Korban (PH) saat menunjukan barang bukti kwitansi pembayaran uang kepada oknum PNS berinisial (FI) foto: forwatnews

Forwat, Kota Tangerang – Seakan tak pernah jera, kasus dugaan penipuan kembali dialamatkan oknum aparatur sipil negara (ASN) atau biasa disebut pegawai negeri sipil (PNS) di lingkup Pemerintahan Kota (Pemkot) Tangerang. Kali ini dugaan dilakukan oleh salah seorang Kepala Seksi (Kasie) di Kelurahan Kreo Selatan, Kecamatan Karang Tengah berinisial (FI).

Berdasarkan informasi yang diperoleh, diketahui (FI) diduga melakukan tindakan melawan hukum. Yaitu menjanjikan seseorang (korban) untuk masuk kerja sebagai pegawai di lingkup Pemkot Tangerang dengan meminta imbalan uang hingga puluhan juta rupiah.

Seperti yang dialami PH (22). Gadis yang masih kuliah di Tangerang itu mengaku diiming imingi oknum (FI) masuk kerja di Dinas Pendidikan Kota Tangerang. Namun hingga saat ini janji itu tidak pernah terrealisasi. Untuk masuk kerja menjadi pegawai Pemkot Tangerang itu PH dimintai uang hingga mencapai puluhan juta rupiah.
PH membayar uang itu dengan cara dicicil sejak tahun 2018 lalu.

“Saya sudah beli seragam.Janjinya sih mau dimasukin kerja di Dinas Pemkot Tangerang,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Saat dikonfirmasi Lurah Kreo Selatan, Warsito membenarkan adanya dugaan kasus yang melibatkan anak buahnya tersebut. Warsito mengaku
kasus itu terjadi sebelum dirinya menjabat Lurah Kreo Selatan.

“Ya, itu terjadi sebelum saya jabat disini. Ada warga yang datang kesini menanyakan. Saya sudah kasih teguran ke yang bersangkutan,” ungkapnya.

Sejak kasus dugaan penipuan itu ramai dibicarakan, (FI) diketahui jarang masuk kantor alias membolos. Meski begitu,Lurah mengaku tidak ada pekerjaan dan pelayanan yang terganggu di kantornya.
“Kami sudah laporkan ke badan kepegawaian (BKPSDM.red).Karena yang bersangkutan jarang masuk kerja. Ya ini jelas mencoreng nama baik kami,” tegasnya.

Hal yang sama dikatakan Camat Larangan, Muhamad Marwan. Bahwa kasus dugaan penipuan yang menjerat (FI) itu terjadi saat dirinya belum menjabat sebagai Camat Larangan. Dirinya baru mengetahui informasi setelah ada laporan dari warga yang datang ke kantornya. Marwan juga mengatakan kalau kasus dugaan tindak pidana itu kini telah ditangani aparat kepolisian Polres Metro Tangerang Kota.Pihaknya juga sudah melaporkan kelakuan (FI) ke Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

“Itu kasusnya sudah dilaporkan ke Polres. Sebagai atasan saya telah menjalankan kewajiban. Kami sudah buat teguran dengan melaporkan ke BKPSDM. Kalau kasus hukumnya bukan ranah kami, itu aparat kepolisian,”katanya, Senin (20/7/2020)

Saat dikonfirmasi Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Burhanuddin membenarkan adanya laporan kasus dugaan melawan hukum.tersebut. Saat ini, pihaknya sedang memburu keberadaan pelaku yang diketahui sebagai ASN aktif.
“Ya benar, kami sedang tangani. Kita sedang cari keberadaannya,” ungkapnya.

Terkait hal tersebut, beberapa waktu lalu saat wartawan menyambangi Kantor Kelurahan Kreo Selatan untuk mengkonfirmasi kabar tersebut, terduga (FI) tidak ada di lokasi dan hingga berita ini dirilis yang bersangkutan belum bisa ditemui.

Sebelumnya beberapa waktu lalu,Jumat (3/7/2020) diberitakan bahwa aparat Kepolisian Polres Metro Tangerang Kota telah mengungkap kasus Penipuan yang serupa. Yaitu menjerat, DR (39) pegawai Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang. Modusnya menjanjikan seseorang (korban) menjadi pegawai tenaga harian lepas (THL) dan ASN di Lingkup Pemkot Tangerang dengan meminta imbalan uang kepada korban hingga puluhan juta rupiah.

Selama menjalankan aksinya sejak tahun 2016, oknum staf bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi (RR) di BPBD itu telah meraup keuntungan hingga Rp 600 juta dengan korban puluhan orang. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka DR dijerat dengan pasal 378 dan atau pasal 372 pasal KUHP.(lla)

Leave a Reply

Your email address will not be published.