Miris, Kantor Damkar Ciledug Terendam Banjir

Kantor UPT Damkar Ciledug Terendam Banjir, Senin (20/12/2021).

FORWAT, KOTA TANGERANG – Hujan deras yang menguyur Kota Tangerang membuat banjir disejumlah wilayah. Seperti di Kantor Pemadam Kebakaran (Damkar) UPT Ciledug, Jalan Hasyim Ashari, Ciledug, Kota Tangerang, Senin (20/12/2021) sore.
Ketinggian air mencapai 60 sentimeter.

Salah seorang petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) yang tidak mau disebutkan namanya menuturkan, air mulai naik sejak Pukul 16.40 WIB. Ketinggian air mencapai 60 sentimeter sehingga merendam kendaraan yang terparkir di halaman Kantor Damkar UPT Ciledug.

Menurut dia, hujan deras yang menguyur menjadi penyebab kantor itu terendam. Bahkan terjadi sejak lama di karenakan letak kantor itu lebih rendah di bandigkan bangunan lainnya.

“Ketinggian air kurang lebih 60 sentimeter. Sudah lama begini, kalau hujan deras ya, pasti banjir,” katanya.

Banjir yang merendam halaman dan ruangan bawah kantor Damkar itu sangat menggangu petugas saat menjalankan tugasnya.. Apalagi sebagai Garda terdepan dalam penanggulangan bencana.Pria yang sudah puluhan tahun bekerja di Damkar Kota Tangerang itu juga berharap, agar kantor Damkar UPT Ciledug tidak terendam banjir lagi sehingga tidak menganggu aktivitas petugas saat bekerja.

“Ini kan lokasinya memang rendah.Ya harusnya ditinggikan. Lama lama ya rusak semua.Minimal halaman parkir tidak terendam,” ujarnya.(lla)

Lurah Cipondoh Pantau Lokasi Genangan Air

Lurah Cipondoh, Muftiawan meninjau lokasi yang tergenang air di wilayah RT 04/03, Kelurahan Cipondoh, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu (17/2/2021). Foto:angga.

FORWAT, KOTA TANGERANG – Hujan yang mengguyur Kota Tangerang membuat beberapa wilayah terendam air. Hal itu diduga karena, tingginya debit air sehingga sungai tidak dapat menampung.

Seperti di wilayah RT 04, RW 03, Kelurahan Cipondoh, Kecamatan Cupondoh, Kota Tangerang. Ditemui genangan air setinggi mata kaki orang dewasa.

“Di wilayah RW 03 hanya genangan, bukan banjir. Genangan itu juga tidak berangsur lama, hanya beberapa jam saja akan surut,” ujar Lurah Cipondoh, Muftiawan saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (16/2/2021).

Lurah menjelaskan, saluran air yang ada di wilayah RW 03 mengalir ke kali sipon. Jadi, ketika kali sipon sudah tidak mampu lagi menampung air, maka air yang ada di pemukiman warga akan berbalik. “Selain itu, ketinggian kali juga lebih tinggi daripada jalan yang ada di RW 03,” terangnya.

Lanjut Lurah, dirinya mengaku telah mengirimkan surat permohonan bantuan kepada dinas terkait untuk dibangunkan sodetan atau drainase pendung kali tersebut.

“Kita sudah kirimkan nota dinas ke DPUPR Kota Tangerang untuk permohonan pembuatan salurab air pendukung,” ungkapnya.

Terpisah, warga RT 04/03, Rohani saat ditemui mengatakan bahwa banjir masuk hingga ke dalam rumah. Hal itu membuat dirinya cemas.

“Air masuk kedalam rumah sekitar jam 3 malam. Saya m khawatir akan rumah saya terendam banjir jika hujan tidak terus menerus dengan durasi yang cukup lama,” katanya.(angga)

BPBD Klaim Tidak Ada Banjir di Kota Tangerang Meski Air Hujan Masuk ke Rumah Warga

Banjir di wilayah Kavling DPR blok A, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang.

FORWAT, KOTA TANGERANG – Itensitas hujan yang tinggi mengguyur wilayah Kota Tangerang membuat beberapa wilayah terendam air. Tingginya debit air membuat drainase tidak mampu menampung sehingga air masuk ke rumah warga.

Namun demikian, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang menyatakan bahwa di wilayah Kota Tangerang tidak ditemui adanya lokasi banjir. Menurutnya, air yang masuk ke dalam rumah warga setinggi lutut orang dewasa itu hanya genangan.

“Masih belum ada laporan adanya banjir di Kota Tangerang. Kalau genangan bukan ke kita om, tapi ke SDA,” singkatnya.

Untuk diketahui, di wilayah Kavling DPR, Blok A, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Cipondog, Kota Tangerang banjir setinggi lutut orang dewasa. Bahkan, air sudah masuk ke dalam rumah-rumah warga.

Adin, salah seorang korban banjir mengatakan, air mulai masuk ke dalam rumah warga saat hujan deras tadi pagi. Hingga saat ini, warga masih kebanjiran di dalam rumah mereka. Sebagian keluar rumah dan berdiri terpaku.

“Bagaimana ini, setiap kali turun hujan terjadi banjir. Gudang dibangun tanpa drainase dibiarin, warga yang jadi korban. Lihat, air sudah masuk rumah warga,” kata Adin, Selasa (16/2/2021).

Warga pun berharap, kawasan pegudangan yang berada di Kavling DPR, dapat dievaluasi kembali. Terutama saluran airnya yang banyak diabaikan. Sehingga, saat turun hujan lebat, pemukiman warga selalu kebanjiran.

“Kami sebagai warga biasa tidak biasa berbuat apa-apa lagi. Kami sudah sering teriak, sampai suara habis. Tetapi tidak juga ada tindakan dari pemerintah. Kami merasa dikorbankan demi gudang-gudang itu,” pungkasnya.(angga)

18 Truk Angkut Sampah di Pabuaran Tumpeng

Pasca banjir sampah menumpuk di wilayah Kelurahan Pabuaran Tumpeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Senin (6/1/2020)

FORWAT, KOTA TANGERANG – Pasca banjir yang melanda di wilayah Kota Tangerang kini menyisakan tumpukan sampah. Tidak terkecuali di wilayah Kelurahan Pabuaran Tumpeng, Kecamatan Karawaci.

Lurah Pabuaran Tumpeng, Ujang Soleman mengatakan ada sekitar seribu kepala keluarga yang terdampak banjir di Perumahan Benua Indah.
dari enam RW di lokasi itu telah dilakukan pengangkutan sampah dengan mengunakan truk Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Hari ini ada sekitar 18 truk sampah yang diangkut,” kata Lurah, Senin (6/1/2020).

Kegiatan pengangkutan sampah sisa banjir itu, jelas Lurah, telah dimulai sejak Sabtu, (4/1/2020).
Setiap harinya, rata rata sampah yang diangkut sebanyak 18 truk.

Selain mengunakan truk, sampah juga diangkut dengan mengunakan Bentor.

“Kita utamakan sampah basah dahulu. Ya, target kami dua hari kedepan sudah selesai. selain di Benua titik banjir juga di Perumahan Taman Danau,” imbuhnya.

Lurah juga berpesan kepada warganya agar tetap menjaga dan menata lingkungannya. Pasalnya banyak tanaman dan saluran air yang terdampak banjir.

“Setelah sampah terangkut semua kita akan kerja bakti membersihkan sarang nyamuk dan fogging.
Kita nanti koordinasin dengan Puskesmas”,pungkas Ujang (lla)