Pengurus RT 03/04 Buaran Indah Bagikan Sembako ke Warga yang Isoman

Pengurus RT 03, RW 04, Kelurahan Buaran Indah, Kecamatan Tangerang, memberikan sembako ke warga yang menjalani Isolasi Mandiri, Selasa (3/8/2021) malam.

FORWAT, KOTA TANGERANG — Kepedulian Pengurus RT 03, RW 04, Kelurahan Buaran Indah, Kecamatan Tangerang, terhadap warganya yang terpapar covid 19 terus dibuktikan. Kali ini, warga RT 03, RW 04 yang terpapar covid 19 merupakan janda dan memiliki 2 anak.

Ketua RT 03/04, Kelurahan Buaran Indah, Dani, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pemberian bantuan sosial berupa sembako kepada warga yang sedang menjalani isoman merupakan inisiatif pengurus RT.

“Bantuan sembako ini merupakan inisiasi daripada pengurus RT 03. Dengan kekompakan dan keguyupan masyarakat disini, kita dapat mengumpulkan iuran untuk membantu warga yang sedang menjalani isolasi mandiri,” ujarnya.

Dani menambahkan, dengan bantuan yang diberikan, dirinya berharap agar masyarakat RT 03, RW 04, Kelurahan Buaran Indah, yang sedang menjalani isoman dapat fokus mengikuti anjuran tenaga kesehatan agar lekas sembuh.

“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga, sehingga warga tersebut dapat fokus menjalani isolasi mandiri agar lekas sembuh,” harapnya.

Dijelaskan Dani, adapun bantuan yang diberikan yaitu diantaranya, beras sebanyak 5 Kilogram, minyak goreng, dan mi instan 1 dus. “Besar atau kecilnya bantuan yang kami berikan ini merupakan bentuk kepedulian kami,” katanya.

Sementara itu, warga yang terpapar covid 19, Nurjanah saat ditemui mengucapkan terimakasih atas bantuan sosial yang telah diberikan oleh pengurus RT 03, RW 04, Kelurahan Buaran Indah, Kecamatan Tangerang.

“Pengurus RT disini baik, sering menyampaikan program pemerintah dan juga menyalurkan bantuan dari Pemerintah kota Tangerang,” singkatnya.(ngga)

Bantu Masyarakat, Pemkot Tambah Usulan Penerima Bansos

Gambar ilustrasi covid 19. foto:net.

FORWAT, KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang terus berupaya maksimal dalam membantu masyarakat yang terdampak Covid19 melalui berbagai program mulai dari lumbung warga di tiap RW hingga penyaluran Bantuan Sosial (Bansos).

Wali Kota Tangerang H. Arief R. Wismansyah mengungkapkan Pemkot masih membuka peluang bagi masyarakat yang terdampak Covid19 untuk mendaftakan diri sebagai penerima bantuan sosial melalui fitur “Permohonan Bansos” yang ada dalam aplikasi Tangerang Live.

“Masyarakat yang merasa terdampak bisa mendaftar mandiri secara online,”

“Nantinya akan diverifikasi oleh petugas di wilayah,” terang Wali Kota di TMP Taruna, Tangerang, Kamis (18/6).

Untuk saat ini, lanjut Arief, sebanyak 177.366 KK yang ada di Kota tangerang telah terdaftar sebagai penerima bantuan sosial yang bersumber dari Pemerintah Pusat melalui Kemensos dan Pemprov Banten.

Pemkot Tangerang juga telah menerima penambahan usulan penerima Bansos sebanyak 1.119 KK yang telah masuk melalui aplikasi Tangerang Live yang belum terdaftar sebagai penerima bantuan baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemprov.

“Yang belum, nanti akan dicover oleh bantuan dari Pemkot,” jelas Wali Kota.

Arief juga mengimbau kepada masyarakat untuk dapat bersabar mengingat kondisi keuangan Pemkot yang saat ini belum stabil akibat dari pandemi Covid19 yang belum usai.

“Kami terus berusaha maksimal agar masyarakat terdampak bisa tetap terbantu,” jelasnya.

Sebagai informasi, jumlah masyarakat yang sudah mengajukan sebagai penerima bantuan melalui aplikasi Tangerang Live sebanyak 1.119 KK dengan rincian 13 KK tidak layak, 11 Kk tidak ditemukan dan sebanyak 93 KK layak menerima bantuan.

“Sisanya 1.002 KK dalam proses verifikasi petugas di wilayah,” pungkasnya.(angga/hms)

Bansos Covid-19 Tak Jelas, Patron Minta Kadinsos di Copot

Aktivis Patron menggelar aksi unjuk rasa di halaman Puspemkot Tangerang, Senin (8/6/2020). foto:frwt.

FORWAT, KOTA TANGERANG – Anggaran Bantuan Sosial (Bansos) covid-19 yang dijanjikan tak kunjung turun dan tidak jelas. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Patriot Nasional (Patron) meminta Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang di Copot.

Hal tersebut diungkap Sekretaris LSM Patron Saipul Basri bersama penggiat LSM Gaib Perjuangan saat menggelar aksi moral di depan pusat Pemerintahan Kota Tangerang. Senin (8/6/2020).

“Ini aksi moral terkait ketidak jelasan bantuan langsung tunai (BLT) yang dianggarkan dan dijanjikan pemerintah Kota Tangerang senilai Rp 144 miliar terancam tidak terealisasikan kepada masyarakat,” ujar pria yang akrab dipanggil Marcel tersebut.

Anggaran tersebut jelas hanya janji angin segar semata lantaran Kadinsos Suli Rosadi melalui keterangan tertulisnya mengatakan bahwa bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) sudah tercover dari anggaran bantuan Pusat dan Provinsi.

Koordinator aksi, Marcel Patron. foto:angga.

Marcel berharap pemerintah harus bijak dan pro terhadap masyarakat jangan hanya memberi janji janji yang ujungnya tidak terearisasi.

“Dalam hal ini, Walikota sebagai ketua gugus tugas harus bertanggungjawab dan meminta mencopot Kadis Dinsos karena di nilai mandul dalam menjalankan fungsinya sebagai pelaksana penyaluran bansos tersebut,” tegasnya.

Lebih jauh ia berkata, terkait aksi moral yang dilakukan sama sekali tidak digubris Pemerintah dan DPRD Kota Tangerang, Marcel menilai dan menyatakan mosi tidak percaya lantaran tuli tidak pro rakyat atas keluhan yang tengah dialamai saat ini.

“Anggaran senilai Rp 144 M yang sebelumnya dianggarkan dan dihebohkan Pemkot Tangerang dalam keterangan tertulisnya kemana dan patut dipertanyakan,” tukasnya. (angga)

Pemkot Siap Distribusikan 2.000 Paket Sembako di Ciledug

Walikota Tangerang, H. Arief R Wismansyah menerima langsung bantuan sosial dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia di Kantor Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang. Foto:ist.

FORWAT, KOTA TANGERANG – Wali Kota Tangerang Arief R.Wismansyah secara langsung menerima bantuan sosial berupa paket sembako dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia yang berlokasi di Kantor Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Selasa (19/05).

Kali ini sebanyak 2.000 paket sembako akan dibagikan kepada masyarakat Kota Tangerang penerima bansos yang tersebar di wilayah Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang.

Arief mengatakan bahwa wilayah Ciledug merupakan wilayah yang memiliki resiko tinggi terhadap terdampaknya pandemi Covid-19 karena berbatasan langsung dengan Provinsi DKI Jakarta.

“Saat ini kita harus waspada dan terus mendorong masyarakat untuk mempersiapkan pola hidup yang baru dan berdampingan dengan Covid-19,”

“Dengan melakukan protokol kesehatan secara ketat, seperti wajib menggunakan masker saat keluar rumah, tetap berjaga jarak dan melakukan PHBS,”ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Arief juga mengucapkan terima kasih kepada Kejaksaan Agung RI atas kepeduliannya kepada masyarakat Kota Tangerang yang telah memberikan bantuan sosial berupa paket sembako.

“Mudah-mudahan dapat menambah semangat masyarakat untuk melawati masa-masa pandemi seperti saat ini,” ungkapnya.

Sementara itu, hadir pula Kejaksaan Tinggi Provinsi Banten Rudi Prabowo mengharapkan agar bantuan dari Kejaksaan Agung RI dapat meringankan beban masyarakat Kota Tangerang yang terdampak Covid-19.

“Kita harus bersabar dan berdoa, semoga wabah ini segera hilang, sehingga kita semua bisa beraktifitas kembali dengan normal,”pungkas Rudi.(angga/hms)