Tender Ulang, Pembangunan Sistem Pengendalian Banjir Kali Ledug Timur Disoal LSM GP2B

Ketua LSM PG2B, H. Umar Admaja.

FORWAT, KOTA TANGERANG – Tender ulang Pembangunan Sistem Pengendalian Banjir Kali Ledug Timur disoal LSM PG2B. Tender dengan nilai pagu 5,9 Milyar itu saat ini pada tahap pembuktian kualifikasi dengan 3 kali perubahan waktu sesuai dengan jadwal pada laman LPSE. Sesuai jadwal, pada 13 April 2021, Pokja pemilihan akan menetapkan pemenang tender.

Menyikapi paket tender tersebut, Ketua LSM GP2B angkat bicara.

“Sejak tender pertama diumumkan pada laman LPSE Kota Tangerang, saya sudah memantau proses pemilihan untuk paket Pembangunan Sistem Pengendalian Banjir Kali Ledug Timur, dari proses pemilihan tersebut saya menikai adanya situasi yang tidak sesuai dengan etika dan prinsif pengadaan. Baik yang dilakukan oleh peserta maupun pokja”.

Untuk diketahui, pada tender pertama pokja pemilihan telah menetapkan sala. h satu peserta sebagai pemenang lelang tersebut. Tetapi pokja akhirnya membatalkan penetapan pemenang dan melakukan evaluasi ulang.

“Pada tender pertama pokja sudah menetapkan pemenang dan akhrnya membatalkannya dengan melakukan evaluasi ulang dan sampai informasi tender hilang pada laman LPSE”. Ujar Umar.

Lebih lanjut, Umar mengatakan bahwa dengan adanya pembatalan penetapan pemenang pada lelang pertama mengindikasikan bahwa pokja tidak maksimal dalam melakukan evaluasi dokumen penawaran dan diduga adanya intervensi dari pihak tertentu yang mengarah pada tindakan KKN.

“Pada lelang pertama, kami juga pernah menyampaikan mosi tidak percaya atas proses pemilihan dan kinerja Pokja paket tersebut, serta meminta kepada PA/KPA pada dinas PUPR Kota Tangerang untuk mengganti Pokja Pemilihan”. Tutur Umar

“Pada tender (ulang) ini, jika tidak ada perubahan jadwal, Pokja besok tanggal 13 April 2021 akan mengumumkan pemenang lelang yang lulus tahapan evaluasi dan prmbuktian. Saya berharap pada tender (ulang) ini akan menggasilkan pemenang lelang yang sesuai kualifikasi dan persyaratan sebagaimana telah di atur dalam dokumen pemilihan. Dan jika dalam proses tender (ulang) ini terdapat hal-hal yang tidak mencerminkan pemilihan yang sehat dan menghasilkan pemenang yang tidak sesuai kualifikasi, maka ini akan menjadi informasi yang akan disampaikan kepada pihak terkait,” pungkasnya.(angga)

Leave a Reply

Your email address will not be published.