan bahwa, saat uang tersebut dikembalikan oknum DD terlihat kesal dan mengatakan gara-gara dirinya membuat sulit pekerja lainnya untuk bekerja. “Sekarang jadi susah, aturan dengan pake uang mudah sekarang gara – gara ibu jadi susah,” ucap SR menirukan perkataan DD.

SR juga mengatakan, permainan jual beli pekerjaan kebersihan di DLH Kota Tangerang diduga banyak terjadi, namun para pekerja kebersihan jalan tidak mau angkat bicara karena telah bekerja disana dan butuh pekerjaan.

“Saya juga di iming-iming oknum DD untuk bekerja membersihkan di wilayah barat persianya di jalan M 1 Bandara Soekarno-Hatta yang jelas-jelas wilayah tersebut bukan kewenanganya. Masa saya suruh bayarin jalur orang bang kan kalau jual-jalur itu seharga 15-25 juta, itu alasanya saya memberikan uang 3 juta kepada DD untuk melanjutkan pekerjaan suami saya yang berhenti, karena tersangkut hukum,” ucapnya.

Sementara, Kabid Kebersihan DLH Kota Tangerang Buceu membenarkan, adanya pemberian uang tersebut yang di berikan SR kepada DD. Pemberian uang tersebut tidak dasar permintaan DD itupun sudah dikembalikan kepada SR oleh DD.

“Dalam aturan penerimaan kerja kebersihan di DLHK Kota Tangerang mengutamakan keluarga pekerja untuk melanjutkan pekerjaannya. Seperti suami SR merupakan pekerja lanjutan dari orang tuanya yang sebelumnya bekerja sebagai kebersihan jalan, jadi tidak ada alasan untuk memberikan tip untuk melanjutkan pekerjaan bagi ahli warisnya,” tegasnya.

Saat ditanya adanya dugaan jual beli jalur Buceu menjelaskan, kalau permasalahan jalur kewenanganya ada di Kabid Kebersihan DLHK Kota Tangerang bukan di DD.

“Jadi saya pastikan jual beli jalur tidak ada karena yang punya kebijakan masalah jalur ada di saya, terkait penawaran tersebut saya tidak mengetahui dan akan saya cek kebenaranya,” terangnya.(angga)