Penambahan Bangunan Gedung RSIA Makiyah Diduga Belum Kantongi IMB

Penambahan gedung RSIA Makiyah di Jalan H.Kilin, RT 05/06, Kelurahan Belendung, Kecamatan Benda, Kota Tangetang.

FORWAT, KOTA TANGERANG — Penambahan gedung Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Makiyah di Jalan H.Kilin, RT 05/06, Kelurahan Belendung, Kecamatan Benda, Kota Tangetang, diduga belum kantongi Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).

Pantauan Forwatnews.com, di lokasi bangunan belum terlihat adanya papan IMB yang dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangerang. Namun begitu, aktivitas pembangunan terus berlangsung.

Lurah Belendung, Asep saat dikonfirmasi, Rabu (9/6/2021) mengatakan bahwa pihak Kelurahan telah melakukan kroscek ke lokasi pembangunan tersebut. Adapun hasil daripada kunjungan itu yakni IMB rumah sakit sedang dalam pengurusan.

“Kasi ekbang saya sudah kesana, menurut keterangan pihak rumah sakit IMB sedang dalam proses,” singkatnya.

Untuk diketahui, Hal tersebut, sebelum melakukan pembangunan gedung, perusahaan ataupun masyarakat diwajibkan untuk mengurus IMB terplebih dahulu. Seperti yang tertuang pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 17 Tahun 2011 tentang retribusi perijinan tertentu, Perda Nomor 3 Tahun 2012 tentang bangunan gedung.(angga)

Ribuan Masyarakat Benda Terima BST

Net.

FORWAT, KOTA TANGERANG – sebanyak 11.389 warga Kecamatan Benda terima Bantuan Sosial Tunai (BST), Rabu (13/1/2021). Dengan mekanisme yang dirancang dengan matang oleh apararur Kecamatan Benda sehingga tidak terjadi kerumunan masa di lokasi penyaluran anggaran yang bersumber dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) itu.

Camat Benda, Ahmad Suhaely saat ditemui dilokasi penyaluran BST mengatakan bahwa untk penyaluran BST dirinya menyediakan 3 lokasi di setiap kelurahan. Dirinya dalam penyaluran BST memanfaatkan gedung-gedung sekolah.

“Kita mencega teradinya kerumunan dengan memasukan penerima BST ini ke setiap kelas sehingga tidak ada antrian yang menumpuk,” ujarnya.

Camat menambahkan, selain mengarahkan KPM untuk masuk ke dalam ruang kelas, masing – masing Kelurahan terdapat 8 orang juru bayar dalam hal ini petugas PT. Pos Indonesia.

“Alhamdulilah jumlah juru bayar cukup banyak disetiap kelurahan, selain mencegah adanya kerumunan juga dapat mempersingkat waktu,” imbuhnya.

Lanjut Camat, dalam penyaluran BST dirinya berharap agar bantuan tahap 2 pihak kantor pos dapat menambah petugas juru bayar. Selain itu juga, dirinya berharap agar pihak Kemensos dan PT.Pos Indonesia dapat memperbaiki data KPM.

“Dalam BST tahap pertama ini banhak ditemukan KPm yang menerima bantuan lain, seperti mandapatkan program PKH dan BPNT. Dengan kondisi seperti ini maka kami pihak Kecamatan Benda dan kelurahan diminta untuk mensortir data KPM,” pungkasnya.

Dirempat yang sama, Lurah Belendung Iwan Syarifudin menjelaskan bahwa di Kelurahan Belendung penerima BST berjumlah 2.579 orang. Penyaluran bantuan itu dilangsungkan dengan memanfaatkan gedung sekolah milik yayasan islam at-taqwa.

“Alhamdulilah dengan memanfaatkan ruang kelas sekolah milik yayasan at-taqwa dalam penyaluran BST tidak terjadi kerumunan orang,” tutupnya.(angga)

Kelurahan Belendung Bagikan Ratusan Bibit Tanaman

Camat Benda, H. Ayi Nuryadin membagikan bibit tanaman ke masyarakat di kantor Kelurahan Belendung, Senin (9/11/2020). Foto:angga.

FORWAT, KOTA TANGERANG – Sebanyak 750 bibit tanaman dibagikan ke masyarakat Kelurahan Belendung, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Senin (9/11/2020). Adapun jenis tanaman yang dibagikan yaitu diantaranya pohon cabai, tomat, dan kangkung.

“Hari ini kita undang masyarakat untuk mengambil bibit tanaman di kelurahan. Adapun jumlah bibit yang kita bagikan yaitu tanaman terong sebangak 250, tomat 250, dan kangkung 250,” ujar Lurah Belendung, Iwan Syarifudin saat ditemui diruang kerjanya.

Iwan menambahkan, bibit cabai merupakan hasil dari pembibitan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang adi di Kelurahan Belendung.

“Jadi pembibitan mulai dari biji sampai dengan tumbuh tangkai dilakukan oleh KWT yang ada di kelurahan. Sekiranya sudah besar, hari ini kita bagikan ke masyarakat,” imbuhnya.

Lanjut Iwan, dirinya berharap agar masyarakat dapat menjaga dan merawat bibit-bibit tanamn yang telah diberikan. “Saya harap masyarakat bisa merawat tanaman ini, dengan cara rajin disirami air. Dimana kedepan buah ataupun sayur yang tumbuh dapat dipanen dan dikonsumsi sendiri,” harapnya.Ditempat yang sama, Camat Benda, Ayi Nuryadin saat ditemui menjelaskan bahwa pembagian bibit yang dilakukan merupakan program ketahanan pangan masyarakat yang dicanangkan Pemerintah Kota Tangerang, dalam hal ini Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah.

“Program ini bertujuan untuk bagaimana masyarakat meningkatkan perekonomian di era pandemi covid 19. Dikhawatirkan era pandemi saat ini akan terjadi krisis ekonomi dan tidak menutup kemungkinan akan terjadi krisis pangan. Jadi program ini intinya menguatkan dari segi bidang pangan yang berbasis masyarakat,” jelasnya.(angga)

Kelurahan Belendung Manfaatkan Bentor Untuk Armada Penyiram Tanaman

Iwan, Lurah Belendung menyirami tanaman yang berada di depan kantor Kelurahan Belendung, Jumat (20/12/2019). foto:angga.

FORWAT, KOTA TANGERANG – Kreatif dan inovatif, Kelurahan Belendung, Kecamatan Benda sulap Becak Motor (Bentor) sampah menjadi motor penyiram tanaman. Bermodalkan satu buah mesin pencuci sepeda motor dan empat buah drum, kendaraan beroda tiga ini mampu membasahi seluruh tanaman yang ada di setiap jalan protokol wilayah Kelurahan Belendung.

Iwan, Lurah Belendung saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (23/12/2019) mengatakan bahwa ide tersebut bermula ketika melihat satu unit bentor yang terparkir di halaman kantor Kelurahan Belendung. Terlihat tak pernah terpakai, dirinya menyayangkan hal itu.

“Sayang kalau bentor ini nggak pernah dipakai. Mulai dari situ saya berfikir bagaimana caranya bentor ini dapat bermanfaat,” ujarnya.

Iwan menambahkan, di wilayah Kelurahan Belendung terdapat penghijauan disetiap jalan protokol. Jadi, bentor tersebut di modifikasi untuk digunakan sebagai alat penyiraman.

“Saya pasang alat steam yang di letakkan di samping pengemudi. Lalu, untuk menyimpan air saya gunakan 4 drum bekas, masing-masing drum dapat menampung air sebanyak 25 liter,” imbuhnya.

Lanjut Iwan, dalam penyiraman di setiap jalan protokol dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari, yaitu pada pagi dan sore hari. “Nanti petugas kebersihan Kelurahan yang menyiram,” katanya.

Dijelaskan Iwan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang telah mendistribusikan bentor sampah di setiap kelurahan. Bahkan, untuk menyiram tanaman juga telah disediakan mobil tangki air di setiap Kecamatan.

“Untuk bentor sampah di Kelurahan Belendung tetap ada dan masih sesuai peruntukannya, pasalnya bentor yang kita gunakan ini merupakan CSR dari Angkasa Pura. Sementara itu, bentor penyiram tanaman ini hanya untuk membantu armada tangki air yang tidak dapat menyiram tanamn di dalam perkampungan,” pungkasnya.(angga)