Gak Kuat Nahan Nafsu, Seorang Pemuda Nekat Perkosa Nenek 60 Tahun

Foto: Ilustrasi/Net.

FORWAT, KOTA TANGERANG — Seorang pemuda berinisial BA (30) diduga nekat memperkosa nenek-nenek yang sudah berusia 60 tahun, di Mauk, Kabupaten Tangerang.

Lantaran tidak kuat menahan nafsu bejatnya setelah bangun tidur, BA melakukan aksinya itu di rumah korban, di wilayah Kecamatan Mauk, pada Kamis, 17 Juni 2021, sekira pukul 05.00 WIB pagi.

“Motif pelaku memperkosa korban yaitu khilaf. Pelaku nafsu, khilaf dan memang tidak ada perempuan. Itu pengakuannya,” ujar Kapolsek Mauk AKP Rustantyo, Sabtu (19/6/2021).

Peristiwa itu terungkap saat BA dipergoki oleh anak korban, Rasinan yang baru pulang membeli makanan di pagi hari.

Pelaku sehabis bangun tidur ke kamar mandi untuk buang air kecil. Kemudian, pelaku melihat anak korban keluar dari rumah yang untuk membeli makanan.

“Rumah korban dengan pelaku berdekatan, sehingga pelaku melihat anak korban keluar dari rumah,” ujarnya, Sabtu (19/6/2021).

Mengetahui korban sendirian di rumah, kata Rustantyo, pelaku masuk ke dalam rumah korban. Pelaku yang melihat korban berada di ruang tamu lalu digiring ke kamar.

“Di dalam kamar itu lalu melakukan pemerkosaan. Berlangsungnya kira-kira 3 menit. Itu berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap pelaku,” ungkapnya.

Setelah itu, Rustantyo menyebut, anak korban pulang ke rumah. Saat membuka pintu melihat ada sepasang sandal di depan pintu masuk. Kemudian tidak lama pelaku keluar dari dalam kamar korban dan dipergoki oleh anak korban.

“Lalu pelaku kabur ke luar. Dan anak korban mengecek ke dalam kamar guna mengetahui kondisi ibunya,” sebutnya.

Dia menambahkan, anak korban kaget melihat celana ibunya terdapat sperma berantakan. Hingga kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Mauk.

“Pelaku bangun tidur, pagi-pagi berhasrat. Tidak ada nonton film apapun, dia bangun tidur bangunnya ‘berdua’,” tandasnya.(ngga)

Laporan Kasus Pengeroyokan Mandek, Korban Sebut Kinerja Polsek Cipondoh Lamban

Foto: ilustrasi/net.

FORWAT, KOTA TANGERANG – Penanganan Kasus di Polsek Cipondoh Polres Metro Tangerang Kota dipertanyakan. Menurut salah satu korban pengeroyokan, Supandi (45), bahwa hingga saat ini peristiwa yang dialaminya pada Minggu, (21/2/2021) lalu itu telah dilaporkan ke Polsek Cipondoh sejak tiga bulan lalu. Saat ini laporan LP.B/ 124/ II/ 2021/ PMJ/ Restro TGN/SEK Cipondoh. Tanggal 22 Februari 2021 tersebut belum juga ada kejelasaan hukum.

Warga yang tinggal di Jalan H.Djiran RT007RW001, Kelurahan Pinang, Kecamatan Pinang itu merasa kecewa atas lambannya penanganan kasus tersebut dan mempertanyakan kinerja petugas Polsek Cipondoh. Bahkan dirinya mendugaduga ada apa.

“Saya juga heran, kenapa bisa seperti ini,?Apa mungkin karena ayah dari kedua pelaku itu seorang pejabat daerah, yang notabene memiliki kekayaan serta kekuasaan di wilayah. Sehingga kejadian yang menimpa saya kecil kemungkinan untuk mendapatkan keadilan hukum,” keluh Supandi, Selasa (24/5/2021).

Akibat peristiwa pengeroyokan itu, Supandi mengalami luka luka dibagian wajah dan bagian belakang.Sementara diduga kedua pelaku berinisial (RMA) dan (FJ) merupakan anak seorang pejabat kelurahan di wilayah Kecamatan Pinang.

Namun demikian, Supandi akan terus berupaya untuk mendapatkan keadilan dan meminta agar aparat kepolisian Polsek Cipondoh segera menangkap pelaku.

“Teman-teman bisa lihat sendiri, dengan adanya bantuan moril dari teman-teman sekalian (wartawan.red) tanpa disadari, saya pikir inilah bantuan yang Allah berikan kepada saya”, kata Supandi yang juga berprofesi sebagai Jurnalis.

Sementara saat di konfirmasi melalui pesan whatsapp Kapolsek Cipondoh, Kompol Ubaidillah meminta wartawan agar menanyakan kasus tersebut kepada Kanit Reskrim.
“Langsung ke Kanit Reskrim bro ya” ujarnya singkat.

Sedangkan Kanit Reskrim Polsek Cipondoh, AKP Imron Masadi mengaku kalau perkembangan penanganan kasus pengeroyokan yang dialami korban i itu telah di beritahukan kepada tim kuasa hukum

“Ok bang, sudah saya jelaskan perkembangannya ke pelapor (korban.red) melalui lawyer atau pengacaranya. Abang tanyakan saja ke lawyernya atau pelapornya,” jelas Imron Singkat.(lla)

Polsek Cipondoh Amankan Pelaku Pembacokan di Gondrong

FORWAT-KOTA TANGERANG – pelaku pembacokan di depan warung klontong yang berlokasi di Jalan Ki Hajar Dewantoro, Keluraham Gondrong, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, diringkus anggota kepolisian Polsek Cipondoh, Selasa (29/12/2020) malam. Sementara itu, korban pembacokan, Septa Yolanda sedang mendapatkan perawatan di RSID Tangerang.

Kapolsek Cipondoh AKP Maulana Mukarom saat dikonfirmasi mengatakan bahwa peristiwa terjadi di Jalan Ki Hajar Dewantoropemicu terjadinya peristiwa tersebut lantaran uang korban kurang saat hendak membeli rokok di warung kelontong milik orang tua tersangka. Pembeli tersebut cekcok dengan pemilik warung hingga akhirnya terjadi pembacokan.

“Orang beli rokok duitnya kurang, cekcok mulut sehingga mengundang perhatian masyarakat yang melintas berkerumun. Lalu tiba-tiba korban dibacok sama anak pemilik warung,” ungkapnya.

Sementara, Kanit Reskrim Polsek Cipondoh AKP Imron juga menambahkan bahwa tersangka pembacokan bernama Suheli telah diamankan.

Imron menjelaskan bahwa, pembacokan bermula saat korban datang membeli rokok kemudian dilayani oleh bapak tersangka namun duitnya kurang.

“Malam itu korban beli rokok, tapi duitnya kurang, kurang gope (Rp.500), hingga berujung cekcok mulut. Anak pemilik warung yang tak terima kemudian menyerang korban gunakan celurit,” jelasnya.

Diketahui, korban yang merupakan anak pentolan salah satu tersebut terkapar bersimbah darah saat dibawa warga dan pihak kepolisian ke rumah sakit daerah Tangerang.

“Korban masih dirawat dengan luka bacok dibagian kepala, sementara untuk di TKP telah dipasang garis polisi (police line),” pungkasnya. (Angga)

Polsek Teluknaga Ungkap Kasus Curat

Kapolsek Teluknaga AKP. Dodi Abdul Rohim (tengah) menunjukan barang bukti kejahatan saat konferensi pers, Jumat (6/11/20). Foto:frwt.

FORWAT, KOTA TANGERANG – Jajaran Polsek Teluknaga Polres Metro Tangerang Kota Meringkus empat tersangka pencurian dengan pemberatan (Curat). Dari keempat tersangka itu yakni AR alias Kodok, RO alias Gopal, R dan AW.

Pengakuan tersangka R bahwa dirinya mengambil berbagai jenis kendaraan sepeda motor sebanyak 10 kali di Desa Pangkalan, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang.

“Dan satu Unit di Desa Tegalangus serta satu unit di wilayah Cengkareng Jakarta Barat,” terang Kapolsek Teluknaga AKP. Dodi Abdul Rohim, saat konferensi pers, Jumat (6/11/20).

Para tersangka kejahatan tersebut di tangkap di tempat yang berberbeda. Sementara pelaku P (40) masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Mereka beroperasi pada malam hari, sasarannya rumah-rumah warga yang posisinya sepi,” tutunya.Dodi menambahkan, sasaran para tersangka tersebut motor yang sedang terparkir didepan rumah atau yang terparkir diteras rumah.

“Mereka beraksi, ketika yang punya kendaraan sedang lengah dan disekeliling rumah keadaa sepi. Disitulah para tersangka mulai melakukan aksinya,” bebernya.

Setelah itu, sambung Dodi, sampai dilihat kondisi situasi sudah aman, tersangka ini mendekati motor tersebut dan mulai beraksi menggunakan kunci leter T.

“Alhamdulillah para tersangka dapat ditangkap dan berikut barang bukti, kunci Lester T, STNK, BPKB, lima unit kendaraan roda dua,” tukasnya.

Para tersangka dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama tujuh tahun penjara.(Angga)

DPRD Sebut Kota Tangerang Darurat Narkoba

Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang, Ir. Turidi Susanto.

FORWAT, KOTA TANGERANG – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kota Tangerang, Turidi Susanto menyebut Kota Tangerang darurat narkoba. Hal itu diutarakan saat setalah BNN mengungkap kasus narkotika jenis sabu seberat 200 Kilogram di Jalan Prabu Siliwangi, Kelurahan Uwung Jaya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, Selasa (28/7/2020) sore.

“Saya cukup menyayangkan adanya gudang yang digunakan untuk menyembunyikan barang haram narkotika jenis sabu sebanyak 200 Kg di Cibodas. Dengan adanya kejadian ini artinya Kota Tangerang ini darurat Narkoba,” ungkapnya.

Menurutnyanya, kejadian ini sangat luar biasa, apalagi dibungkus dengan penjualan beras (sembako). Atas kejadian ini Turidi meminta agar Pemerintah Kota Tangerang harus meningkatkan kewaspadaan dalam mengawasi wilayah.

“Pemerintah daerah baik ditingkat kecamatan, kelurahan bahkan RT dan RW harus lebih waspada lagi. Saya minta warga pendatang yang ingin buka usaha di wilayah Kota Tangerang harus lebih diteliti lagi keperuntukanya,” tegasnya.

BNN mendapati 200 KG narkotika jenis sabu di salah satu gudang berang yang berlokasi di Jalan Prabu Siliwangi, Kelurahan Uwung Jaya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, Selasa (28/7/2020).

Lanjut Turidi, dirinya berharap para pelaku dihukum seberat-beratnya (hukum mati), agar dapat memberikan efek jera terhadap pelaku narkoba. Selain itu, Turidi juga berharap agar peran binamas dan babinsa harus terus memantau lingkungan bersama dengan tiga pilar yaitu kelurahan.

“Untuk generasi muda saya berpesan narkoba itu norak, narkoba itu ketinggalan jaman, dan sesuatu yang tidak bagus. Anak muda harus berani melawan narkoba dengan slogan “Stop Narkoba,” pungkasnya. (Angga)

BNN Amankan 200 Kg Sabu di Kota Tangerang

BNN Sita 200 Kilogram Sabu di gudang beras yang berlokasi di Jalan Prabu Siliwangi, Kelurahan Uwung Jaya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang.

FORWAT, KOTA TANGERANG – Badan Narkotika Nasional (BNN) menemukan 200 Kg narkoba jenis sabu di dalam karung jagung saat penggerebekan gudang beras di Jalan Prabu Siliwangi, Kelurahan Uwung Jaya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang.

Hal tersebut diungkapkan Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari, usai tim dari Satgas BNN melakukan penggeledahan di lokasi, Selasa (28/7/2020) malam.

“Sabu dalam kemasan teh tersebut ditemukan di dalam karung beras berisi jagung untuk mengelabui petugas, dengan masing-masing berat tiap kemasan teh seberat 1 kg,” ujar Arman.

Diketahui, barang tersebut dikirim dari Sumatra melalui Lampung ke gudang di Kota Tangerang, untuk kemudian dipindahkan dan diedarkan ke Jakarta dan sekitarnya.

Sementara, gudang narkoba tersebut diketahui warga sebagai gudang beras.

“Aktifitas digudang ini sudah berjalan kurang lebih 2 bulan. Untuk menghindari kecurigaan warga sekitar, para tersangka menjadikannya sebagai gudang beras,” bebernya.

“Dari penggerebekan ini, ada 6 tersangka diamankan,” tukasnya.(angga)