Kadis Budpar Kota Tangerang Akui Peserta Kang dan Nong Terpapar Covid 19

Peserta Kang dan Nong saat tampil di malam Grand Final, Jumat (11/6/2021).

FORWAT, KOTA TANGERANG — Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Tangerang, Ubaidillah Anshar mengakui bahwa terdapat peserta Grand Final Kang dan Nong yang terpapar covid-19. Hal itu terungkap setelah puskesmas Cipondoh melakukan swab antigen.

“Ini berawal pada salah satu peserta. Dia ngakunya punya asam lambung. tapi saya lihat agak parah, dan anak ini maksa ingin tampil pada malam grand final saat itu. Kita sudah larang dia, tapi tetap maksa,” ujar Kadis Budpar, Ubaidillah Anshar saat dikonfirmasi, Selasa (15/6/2021).

Ubaidillah menambahkan, di lokasi kegiatan terdapat tenaga medis, dan salah satu peserta Kang dan Nong itu diberikan bantuan pernafasan (oksigen). Guna menghindari hal yang tidak diinginkan, peserta yang mengalami sesak nafas dilarikan ke IGD Puskesmas Cipondoh.

“Setibanya di puskesmas peserta ini dilakukan tes swab, dan hasilnya reaktif. Untuk data jumlah peserta yang reaktif Kabid Boyke yang tau,” imbuhnya.

Lanjut Ubaidillah, keesokan harinya peserta yang mengalami sesak nafas itu kembali dilakukan tes swab dan hasilnya tidak diketahui. Namun kata dia, guna mengantisipasi adanya penyebaran covid 19 kepada peserta lain dan pengunjung, maka dirinya meminta dilakukan tes swab secara keseluruhan.

“Waktu di swab ulang anak ini kondisinya sudah sedikit membaik sehingga hasil swab-nya ngacak, nggak ketahuan. Tapi saya minta ke puskesmas agar di swab ulang semua biar aman,” ungkapnya.

Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Tangerang, Ubaidillah Anshar.

Menurut Ubaidillah, panitia kegiatan telah menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Mulai dari karantina peserta sampai dengan hari H.

“Selama peserta di karantina kita terapkan prokes. Makan kita sediakan nasi box dan peserta makan di dalam kamar guna menghindari adanya interaksi antar peserta. Sementara itu, waktu acara berlangsung tidak semua orang tua dapat hadir di lokasi kegiatan. Bahkan, yang hadir dalam kegiatan itu kita wajibkan membawa hasil swab. Prokes di kita sudah maksimal, tapi kita gak tau ini darimana terpapar covidnya,” paparnya.

Sementara itu, saat disinggung soal anggaran kegiatan yang tidak di acc oleh DPRD Kota Tangerang dirinya mengaku bahwa hal tersebut tidak benar. Pasalnya, kegiatan tersebut menggunakan APBD Kota Tangerang Tahun 2021.

“Gimana gak disetujui dewan, ini buktinya ada anggarannya dibawah dua ratus juta. Anggaran ini kita gunakan untuk honor juri, honor pelatih, hadiah peserta, biaya karantina, dekorasi, dan biaya lainnya,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Tangerang, Gatot Wibowo saat ditemui mengatakan bahwa hari ini kita akan hearing dengan Dinas Budpar guna menanyakan persoalan tersebut dan diminta pertanggung jawabannya.

“Kita akan hearing, akan kita bahas secara jelas dalam pertemuan siang ini,” singkatnya.(ngga)

Leave a Reply

Your email address will not be published.