Dishub Sosialisasikan Jalur BRT Trans Kota Tangerang Koridor 13

IMG-20181211-WA0060

FORWAT, Kota Tangerang – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang menggelar sosialisasi jalur BRT Trans Kota Tangerang, Selasa (11/12/2018) bertempatĀ di Aula Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang.

Sosialisasi Peningkatan layanan angkutan umum yang aman, nyaman dan teratur itu dihadiri anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang, Sjaifuddin Z Hamidin, Ketua Organda, Lubis dan puluhan sopir angkutan umum, masyarakat dan siswa sekolah.

Bambang Dewanto, Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dishub Kota Tangerang mengatakan, kegiatan tersebut untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang angkutan umum massal Kota Tangerang yaitu BRT Trans Kota Tangerang.

“Untuk koridor 13 yang ada di Ciledug, sebelum kita laksanakan jadi disosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat, agar kita tahu apa yang menjadi permasalahan-permasalahan supaya kita juga bisa mencarikan solusi yang terbaik,” terang Bambang, Selasa (11/12/2018).

Bambang menambahkan, untuk pengusaha dan pengemudi angkutan umum tidak hanya kali ini saja, namun sosialisasi ini akan terus berkelanjutan hingga tahun 2019 mendatang.

“BRT biasanya menimbulkan permasalahan seperti kurangnya penghasilan, karena rizki dan penumpang mereka diambil oleh BRT, sebenarnya tidak juga seperti itu. Sebab pemberhentian BRT itu kan terbatas, tidak seperti angkutan umum yang bisa ambil penumpang dimana saja. Tapi kalau BRT kan ada tempat pemberhentian khusus,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, bahwa keberadaan BRT tidak ingin menggangu keberadaan angkutan umum danĀ  tidak menggangu lintasan yang sudah ada.

“Meski di undang-undang angkutan masal harus melintas dijalur utama, akan tetapi kita tetap mencarikan solusi. Seperti lewat jalur belakang GLC atau angkutan umum kita jadikan pengumpan,” ungkapnya.

Dengan adanya sosialisasi tersebut Bambang berharap, sosialisasi ini bisa lebih intens, dan para pengemudi angkutan umum bisa mendapat bimbingan teknis.

“Seperti yang dikatakan oleh sopir angkutan umum tadi, mereka tidak pernah mendapatkan bimbingan. Seperti cara mengemudi yang baik agar penumpang juga bisa mendapat jaminan keselamatan. Akan tetapi itu juga kan butuh anggaran yang membadai,” tandasnya. (aputra)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.