Kecamatan Periuk Dirikan Dapur Umum

FORWAT, KOTA TANGERANG – Kecamatan Periuk dirikan dapur umum di halaman kantor, Rabu (14/7/2021). Pendirian dapur umum tersebut lantaran adanya peningkatan jumlah  warga yang terpapar virus covid 19 dimasa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

Camat Priuk, Maryono Hasan saat dikonfirmasi mengatakan bahwa, berdasarkan laporan data yang diterimanya, di wilayah Kecamatan Periuk terdapat 376 orang yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman). Selain itu, sebanyak 129 orang sedang dalam perawatan di RIT.

“Dengan adanya dapur umum ini dapat membantu warga yang sedang melakukan isolasi mandiri. Sehingga, warga dapat fokus menjalani isolasi tanpa memikirkan stok makanan di rumah,” ujarnya.

Maryono menambahkan, dapur umum akan mengolah bahan makanan menjadi makanan siap saji. Nantinya kata Maryono, makanan siap saji tersebut akan didistribusikan langsung ke rumah warga yang sedang melakukan isoman.

“Saya harap seluruh masyarakat dapat mematuhi protokol kesehatan seperti yang terus ditekankan oleh pemerintah guna melawan Virus Covid 19, agar dapat meminimalisir penyebarannya. Semoga kita semua dapat melawan Virus Covid 19 ini agar virus ini segera hilang dari wilayah kita,” tandasnya.(ngga)

Petugas PLN Tewas Tersengat Listrik di Halaman Kantor Kelurahan Periuk

Rekanan PLN, Nowing tersengat listrik di halaman kantor Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Kamis (26/11/2020).

FORWAT, KOTA TANGERANG – Pengguna jalan yang melintasi jalan M. Toha dikejutkan dengan adanya mayat yang tersangkut pohon di halaman kantor Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Kamis (26/11/2020).

Diketahui, mayat seorang pria tersebut bernama Nowing tersengat listrik ketika membenahi kabel. Diduga kabel tertutup oleh pohon, maka dirinya menebang pohon tersebut yang berada di halaman kantor Kecamatan Periuk.

Kosim, Lurah Periuk saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui jelas soal kejadian tersebut. Pasalnya, saat kejadian dirinya sedang diluar kantor.

“Untuk jelasnya saya kurang paham. Namun informasi yang saya dapat bahwa orang yang tersengat listrik tersebut adalah rekanan PLN. Kejadian diperkirakan pada jam 10 pagi tdi,” singkatnya.(angga)

Antisipasi Virus Corona, Kantor Kecamatan Periuk Disemprot Disinfektan

Anggota Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang melakukan penyemprotan disinfektan di ruangan Camat Periuk, Rabu (18/3/2002). Foto:angga.

FORWAT, KOTA TANGERANG – Dalam mengantisipasi penyebaran Corona Virus Disease (Covid 19), Kecamatan Periuk lakukan penyemprotan disinfektan, Rabu (18/3/2020). Penyemprotan cairan antiseptik itu dilakukan di setiap ruangan.

Dalam kegiatan itu, Kecamatan Periuk bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang. Sebelum kegiatan berlangsung, para pegawai kecamatan dibekali ilmu soal tata cara melakukan penyemprotan.

Camat Periuk, H. Maryono Hasan. Foto:net.

Camat Periuk, H. Maryono Hasan saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan bahwa penyemprotan disinfektan merupakan bentuk nyata bahwa Pemerintah Kota Tangerang serius dalam mengantisipasi penyebaran virus corona.

“Pemkot Tangerang terus berupaya mengantisipasi penyebaran virus corona ini,” ujarnya.

Untuk di Kecamatan Periuk, Maryono menjelaskan bahwa dirinya telah melakukan berbagai macam upaya pencegahan.

Ruang Pelayanan Kantor Kecamatan Periuk disemprot disinfektan, Rabu (18/3/2020). Foto:angga.

“Hari ini kita lakukan penyemprotan disinfektan di seluruh ruangan yang ada di Kecamatan Periuk. Dalam kegiatan ini kita bekerjasama dengan PMI Kota Tangerang,” jelasnya.

Lanjut Maryono, selain melakukan penyemprotan disinfektan, dirinya juga menyediakan cairan antiseptik (hand sanitaizer) dan sabun cair untuk umum.

Pegawai Kecamatan Periuk, mencuci tangan menggunakan sabun cair, Rabu (18/3/2020). Foto:angga.

“Cairan antiseptik dan sabun cair itu untuk umum. Masyarakat dapat menggunakan ketika ingin atau usai mengurus keperluannya di kantor Kecamatan Periuk,” terangnya.

Masih Camat, untuk para pegawai juga diminta untuk menggunakan masker. “Dengan masker ini setidaknya kita dapat terhindar dari virus melalui udara,” ucapnya.

Pegawai pelayanan Kecamatan Periuk saat melayani warga dalam pengurusan administrasi, Rabu (18/3/2020). Foto:angga.

Menurut Maryono, dalam mencegah peredaran virus corona perlu adanya peran serta masyarakat. Dirinya berharap, agar masyarakat dapat bersinergi dengan Pemkot Tangerang dalam hal ini.

“Saya harap masyarakat dapat membantu mencegah penyebaran virus corona. Itu dapat dilakukan dengan menerapkan perilaku Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” pungkasnya.(adv)

Puluhan Warung di Situ Bulakan Dibongkar Tramtib Kecamatan Periuk

Anggota Tramtib Kecamatan Tangerang nampak sedang membongkar warung yang berada di sekitar Situ Bulakan, Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk, Kamis (19/12/2019).

FORWAT, KOTA TANGERANG – Sebanyak 30 bangunan liar yang digunakan untuk warung di sekitar Situ Bulakan dibongkar Jajaran anggota Keamanan dan Ketertiban (Tramtib) Kecamatan Periuk, Kamis (19/12/2019).

Kasi Tramtib Kecamatan Periuk, Bahrul Ulum saat ditemui di lokasi kegiatan mengatakan bahwa pelaksanaan pembongkaran sesuai perintah Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah kepada Camat Periuk, Sumardi.

“Para pelaku usaha melanggar Perda Kota Tangerang Nomor 8 tahun 2018, tentang ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, pembongkaran juga berdasarkan laporan dari masyarakat yang merasa resah terhadap keberadaan warung yang berada di kawasan Situ Bulakan.

“Pembongkaran yang kita lakukan hari ini merupakan kegiatan tindak lanjut, sebelumnya kita juga sudah membongkar warung yang berada disana,” terangnya.

Dijelaskan Bahrul, sebelum pembongkaran dirinya telah melayangkan surat pemberitahuan sejak tahun 2017, namun seiring waktu para pelaku usaha warung ini tidak pro aktif untuk mengikuti aturan Pemerintah Kota Tangerang.

“Pada prinsipnya Pemerintah Kota Tangerang tidak melarang untuk usaha, tapi ada juga aturan yang harus di taati dan dipatuhi,” katanya.

Selain tak berizin, warung yang berada di situ bulakan juga diduga sebagai tempat mesum. Pasalnya, pada bangunan warung terdapat sekat yang terbuat dari bambu rotan.

“Ketika para pemilik warung melakukan penyekatan, ada dugaan terjadi pelanggaran Perda No. 8 Tahun 2018 Tentang Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat dan Perda No. 7 Tahun 2005 Tentang Pelarangan Pengedaran dan Penjualan Minuman Beralkohol serta Perda No. 8 Tahun 2005 Tentang Pelarangan Pelacuran,” jelasnya.(angga).