Niat Beli Gas Elpiji, Rizky Diminta Bebersih Sampah di Wilayah Kelurahan Bojong Jaya

 

Lurah Bojong Jaya, Ade Rudianto saat melakukan Operasi Aman Bersama (OAB) di RW 01, Kelurahan Bojong Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Senin (8/2/2021).

FORWAT, KOTA TANGERANG – Rizky (18), pria kelahiran Purwakarta diminta menyapu sampah yang berada di wilayah RW 01, Kelurahan Bojong Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, oleh Satgas Covid 19 Kelurahan Bojong Jaya saat melaksanakan Operasi Aman Bersama (OAB), Senin (8/2/2021) sore.

Anak Baru Gede (ABG) ini diberikan sanksi sosial oleh Satgas Covid-19 lantaran diketahui tidak menggunakan masker saat berkendara atau keluar rumah.

“Masker saya tadi ketinggalan. Saya buru-buru cari gas elpiji soalnya dirumah kehabisan gas. Eh gataunya disini disuruh nyapu dulu sama tim Satgas Covid 19 dari Kelurahan Bojong Jaya,” singkatnya.

Sementara itu, Lurah Bojong Jaya, Ade Rudianto saat ditemui di lokasi OAB menegaskan bahwa akan menindak para pelanggar protokol kesehatan, apapun alasannya.

“Mau alasan lupa, ketinggalan dirumah, atau apapun itu, jika tidak pakai masker di luar rumah akan tetap kami tindak. Kita akan berikan sanksi sosial hingga sanksi administrasi,” ujarnya.

Lurah menambahkan, dari beberapa pelanggar yang ditemui di wilayah RW 01, bukan merupakan warga Karawaci, melainkan luar wilayah Kelurahan Bojong Jaya.

“Jalan ini merupakan jalan alternatif dari Karawaci ke wilayah Tangerang Kota, sehingga jalan kampung ini sering dilewati pengendara roda dua maupun roda empat untuk menghindari macet yang sering terjadi di lampu merah MCD shinta,” terangnya. Selain memberikan sanksi sosial kepada para pelanggar prokes aparatur Kelurahan juga tidak lupa memberikan masker. “Dalam menindak para pelanggar kita juga membagikan masker. Saya harap kedepan tidak ada lagi pelanggar prokes yang beralasan lupa membawa masker,” tutupnya.(angga)

 

Kelurahan Pabuaran Tumpeng Terus Menyuarakan 4 M 

Jajaran 3 Pilar Keluraham Pabuaran Tumpeng membagikan masker kepada masyarakat. Foto:ist.

FORWAT, KOTA TANGERANG – Jajaran 3 pilar Kelurahan Pabuaran Tumpeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang gencar melakukan sosialisasi protokol kesehatan saat pandemi covid 19. Masyarakat terus dihimbau untuk melakukan menerapkan 4 M dalam kesehariannya.

“Saya terus menyerukan soal 4 M ke masyarakat, adapun artinya yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan,” ujar Lurah Pabuaran Tumpeng, Ujang Sulaiman saat dikonfirmasi, Senin (25/1/2021).

Sosialisasi terkait protokol kesehatan (prokes) dilakukan berbarengan dengan kegiatan operasi aman bersama yang dilakukan tiap hari dan saat pengawasan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).“Sosialisasi dilakukan dengan cara menyebar poster di setiap wilayah dibantu oleh RT dan RW, dan langsung menghimbau menggunakan alat pengeras suara saat melakukan operasi aman bersama,” imbuh Ujang.

Ujang menjelaskan, kegiatan operasi aman bersama dilakukan sampai menyasar jalan perkampungan. Kata Ujang, bersamaan dengan kegiatan operasi dirinya juga membagikan masker kepada masyarakat.

“Alhamdulilah masyarakat Pabuaran Tumpeng dapat memahami dan mentaati prokes. Itu dibuktikan dengan makin sedikitnya pelanggar yang kita temui saat operasi aman bersama,” tutupnya.(angga)

Meski PSBB Ketat Antrean di IKEA Mengular Panjang

Gerbang masuk IKEA.

FORWAT, KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang tengah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terkait meningginya kasus penyebaran Covid-19. Namun Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat itu sejumlah pusat pembelanjaan terlihat antre panjang pengunjung.

Seperti yang terjadi di IKEA Alam Sutera Kota Tangerang pada Minggu (24/1/2021). Di akhir pekan ini pusat pembelanjaan furnitur itu ramai didatangi pembeli.

Antrean kendaraan tampak mengular panjang di pintu masuk. Bahkan mereka harus rela mengantre lama.

“Panjang antreannya sampai sekitar 500 meter,” ujar Lala satu dari pengendara melintas kepada Warta Kota, Minggu (24/1/2021).

Dengan ramainya pusat pembelanjaan ini, menuai kritik pedas dari masyarakat. Terlebih warga saat ini sedang dikhawatirkan dengan kasus virus corona yang sedang menggila.

“Katanya PSBB, ini ada antrean di IKEA. Kemana petugas,” ucap Andi warga asal Pinang, Kota Tangerang.

Pihak IKEA Alam Sutera pun memberi tanggapan terkait hal ini. Humas IKEA Alam Sutera, Metha menjelaskan bahwa terkait dengan antrean mobil yang terlihat di luar area IKEA, terjadi karena pihaknya melakukan screening.

“Kami melakukan screening ketat di pintu masuk untuk memastikan kapasitas pengunjung di dalam toko kami tidak melebihi 50 persen kapasitas toko,” kata Metha dikonfirmasi Warta Kota.

Menurutnya ini untuk memastikan jarak aman antarpengunjung dalam toko saat berbelanja. Dan meningkatkan kenyamanan pelanggan dalam berbelanja di IKEA.

“Sebelum masuk, kami juga melakukan proses screening pembatasan usia. Hanya usia 5 – 60 tahun saja yang diperkenankan masuk ke toko kami,” ungkapnya. (angga)

Lurah Pakojan Tutup Sementara Gantangan Burung KBC

Lurah Pakojan, Yayat (pojok kanan) saat mendatangi lokasi gantangan KBC, Rabu (20/1/2020).

FORWAT, KOTA TANGERANG – Lokasi gantangan burung Kunciran Bird Club (KBC) yang berlokasi di wilayah RW 04, Kelurahan Pakojan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, ditutup sementara oleh aparatur Kelurahan Pakojan, Rabu (20/1/2021).

Bukan sekedar menghentikan kegiatan lomba burung, Lurah bersama staf dan Binamas juga memberikan edukasi serta sosialisasi terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diberlakukan oleh Pemerintah Kota Tangerang.Lurah Pakojan, Yayat saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya telah menghentikan kegiatan lomba burung yang ada di gantangan KBC. Menurut lurah, pengelola gantangan KBC telah beruoang kali diberi teguran namun membandel.

“Hari ini teguran ketiga kalinya yang kita lakukan kepada pengelola gantangan burung KBC. Penutupan ini diberlakukan sampai waktu yang belum bisa ditentukan,” ujarnya.Yayat menambahkan, dalam pertemuan yang dilakukan hari ini pengelola gantangan burung cukup kooperatif. Mereka (pengelola) berjanji mulai 21 Januari 2021 akan meniadakan kegiatan di lokasi tersebut.

“Apabila mereka masih bandel akan kita tindak sesuai Perwal yang berlaku. Saya turut menghimbau kepada pecinta kicau untuk dapat memaklumi kondisi pandemi covid 19 saat ini,”pungkasnya.(angga)

Pedagang Bandel Saat PPKM Akan Didenda

Pedagang di Perumahan Taman Royal masih banyak yang buka diatas pukul 19.00 wib, Rabu (13/1/2021) malam. Foto:angga.

FORWAT, KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai 11 Januari sampai dengan 25 Januari 2021. Namun, aturan yang tertera dalam surat edaran walikota nomor 443.1/27-Bag.Hukum/2021 seperti tak dihiraukan oleh para pedagang.

Banyak ditemukan pedagang yang masih buka diatas pukul 19.00 wib. Ironisnya, teguran yang dilakukan oleh tim pengawas dalam hal ini kelurahan dan kecamatan tidak digubris oleh pedagang.

Untuk diketahui, dalam PPKM jam operasional usaha perdagangan dibatasi sampai dengan pukul 19.00 wib, dan diperbolehkan buka dengan membatasi jumlah pengunjung sebesar 25 persen serta menerapkan protokol kesehatan.

Kasatpol PP Kota Tangerang, Agus Henra Fitrahiyana saat dikonfirmasi mengatakan bahwa Pemkot Tangerang akan melakukan tindakan tegas kepada para pelanggar PSBB maupun PPKM, seperti pedagang yang membandel. Adapun sanksi yang akan diberikan yaitu mulai dari sanksi sosial sampai dengan sanksi administrasi.

“Sanksi pelanggar PSBB tertuang pada Perwal Nomor 29 Tahun 2020 perubahan nomor 78 Tahun 2020, mulai dari sanksi teguran, tertulis, penutupan tempat usaha, sanksi sosial, dan sanksi administrasi,” ujarnya.

Agus Henra menambahkan, dirinya telah meminta kepada tim pengawas apabila ditemukan pelanggaran-pelanggaran yang berulang dapat diarahkan ke penindakan yang lebih tegas.

“Jika ada pelanggar yang melanggar dan sudah diberikan teguran namun kembali melanggar kita arahkan untuk pemberian sanksi yang lebih tegas, salah satunya sanksi administrasi,” imbuhnya.

Kasatpol PP Kota Tangerang, H. Agus Henra Fitrahiyana.

Lanjut Agus Henra, dalam penindakan pelanggar PSBB maupun PPKM dapat dilakukan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Apabila dalam suatu Organisasi Perangkat Daerah belum memiliki PPNS maka dianjurkan untuk melaporkan pelanggaran tersebut untuk ditindaklanjuti.

“Sebagian OPD sudah memiliki PPNS, dan ada sebagian juga yang masih dibantu oleh PPNS dari Satpol PP Kota Tangerang,” terangnya.

Menurut Agus Henra, sebelum pemberlakuan PSBB maupun PPKM Pemkot Tangerang telah melakukan Standard Operating Proscedure (SOP), yaitu dengan dilakukannya sosialisasi secara lisan maupun tertulis. “Sebelum PPKM ini diterapkan pihak Kelurahan san Kecamatan sudah melakukan sosialisasi kepada para pedagang yang ada di wilayahnya,” katanya.

Lanjut Agus Henra, dirinya menghimbau agar para pelaku usaha dapat mentaati setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemkot Tangerang. “Aturan ini bukan semata-mata untuk menahan atau melarang para wirausaha yang ada di Kota Tangerang. Namun, diterapkannya PPKM ini untuk kesehatan bersama. Untuk diketahui, saat ini Kota Tangerang masih dalam status zona merah covid 19,” pungkasnya.(angga)

 

Pemkot Tangerang Kembali Berlakukan PSBB, Walikota Minta Masyarakat Disiplin

Walikota Tangerang, H. Arief R Wismansyah.

FORWAT, KOTA TANGERANG -Pemerintah Kota Tangerang kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mengingat Kota Tangerang masuk dalam wilayah yang wajib menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari Pemerintah Pusat.

Wali Kota Tangerang H. Arief R. Wismansyah mengharapkan agar masyarakat Kota Tangerang dapat berpartisipasi aktif dalam mematuhi aturan dan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 selama masa PSBB di Jawa dan Bali diberlakukan, agar angka penularan Covid-19 di Kota Tangerang bisa terus ditekan.

“Mulai hari ini sudah dimulai PSBB sesuai dari instruksi Mendagri dan partisipasi masyarakat sangat penting agar PSBB bisa berhasil,” terang Arief usai menghadiri Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 Provinsi Banten di Pendopo Bupati Tangerang, Senin (11/1).

Arief menjabarkan salah satu point penting daam pelaksanaan PSBB di wilayah Kota Tangerang adalah pembatasan kegiatan yang sifatnya olahraga, rekreasi dan hiburan mulai tanggal 11 hingga 25 Januari 2021.

“Mulai hari ini fasilitas olahraga baik yang dikelola oleh Pemkot maupun swasta untuk sementara waktu ditutup,”

“Jika tidak ada urusan penting, masyarakat diimbau untuk beraktivitas di rumah saja,” jelas Wali Kota.

“Sanksi juga diberlakukan apabila masyarakat kedapatan yang melanggar aturan selama masa PSBB,” tambahnya.

Selain itu, lanjut Wali Kota, selama masa PSBB kegiatan di sektor perdagangan juga dibatasi hanya diperbolehkan hingga pukul 19.00 WIB.

“Kalau bukan yang sifatnya kebutuhan harian wajib mengikuti aturan pembatasan jam operasional,”

Arief juga mengimbau agar sektor perkantoran baik swasta maupun negeri untuk dapat mematuhi aturan kerja selama pemberlakuan PSBB 11 – 25 Januari 2021.

“WFO harus 25% dari total pegawai, 75% sisanya WFH,” pungkas Arief.

Sebagai informasi, Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 Provinsi Banten tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Banten Wahidin Halim dan dihadiri oleh unsur Forkopimda Provinsi Banten serta kepala daerah se- Tangerang Raya. (angga)