FIF Group Pidanakan Pasangan Suami Isteri Pemalsu KTP

IMG-20180903-WA0058

FORWAT, Kabupaten Tangerang – Terbukti memalsukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Pasangan suami istri, Sunariyah dan Riswandi warga Kabupaten Tangerang harus mendekam di bui. Keduanya tertangkap tangan memberikan dokumen palsu saat akan menjadi konsumen PT. Federal International Finance (FIF GROUP).

Tersangka telah diputus oleh Pengadilan Negeri Tangerang pada Senin (27/8) lalu, terbukti melanggar pasal 266 KUHP tentang pemalsuan data authentik.

Untuk Sunariah alias Sumilah dikenakan vonis kurungan penjara selama tiga bulan denda Rp5 juta subside satu bulan. Sedangkan, Suami Sunariyah yakni Riswandi alias Durahman dikenakan kurungan penjara satu tahun, denda Rp5juta subsider satu bulan.

Branch Manager FIFGROUP Cabang Tangerang, Freddy Febriyanto menyatakan hal ini sebagai bentuk penegakan hukum atas tindakan melawan hukum yang dilakukan oleh pelaku. Sekaligus supaya menimbulkan efek jera bagi oknum2 yang lain. Selain itu, lanjut Freddy, pihaknya juga akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat supaya tidak mudah memberikan dokumennya kepada pihak lain untuk digunakan sebagai syarat pengajuan kredit dengan imbalan tertentu karena kuatir akan disalahgunakan.

Dari hasil pengembangan pihak kepolisian, satu orang komplotan mereka yang bertindak sebagai penyuplai blanko KTP ikut ditangkap di daerah Jakarta Timur.

Dari pengembangan tersebut  akhirnya diketahui bahwa mereka memang merupakan komplotan spesialis pemalsu dokumen yang selama ini sering beroperasi di wilayah Banten.

Dalam menjalankan aksinya, modusnya adalah dengan merubah alamat kartu identitas dan dengan penampilannya selalu berubah-ubah. Tertangkapnya, adalah saat FIF GROUP melakukan pameran di Metropolis Town Square, bulan Maret lalu.

Pelapor, Yofi Friyadi mengatakan pada saat kejadian mendapatkan informasi dari team di pameran bahwa ada calon konsumen yang mengajukan pembiayaan dengan menggunakan data palsu dan ternyata pelaku memang sebelumnya pernah melakukan perbuatan serupa di daerah Cikande. Pihaknya langsung meminta petugas keamanan mall untuk mengamankan pelaku.

“Saat digeledah tas pelaku, kita mendapati tumpukan KTP, dengan foto kedua pelaku namun isi identitasnya berbeda-beda,” ujar pegawai FIF GROUP Tangerang tersebut.

”Jadi, mereka tertangkap tangan oleh kita. Modusnya, membuat identitas palsu, setelah dapat barang, kemudian kabur atau menghilang,” tandasnya.(whyu)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.