Buruh PT Sulindafin Geruduk Kantor BPJS Kesehatan Cikokol

Forwatnews, Kota Tangerang – Puluhan Buruh PT.Sulindafin yang tergabung dalam Serikat Buruh Garmen Tekstil dan Sepatu (SBGTS) bersama Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) melakukan aksi protes didepan Kantor Cabang BPJS Kesehatan, Cikokol, Kota Tangerang, Kamis (22/4/2021).

Aksi solidaritas itu dipicu atas tindakan BPJS Kesehatan dalam menangguhkan kepesertaan BPJS salah seorang buruh PT.Sulindafin bernama Jamhari yang mengalami sakit hernia akut dan harus dioperasi di Rumah Sakit Mulya, Kota Tangerang beberapa hari yang lalu.

Jamhari yang juga anggota SBGTS-GSBI yang ditangguhkan kepesertaan BPJS Kesehatannya dan harus mengeluarkan biaya sebesar Rp12.318.700.

Selesai operasi, dari tagihan sebesar Rp12.318.700 tersebut Jamhari hanya mampu membayar Rp 5000.000, sisanya dicicil selama tiga bulan dengan menjaminkan motor dan surat-suratnya di rumah sakit. Karena takut biaya semakin membengkak selesai operasi Jamhari langsung pulang kerumah.

Dalam orasinya, Ketua SBGTS-GSBI, Kokom mengatakan kalau BPJS Kesehatan sudah jelas jelas melanggar amanat undang undang 1945, bahwa kesehatan dan pendidikan menjadi tanggung jawab pemerintah.
“Ya, jelas jelas BPJS Kesehatan ini melanggar undang undang, karena kesehatan dan pendidikan menjadi tanggung jawab pemerintah,” katanya disela sela orasi.

Usai berorasi, akhirnya perwakilan buruh ditemui oleh Kepala Kantor BPJS Kesehatan Cabang Cikokol, Yudi Wahyudi yang didampingi oleh Siruaya Utamawan yang baru dilantik sebagai Dewan Pengawas BPJS Kesehatan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, 22 Februari 2021 lalu.

Dalam pertemuan itu, Kepala Kantor BPJS Kesehatan Cabang Cikokol, Yudi Wahyudi hanya terdiam dan tidak memberikan penjelasan. Sementara menurut Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Siruaya Utamawan mengatakan terkait perihal biaya di rumah sakit itu nantinya akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

“Soal menggadaikan motor (di Rumah Sakit-red) InsyaAllah akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan, tadi sudah kita komunikasikan pada prinsipnya oke, sepanjang pelayanan medisnya terpenuhi sesuai dengan resume medisnya, kalo diluar daripada itu nanti dikomunikasikan kembali,” jelas Siruaya Utamawan. (konang

Leave a Reply

Your email address will not be published.