Lurah Cipondoh Indah Gelar Panen Raya di Kampung Saungkuriang

Lurah Cipondoh Indah, Khotibul Imam (kanan) menunjukan hasil panen di Kampung Saungkuriang, Sabtu (10/10/2020). Foto:angga.

FORWAT, KOTA TANGERANG – Lurah Cipondoh Indah, Khotibul Imam, bersama Ketua Forum Kampung Sangkuriang, Aris Wiyono beserta pengurus, Ketua RW, Ketua RT, para kader dan warga RW 01 menggelar panen raya di kampung Saungkuriang yang berlokasi di Perumahan Poris Indah, RT 1, RW 8, Kelurahan Cipondoh Indah Kecamatan Cipondoh, Sabtu (10/10/2020) pagi. Pada kesempatan itu, turut dihadiri maestro go green Ir. Bambang Irianto “Glintung” Jawa Timur.

Lurah Cipondoh Indah, Khotibul Imam saat ditemui disela-sela kegiatan mengatakan bahwa kedatangan inisiator Bambang Irianto disambut baik oleh pengurua kampung saungkuriang beserta jajarannya dan warga setempat.

“Terimakasih pak Insinyur Bambang Irianto yang telah berkunjung di kampung ini. Terimakasih atas masukan-masukannya guna mengelola dan mengembangkan kampung yang ada berlokasi di wilayah Kelurahan Cipondoh Indah,” ujarnya.Lurah menjelaskan, panen raya dilakukan bersama pengurus kampung saungkuriang, para RT dan RW, serta warga setempat. Adapun hasip daripada oanen raya ini yaitu diantaranya, sayur kangkung, pakcoy, cesin, dan ikan lele.

“Hasil panen ini kita nikmati bersama, kita bagi-bagikan ke warga untuk dikonsumsi,” jelasnya.Lanjut Lurah, dirinya berharap kekompakan warga RW 01 ini dapat terus dijaga, terutaka dalam menjaga dan merawat kampung saung. “Saya harap kampung saungkuriang ini dapat terus durawat, jangan hanya temporer. Sehingga, dengan adanya kampung saungkuriang dapat membantu warga dalam hal ketahanan pangan,” terangnya.

Masih Lurah, selain melakukan panen raya dirinya juga membagikan bibit cabe, terong, dan kangkung dari Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan.Ditempat yang sama, Ir Bambang Irianto mengatakan bahwa dirinya mengaprrsiasi atas kekompakan pengurus kampung Saungkuriang yang sampai saat ini masih dapat menjaga dan merawat kampung tersebut.

“Dalam era pandemi covid 19 terjadi perubahan budaya manusia, stay at home life style. Maka ketahanan utama dalam kondisi ini menjadi pilar utama. Saat ini yang terpenting manusia tercukupi kebutuhan pangan, sehingga dengan kampung saungkuriang ini dapat memenuhi kebutuhan pangan bagi warga setempat,” katanya.

Lanjut Bambang, selain mengandalkan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang ada, dirinya juga berpesan agar masyarakat memiliki inovasi dalam segi ketahanan pangan.

“Apabila hanya mengandalkan Pemerintah Daerah, jangan harap warga dapat memenuhi kebutuhan pangan untuk keluarganya. Ayok kita sama sama menam sayur mayur guna kepentingan kita bersama khususnya untuk ketahanan pangan,” pungkasnya.(angga)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.