Bangunan Starbucks dan Davit Car Wash di Cipondoh Terancam Disegel

Bangunan Starbuck di Jalan KH. Hasyim Ashari, Kelurahan Poris Plawad Indah, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, terancam disegel lantaran belum kantongi IMB.

FORWAT, KOTA TANGERANG – Bangunan Davit Car Wash dan Starbucks yang berlokasi di Jalan KH. Hasyim Ashari, Kelurahan Poris Plawad Indah, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang terancam disegel. Kedua bangunan tersebut dipastikan belum berijin setelah petugas Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangerang meninjau lokasi bangunan.

Kepala DPMPTS Kota Tangerang, Dedi Suhada saat dikonfirmasi, Senin (1/3/2021) mengatakan dirinya mendapat laporan masyarakat terkait kegiatan bangunan Davit Car Wash dan Starbucks yang berlokasi di wilayah Kecamatan Cipondoh. Menanggapi laporan itu, dirinya meminta pegawai DPMPTSP dalam hal ini bidang perijinan untuk melakukan kroscek.

“Untuk bangunan Davit Car Wash kita sudah kroscek dan hasilnya bangunan tersebut diketahui belum berijin. Maka, hari ini (Senin) kami telah mengirimkan surat ke Satpol PP Kota Tangerang untuk dilakukan penindakan. Tentunya, tindakan yang mesti dilakukan sesuai dengan yang tertera dalam Perda Kota Tangerang soal IMB,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Dedi Suhada, dirinya akan kembali bersurat ke Satpol PP Kota Tangerang terkait bangunan starbucks yang keberadaannya tidak jauh dari bangunan Davit Car Wash.

“Hari ini bagian IMB di DPMPTSP Kota Tangerang juga sudah cek bangunan starbucks. Disana kita tidak menemui owner, sehingga kita hanya mendapatkan nama perusahaannya,” imbuh Dedi.Dedi menambahkan, setelah mengetahui nama perusahaannya kami lakukan pengecekan data permohonan IMB dan arsip di database yang dimiliki oleh DPMPTSP. Namun, nama perusahaan tersebut tidak terdaftar.

“Kita cek di permohonan IMB dan di database kami bahwa nama perusahaan tersebut belum terdaftar. Menanggapi soal ini, kita akan kirimkan surat ke Satpol PP untuk melakukan tindakan, jika memang belum berijin bisa dilakukan penyegelan,” paparnya.

Untuk diketahui, sebelum berdirinya bangunan starbuck, di lokasi tersebut merupakan bangunan minimarket. Sehingga, starbucks saat ini mengandalkan IMB bekas minimarket yang dikeluarkan pada 8 Juni 2009 yg ditandatangani Walikota Tangerang, Agus Sugiono.

“Perubahan itu tetep harus dikonsultasikan dulu ke DPMPTSP. Nanti kita liat peruntukannya masih sesuai apa engga. Luas tanah berubah apa engga. Luas bangunan berubah apa engga. Apa hubungannya antara pemilik cafe ama pemilik toko. Ya banyaklah yg harus dikonsultasikan,” tutup Dedi Suhada.

Terpisah, Kasi Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Tatang saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui surat yang dikirim oleh DPMPTSP. Namun, dirinya akan mengkroscek esok hari bagian surat masuk.

“Belum tau bang, besok saya cek sudah ada atau belum surat dari perijinan,” singkatnya.(angga)

Leave a Reply

Your email address will not be published.