Sewa Kamar di Reddoorz, Ruko di Ciledug Jadi Tempat Mesum

Petugas Keamanan dan Ketertiban (Tramtib) Kecamatan Ciledug, melakukan kegiatan razia di hotel reddorz.

FORWAT, KOTA TANGERANG – Bandel. Meski berkali kali dirazia petugas, bangunan Ruko Hotel (Rukotel) yang berada di Jalan Raden Fatah, Kelurahan Parung Serab, Kecamatan Ciledug tetap beroperasi. Padahal dalam razia tersebut, petugas Tramtib Kecamatan Ciledug kerap menemukan berbagai pelanggaran dan mendapati pasangan mesum di tempat itu.

Kasi Tramtib, Kecamatan Ciledug, M.Syahri saat dikonfirmasi, Selasa (10/3/2020) mengaku kalau pihaknya telah memanggil pengelola dan membuat surat pernyataan. Dalam klarifikasinya itu, kata Syahri pihak pengelola berjanji, apabila ditemukan pelanggaran maka siap menerima sanksi sesuai peraturan daerah (Perda) Kota Tangerang.

Ditanya terkait izin operasional ruko yang menyediakan kamar mesum itu, Syahri menyatakan kalau pihak pengelola telah memiliki izin, namun diai tidak merinci izin apa yang dimaksud.

“Sebulan tiga kali dari tim Tramtib Kecamatan Ciledug operasi. Gw sering razia, ijin ada. Dia bayar pajak bro. Kalau penutupan urusan Satpol PP pusat bro. Pemilik udah resah kaitan razia, karena ada juga laporan langsung gw tindak lanjuti bro,” ujar Syahri mengumpat.

Pihak Tramtib, kata Syahri hanya melakukan tugas pengawasan saja dan apabila ditempat itu kembali ditemukan pelangaran Perda no 8 tahun 2005, tentang pelarangan kegiatan pelacuran, maka pihaknya akan melaporkan hal itu ke Satpol PP untuk dilakukan penutupan.

Kabid Pariwisata, Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Pertamanan Kota Tangerang, Boyke Urif Rahman mengatakan segera menindaklanjuti laporan tersebut dan akan melakukan kroscek terlebih dahulu. Selain harus memiliki tanda daftar usaha pariwisata (TDUPar) yang dikeluarkan pihaknya, izin mendirikan bangunan (IMB) juga harus sesuai fungsinya dan dilengkapi.

“Kami akan kroscek dahulu TDUparnya, kalau perlu nti kita cek ke lokasi,” katanya singkat.

Diketahui sebelumnya, warga sekitar lokasi merasa resah dengan keberadaan ruko yang menyewakan kamar mesum melalui aplikasi Reddoorz. Warga sempat mengancam akan melakukan aksi jika keberadaan ruko itu tidak ditertibkan.Pasalnya sejak beroperasi, dikawasan itu ramai oleh pengunjung yang datang berpasang pasangan. Bahkan datang dari luar Kota Tangerang.(lla)

Rayakan Valentin, 12 Pasangan Mesum Diamankan Satpol PP

12 pasang bukan suami istri diamankan petugas Satpol PP Kota Tangerang, Jumat (14/2/2020).

FORWAT, KOTA TANGERANG – Dua belas pasangan yang diduga mesum diamankan satuan polisi pamong praja kota Tangerang Jumat (14/2) kemarin.

Mereka diamankan dari beberapa hotel melati yang tersebar dua kecamatan yakni Karawaci dan Neglasari.

Dari beberapa pasangan yang berhasil diamankan, mengaku memanfaatkan momentum Valentin untuk memadu kasih di kamar hotel tersebut.

irma (bukan nama sebenarnya) warga pasar kemis yang sehari – hari bekerja sebagai buruh pabrik sepatu dibilangan kecamatan Jatiuwung mengaku diajak ke hotel oleh pasangannya untuk merayakan hari Valentin.

“Belom juga mulai, eh udah diketok – ketok sumpah pak saya baru aja masuk,”kata Irma kepada petugas.

Uniknya lagi, Irma meminta kepada petugas untuk memberikan toleransi dihari kasih sayang tersebut, pasalnya dihari itu dirinya sengaja tidak masuk kerja.

“Ini kan hari Valentin masa iya mau ditangkep juga pak, mana saya udah bolos kerja atuh ada kali sedikit renggang mah,”kata Irma.

Lain Irma, Lain Susan (bukan nama sebenarnya) saat diamankan oleh petugas Susan bukan hanya merengek minta dilepaskan, akan tetapi dirinya mencoba kabur dari petugas dengan berpura pura hendak membeli air mineral.

Namun berkat kesigapan petugas, Susan yang diketahui telah memiliki suami tersebut dapat kembali diamankan.

“Kami sengaja melakukan penyisiran dibeberapa hotel untuk meminimalisir tindakan prostitusi bukan hanya pada perayaan kasih sayang,”kata Agapito De Arajouno Kepala Bidang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat pada SatpolPP Kota tangerang.

Menurut dia, penyisiran yang melibatkan jajaran TNI/Polri tersebut diharapkan mampu memberikan pesan kepada masyarakat bahwa hari kasih sayang bukan budaya yang harus dirayakan dengan perbuatan mesum.

“Tidak ada perayaan Valentin dikota Tangerang, apalagi disisi dengan kegiatan mesum tentunya akan kami sikat,”tegasnya.

Ia mengaku, pada operasi tersebut pihaknya hanya memberikan pembinaan setelah sebelumnya dilakukan pendataan jajarannya.

“Dari data yang kami punya mereka baru kali pertama diamankan, namun apabila mereka kembali membandel kami tidak akan segan segan mengantarkan mereka ke dinas sosial dan dibina selama 3 bulan,”jelasnya.(angga)