Pijat Plus di Cipondoh Layani Tamu Rp.500 Ribu

FORWAT, Kota Tangerang – Andriyanto (bukan nama sebenarnya) hanya bisa pasrah saat ketahuan tengah berduaan dengan salah seorang perempuan yang diduga pekerja sek komersial (PSK). Keduanya diduga berbuat mesum di dalam kamar panti pijat griya di wilayah Kecamatan Cipondoh, Kota Tangeramg, Selasa (1/9/2020) dinihari.

Awalnya, pria hidung belang itu sempat berkilah dirinya hanya sebatas melakukan pijat refleksi, namun dirinya tidak dapat mengelak saat petugas memintanya untuk mengenakan kembali pakaian dan celananya, tanpa disengaja petugas mendapati Andriyanto masih mengenakan alat kontrasepsi.

“Awalnya dia sempat ngamuk dan membentak – bentak petugas, namun saat salah satu anggota memintanya untuk memakai celananya anggota melihat dia masih memakai kondom, karna waktu digerebek dia didapati masih memakai semacam kimono handuk,”kata Saprudin Kasie Hubungan antar lembaga yang saat itu bertindak sebagai penyidik.

Saprudin menuturkan, selain mengamankan Andri dirinya juga mengamankan ERN salah seorang terapis yang diduga menyediakan layanan esek – esek.

“Berdasarkan pengakuan ERN yang diduga menyediakan layanan Plus Plus, ia memasang tarif Rp.170 ribu untuk jasa pijat dan Rp.500 ribu untuk layanan plus – plus. Untuk pasangannya kami lakukan pendataan dan diminta membuat surat pernyataan yang isinya tidak akan mengulangi lagi perbuatannya,”jelasnya.

Masih kata Saprudin, bahwa dalam giat itu pihaknya melakukan penyisiran di wilayah Kecamatan Cipondoh dan mendapati dua panti pijat yang diduga menyediakan layanan birahi dan berhasil mengamankan beberapa perempuan yang diduga sebagai PSK.

“Di sekitaran Jalan Benteng Betawi, kita mendapat 5 orang yang diduga PSK dari dua griya pijat tradisional, namun setelah kami dalami hanya satu yang bisa kami kirim ke dinas sosial untuk dilakukan pembinaan lanjutan karna setelah kami lakukan pemeriksaan sisanya tidak terbukti melakukan kegiatan prostitusi,”jelasnya.

A. Ghufron Falfeli, Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang membenarkan kegiatan operasi rutin itu. Tujuannnya hanya sebatas melakukan monitoring ke beberapa bidang usaha yang dibatasi dan dilarang untuk beroprasi dimasa PSBB lanjutan.

“Saat melintas disalah satu Griya Pijat kami mendapati beberapa kendaraan bermotor terparkir, awalnya pengelola griya pijat itu mengaku tutup, namun anggota kami yang curiga mencoba memeriksa beberapa bilik kamar di griya pijat tersebut alhasil anggota menemukan beberapa orang yang diduga terapis tengah melayani pelanggannya.Ya, satu diantaranya kedapatan masih menggunakan kontrasepsi,”jelas Ghufron kepada wartawan.

Ia menjelaskan, kedua griya pijat yang melanggar PSBB itu, akhirnya disegel petugas untuk mengikuti protokol kesehatan agar meminimalisir dan memutus mata rantai penyebaran covid-19.

“Sesuai arahan Kasatpol PP dan mengamankan kebijakan pemerintah. Kita akan terus bergerak disetiap malamnya untuk memastikan segala bentuk kegiatan dan usaha yang berpotensi membuat keramaian sehingga penyebaran covid-19 dapat terkendali, karena kita ketahui bersama saat ini kota Tangerang masuk kedalam zona Orange,”tuturnya.

Ia berharap, semua elemen masyarakat dapat turut berperan aktif dengan ikut melaporkan segala kegiatan yang berpotensi menggangu kenyamanan dan keamanan ditengah pandemi seperti sekarang ini.

“Laporkan kepada kami setiap kegiatan yang berpotensi membuat kerumanan dan mengganggu kenyamanan, InsyaAllah akan kami tindaklanjuti sesegera mungkin,”tukasnya. (Frwt)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.