HKN 2021, Pemkot Tangerang Luncurkan Program Laksa Gurih dan Asmara

FORWAT, KOTA TANGERANG — Memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-57 yang diperingati setiap 12 November. Pemkot Tangerang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) meluncurkan dua program. Dimana, dua program tersebut diluncurkan dalam rangka menekan angka stunting dan tuberkulosis di Kota Tangerang.

Kedua program yang diluncurkan di Gedung Sport Center Grand Duta, Kecamatan Periuk ini, diberi nama Tatalaksana Gizi Buruk Agar Segera Pulih (Laksa Gurih) yang berbasis aplikasi website. Serta Aksi Skrining Mandiri Berbasis Masyarakat (Asmara) TB yang dilakukan pula pelantikan dan pelatihan kepada 1089 kader Asmara TB.

“Jadi, untuk program Asama TB itu, kami (Dinkes) mencanangkan 5 ribu kader TB yang pembentukannya secara berkala. Sedangkan untuk Laksa Gurih itu aplikasi berbasis website yang nantinya akan menjadi data kita dalam memberantas stunting atau gizi buruk di Kota Tangerang,” jelas dr. Dini Anggraeni, Kepala Dinkes, saat ditemui di lokasi acara, Jumat (12/11/2021).Dan untuk mendorong partisipasi dan memberikan fasilitas kepada masyarakat yang memiliki potensi TB. Dinkes juga bekerjasama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) terkait moda transportasi yang akan digunakan bagi mereka yang memiliki penyakit diabetes untuk melakukan pemeriksaan lanjutan ke RSUD Kota Tangerang.

“Selama 30 hari bus Jawara akan melayanin pasien diabetes di puskesmas untuk dibawa ke RSUD. Di sana akan dilakukan pemeriksaan seperti rontgen, karena biasanya penderita diabetes rentan terkena TB. Tentu, semua layanan ini gratis,” ujarnya.

Dirinya juga menyampaikan saat ini, kasus TBC di Kota Tangerang masih terus ada. Meskipun angkanya masih di bawah rata-rata.

“Menurut data yang kami miliki, Kota Tangerang, perbandingannya itu 172 orang per 100 ribu penduduk atau setara dengan 3.043 kasus, serta ditemukan 11 angka kematian pada saat tengah melakukan proses pengobatan,” tuturnya.

Sedangkan lanjut dr. Dini, untuk angka stunting juga masih di bawah rata-rata Provinsi Banten. “Kota kita termasuk di bawah nasional dan provinsi. Kalo Provinsi Banten 3,4 kita 16,8 tapi tetap kita coba turunkan 14 persen,” pungkasnya.(adv)

Warga Benda di Rapid Test

Puskesmas Benda mengadakan Rapid Test yang diadakan di Masjid Al-furqon, Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda, Jumat, (19/06/2020). Foto:net.

FORWAT, KOTA TANGERANG – Guna mencegah penyebaran Virus Corona secara masif, Dinas Kesehatan Kota Tangerang melalui Puskesmas Benda mengadakan Rapid Test yang diadakan di Masjid Al-furqon, Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda, Jumat, (19/06/2020).

Tes yang dilaksanakan selama dua hari tersebut menargetkan 50 sampel warga dari RW 03 dan RW 04 yang wilayahnya masuk pada zona merah di Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda.

“Masing-masing RW ada lima RT sehingga kami targetkan satu RT 10 warga yang mengikuti,” ujar Kepala Puskesmas Benda, Ika Farhah.

Dirinya juga mengatakan, jika nanti ditemukan warga yang reaktif akan segera ditangani secara cepat. Dan jika ada warga yang harus diisolasi, pihak Puskesmas akan segera membawa ke Puskesmas Panunggangan Barat sebagai tempat isolasi virus corona di Kota Tangerang.

“Jadi nantinya setelah hasil rapid keluar kami bisa memetakan kondisi di wilayah RT 03 dan 04 dan jika ada yang reaktif pertama kami akan ada lakukan swab test jika memang positif dan tidak bisa melakukan isolasi mandiri di rumah. Kami akan bawa ke Puskesmas Panbar,” lanjutnya.

Sementara menurut Sekretaris Camat Benda, Riswan Setyo, mengaku pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada seluruh warga terutama yang berada di zona merah.

“PHBS akan terus kami kampanyekan dan laksanakan, terlebih buat yang zona merah yang totalnya sekitar delapan RW di Kecamatan Benda. Mereka juga telah memberlakukan protokol kesehatan baik untuk warga ataupun pengunjung,” paparnya.

Nipah salah satu warga yang ikut rapid test mengaku senang dengan hadirnya tes gratis tersebut sebab dirinya bisa mengetahui kondisi tubuhnya.

“Seneng bisa ikut rapid tes karena jadi bisa tau apakah kita terpapar atau tidak. Jadi kalo misalnya terpapar kita bisa menjaga diri untuk diri sendiri ataupun orang lain,” katanya.(angga/net)