Wakil Ketua DPRD Sidak Pembangunan Menara Sutet di Neroktog

Wakil Ketua II DPRD Kota Tangerang, H. Kosasih (kiri) didampingi Lurah Neroktog, Nur Hasan (kanan) melakukan sidak di lokasi pembangunan menara sutet di RT 02/06, Kelurahan Neroktog, Kecamatan Pinang, Selasa (20/10/2020). Foto:angga.

FORWAT, KOTA TANGERANG – Wakil Ketua II DPRD Kota Tangerang, H. Kosasih melakukan inspeksi dadakan (sidak) pekerjaan pembangunan menara sutet milik PT. PLN Persero di wilayah RT 02/06, Kelurahan Neroktog, Kecamatan Pinang, Selasa (20/10/2020) pagi.

Wakil rakyat dari fraksi Golkar ini sidak atas dasar aduan masyarakat, bahwa dalam pembangunan menara sutet warga terdampak belum mendapatkan kompensasi.

“Sampai dengan saat ini pihak perusahaan listrik milik negara belum memberikan kompensasi terhadap warga terdampak,” ujar Kosasih.

Kosasih menambahkan, sebelumnya warga pernah melakukan beberapa kali pertemuan dengan pihak PLN dan kontraktor dalam hal ini PT. Bukaka. Pertemuan itu membahas rencana pencairan dana kompensasi.

“Meski pernah melakukan pertemuan, namun sampai saat ini pihak PLN belum juga menepati janjinya. Saya harap PLN segera memberikan hak warga kami, apalagi dengan kondisi pandemi seperti ini mereka (warga) sangat membutuhkan,” tuturnya.

Kosasih menjelaskan, saat sidak dirinya didampingi salah seorang yang diutus oleh pihak PT Bukaka atas nama Ardi. Namun, kehadiran Ardi tak menyelesaikan persoalan.

“Hari ini pihak PLN tidak hadir dan hanya diwakili oleh seorang pegawai dari kontraktor. Dia tidak bisa memberikan jawaban pasti kapan kompensasi akan dicairkan,” katanya.

Pada kesempatan itu, Kosasih juga melakukan komunikasi dengan pihak PLN melalui sambungan telepon seluler milik pegawai PT. Bukaka.“Barusan saya konfirmasi ke pihak PLN bahwa menurut dia kompensasi dapat dicairkan ketika menara sudah berdiri, tepatnya sebelum penarikan kabel. Selain itu, kompensasi hanya diberikan kepada warga yang berada di aekitar menara dengan radius 14 meter dari titik tengah menara,” ujarnya menurut keterangan pihak PLN.

“Saya kurang sepakat jika radius hanya 14 meter dari titik tengah menara, pasalnya bangunan menara ini kurang lebih memiliki ketinggian sekitar 50 meter. PLN menyatakan bahwa hal tersebut sudah tertera dalam Peraturan Menteri. Jadi siang ini saya minta Kelurahan untuk bersurat ke PLN guna menanyakan kapan kompensasi diberikan, dan aturan dalam pembangunan menara sutet seperti yang katanya sudah ada di Peraruran Menteri,” imbuhnya.

Selain soal kompensasi, Kosasih juga menyinggung soal pekerjaan menara yang dilakukan oleh PT. Bukaka. Dirinya merasa miris melihat kondisi rumah warga yang tepat di samping lokasi proyek. Penggalian tanah yang digunakan untuk menanam kaki menara tersebut sangat dekat dengan dinding rumah warga.

“Kita lihat penggalian tanah yang dilakukan juga mepet dengan rumah warga. Bahkan, tanah yang berada tepat di bawah dinding rumah sampai berlubang,” terangnya.

Melihat hal itu, Kosasih meminta agar PT Bukaka dapat memperhatikan keselamatan warganya. Keamanan pada lokasi proyek wajib diutamakan.

“Saya minta dalam pekerjaan pembangunan menara PT Bukaka dapat mengutamakan keselamatan warga sekitar,” pungkasnya.(Angga)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.