Pengawas Koapgi Sebut Ada Data Elektonik yang Dihilangkan

IMG-20180423-WA0007

FORWAT, Kota Tangerang – Mantan Ketua Koperasi Awak Pesawat Garuda Indonesia (Koapgi), Asep W Adhyana dituding menyebarkan informasi melalui email blast dan selebaran yang disebar ke seluruh anggota Koapgi.

Demikian hal itu diungkapkan dimuka persidangan oleh salah seorang saksi yang juga Wakil Ketua Dewan pengawas Koapgi, Kapten Iwan Setiawan di Pengadilan Negeri Tangerang, Senin (23/4) dalam sidang lanjutan manipulasi data Koapgi.

Menurut Iwan, Informasi yang sudah tersebar kemana – mana tersebut sempat mengundang reaksi dari manajemen Garuda Indonesia sehingga pihak manajemen berplat merah tersebut turut menyikapinya.

“Garuda menyikapi konflik yang terjadi di Koapgi karena mereka juga mengetahui melalui email blast karea itu disebarkan dimana mana,” jelasnya.

Dihadapan majelis hakim, Iwan mengungkapkan akibat selebaran dan email blast itu membuat keresahan dan kekisruhan ditubuh koperasi tersebut.

“Kita sebagai anggota merasa punya kepentingan dan kita harus melakukan pengecekan karena kepengurusan yang dipimpin oleh Asep tidak sah karena mundurnya Rimond belum disahkan,” ujarnya

Menurut Iwan, Kendati Rimond secara pribadi telah mengundurkan diri, akan tetapi tidak serta merta menunjuk Asep sebagai ketua tanpa ada rapat anggota tahunan (RAT).

“Saudara Rimond memang telah mengundurkan diri, akan tetapi belum mendapatkan persetujuan dari anggota yang lain melalui rapat anggota tahunan, dan pengunduran diri Rimond tidak sah secara hukum anggaran rumah tangga koperasi kita,” jelas Iwan menegaskan.

Iwan mengaku, saat menggelar RAT sebagian besar anggota menolak pengunduran diri Rimond, sehingga secara hukum dan aturan yang ada Asep tidak lagi dapat menahkodai Koapgi.

Berdasarkan hal tersebut Iwan menuding, kubu Asep yang didalangi Away A Waluya membuat suatu kekacauan dengan mengurangi dan membatasi data elektronik yang berisi informasi keuangan, data karyawan dan data – data lainnya.

“Sebelum kepemimpinan Rimond sudah terakumulasi di data base, tapi setelah Rimond menjabat sebagai ketua kami tidak mengakses data yang dulu karena sudah terhapus,”
jelasnya.

Parahnya lagi, lanjut Iwan, data yang hilang adalah data yang berisi tentang laporan keuangan dan daftar pinjaman maupun simpanan anggota koperasi.

“Kurang lebih data yang menyimpan transaksi simpan pinjam sebesar Rp.13 milyar hilang, sehingga Semua bagian terkena dampak atas kehilangan data tersebut dan ini merupakan suatu kesengajaan,” katanya .

Dengan demikian, untuk mengembalikan data yang hilang tersebut sejak Rimond menjadi Ketua Koapgi dibuatlah manajemen sendiri
untuk mengolah dan menyusun data, baik data simpanan maupun pinjaman anggota Koapgi.

“Saat ini mereka (rimond.red) membuat data manual yang seharusnya disimpan didata base dan kembali menyusun data tersebut sehingga bisa kembali seperti semula dapat membuka dan mengakses database tersebut agar tidak lagi menjadi kerancuan,”tukasnya.

Sementara itu terdakwa Away A Waluya dalam pembelaannya mengaku, dalam rapat anggota tahunan yang dipimpin oleh Iwan Setiawan dalam pengesahan pengunduran diri Rimond terkesan otoriter dan dipaksakan.

“Pada waktu itu kenapa saudara iwan berkali – kali melakukan voting untuk melengserkan saya sebagai ketua dewan pengawas, dan kenapa pada waktu itu tidak memberikan kesempatan kepada saudara Tatiana untuk menjelaskan tentang data keuangan,” tanya Away saat persidangan.

Away juga balik menuding, pada RAT yang digelar beberapa waktu lalu itu, tidak semuanya anggota Koapgi yang sah.

” Pada waktu itu saudara mengetahui atau tidak ada yang bukan anggota Koapgi mengikuti rapat itu,”kata Away lagi.

Terdakwa lainnya, Tatiana membantah telah memanipulasi data, menurut dia pihaknya tidak pernah mengurangi atau menyembunyikan data Koapgi.

“Data ada sistem keuangan banyak yang hilang itu tidak benar, karena data itu sampai saat ini ada di Lintas Artha karena kami tidak pernah ambil dan datang untuk mengoreksi apapun
,”pungkasnya (frwt)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.