Buruknya Pelayanan Puskesmas Panunggangan, Diduga Sebabkan Bayi Murniati Meninggal

IMG-20180531-WA0070

Satoniha Dachi  saat di wawancara forwatnews, Kamis (31/5/2018).

FORWAT, Kota Tangerang  — Musibah menimpa pasangan suami isteri, Satoniha Dachi (29) dan Murniati Mendrofa (30) warga RT04/05 Kelurahan Panunggangan, Kecamatan Pinang. Bayi yang dikandung Murniati meninggal sebelum mendapat perawatan di Rumah Sakit Insan Permata, Keluarahan Paku Jaya Kecamatan Serpong Utara, Tangerang Selatan.

Satoniha Dachi menuturkan
peristiwa tersebut terjadi pada, Sabtu (26/5/2018) lalu, saat itu sang isteri (Murniati) mengalami kontraksi dan dibawa ke bidan terdekat. Namun karena keterbatasan alat medis, bidan tersebut menyarankan ke Puskesmas untuk mendapat rujukan.

“Saya tanggal 26 Mei pagi ke salah satu bidan yang berada di dekat rumah. Bidan mengaku tidak sanggup menangani proses persalinan, dan menyarankan untuk pergi ke Puskesmas Panunggangan,” ujar Satoniha saat ditemui dikediamannya, Kamis (31/5/2018).
Tak menunggu lama, atas saran bidan itu, Satoniha langsung mendatangi Puskesmas Panunggangan. Saat itu kata Satoniha, sang isteri telah menggeluarkan darah dan tak sempat duduk. Dalam keadaan genting itu petugas Puskesmas hanya menyarakan suami isteri itu pergi ke RSUD Kota Tangerang.

“Saya sampai puskesmas disuruh bu bidan iin agar langsung ke rumah sakit, dan ketika sampai di rumah sakit dia menyuruh saya agar tidak berbicara ke pihak rumah sakit jika saya sudah mendatangi Puskesmas Panunggangan,” terangnya.
Ditambahkan Satoniha, pihak Puskesmas saat itu juga tidak menawarkan fasilitas yang telah diberikan oleh Pemerintah Kota Tangerang yaitu ambulan gratis.
“Saya waktu itu tidak ditawarkan untuk menggunakan ambulan gratis. Jadi, dengan keadaan istri pendarahan, saya terpaksa bawa istri dengan menggunakan sepeda motor sampai ke Rumah Sakit Insan Permata, Tangerang Selatan,” imbuhnya.
Sesampainya di Rumah Sakit Insan Permata, dirinya mendapatkan penjelasan oleh dokter jika bayi yang diketahui berjenis kelamin perempuan itu telah meninggal dunia.

” Dengan keadaan panik saya membawa isteri naik motor ke Insan Permata. Seperti ada yang jatuh saat diatas motor. Isteri saya sudah mengeluarkan darah. Sampai diInsan Permata, bayinya sudah tak bernyawa,” paparnya.
Atas Kejadian ini, Satoniha sangat menyayangkan pelayanan petugas Puskesmas Panunggangan. Dia berharap kejadian itu tidak terulang lagi.

“Saya sakit hati mas, anak pertama saya haru meninggal dunia karena kurang baiknya pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas Panunggangan,” keluhnya.
Sementara saat di konfirmasi Kepala Puskesmas Panunggangan dr. Yumelda Ismawir menerangkan kalau pasien sebelumnya telah datang ke Puskesmas pada tanggal 15 mei dan telah di rujuk ke RSUD Kota Tangerang.

” Pasien sudah datang ke sini dan dapat rujukan, tapi pasien meminta rujukan ke Insan Permata,” jelas dr.Yumelda.

Dia juga membantah kalau pasien melahirkan diatas motor saat perjaklanan ke Rumah Sakit Insan Permata.

“Kalau meninggal diatas motor itu tidak benar. Setelah kita kasih rujukan si pasien tidak langsung ke rumah sakit. Pasien sudah dijelaskan bahwa tidak terdengar denyut jantung janin. “katanya.

“Hari Sabtu tanggal 26 mei datang ke bidan praktek dan dinyatakan bayinya sudah tdk ada dan dirujuk ke Puskesmas. Karena kita sudah tahu pasien itu, maka petugas meminta langsung di ke rumah sakit,” bantahnya. (angga/lla)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.