Jual Obat Ilegal, Toko Kosmetik Digerebek Satpol PP Kota Tangerang

Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang saat menggeledah salah satu toko kosmetik yang terindikasi menjual obat-obatan ilegal, Selasa (9/4/19).

Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang saat menggeledah salah satu toko kosmetik yang terindikasi menjual obat-obatan ilegal, Selasa (9/4/19).

FORWAT, KOTA TANGERANG -Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serius memerangi penyakit masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan gemcarnya  razia.

Kali ini, Satpol PP Kota Tangerang melalui bidang Penegakan Produk Hukum Daerah (Gakumda) melakukan penegakan Perda Kota Tangerang nomor 8 tahun 2018 tentang Ketentraman Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat, Selasa (9/4/2019).

Razia dipimpin langsung Kepala Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang didukung Kasi Penegakan Tatang Sumantri, Kasi Hubungan Antar Lembaga Ahmad Payumi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Gakumda serta melibatkan unsur Satuan Sabhara dan Satuan Intelkam Polres Metro Tangerang Kota juga PPNS Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Tapiannauli.

Dalam kegiatan tersebut, tim kalong wewe Gakumda Satpol PP Kota Tangerang menggerebek toko kosmetik yang menjual obat – obatan secara ilegal. Adapun barang bukti yang berhasil diamankan yaitu diantaranya ratusan butir Tramadhol, Hexymer, Dumolid, Alfazolam, Merlopam dan obat kategori K lainnya, dari beberapa kios.

Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang saat ditemui di lokasi penggerebekan mengatakan bahwa, dari sekian banyaknya obat ilegal merupakan milik Anks Akbar, Hasmumi, dan Faisal. Ketiganya langsung digelandang ke Pengadilan Negeri Tangerang untik disidangkan.

 

Barangbukti obat ilegal yang dijual ditoko kosmetik disita petugas Satpol PP Kota Tangerang.

Barangbukti obat ilegal yang dijual ditoko kosmetik disita petugas Satpol PP Kota Tangerang.

“Dalam persidangan, jaksa M Erlangga SH dan hakim Hari Suptanto SH MH menyatakan ketiga penjual obat kategori K, dan dinyatakan bersalah melanggar Perda Kota Tangerang nomor 8 tahun 2018 tentang Ketentraman Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat. Akibat perbuatannya Anis Akbar, Hasmuni dan Faisal masing-masing divonis hukuman denda 500 ribu rupiah,” ujarnya.

Dijelaskan Kaonang, penggerebekan dilakukan berdasarkan laporan masyarakat, tentang adanya toko kosmetik yang menjual obat keras tanpa resep dokter atau ilegal. Obat yang dijual toko-toko tersebut tergolong berbahaya.

“Ada warga yang melapor, anaknya berperilaku aneh dan sering minta uang. Setelah ditelusuri, si anak itu kerap menuju ke toko kosmetik. Ternyata di toko itu si anak membeli obat-obat yang membuat ketergantungan. Dari laporan warga ini maka kami lakukan pendalaman,” terang Kaonang.

Lanjut Kaonang, Tramadol dan Hexymer banyak dikonsumsi remaja. Lantaran harganya yang murah dan banyak dijual di toko-toko kosmetik secara ilegal.

“Mereka yang mengkonsumsi itu akan merasa fly (terbang). Dampak lainnya yaitu merusak saraf, ketergantungan dan menjadi anak yang tidak produktif. Ini adalah racun bagi generasi bangsa,” tutupnya.(Adv)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.