Agar Profesional, Baby Sitter Harus Bersertifikasi

IMG-20180324-WA0013
FORWAT, Jakarta – Empat Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) menggelar ujian sertifikasi bagi pekerja pengasuh bayi (baby sitter.red) bertempat di Gedung Serba Guna Citra 7, Kalideres Jakarta Barat, Sabtu (24/3/18).
Ujian bersama LPK Budi Bhakti Cipta Sukses, Citra Kasih Abadi dan Fransiska Mandiri serta LPK Anugrah Sukses dalam rangka menciptakan baby sitter yang mandiri, terampil, kompeten dan profesional.

Acara tersebut dihadiri Kasat Bimas Polres Metro Jakarta Barat, Akbp Lilik Haryati didampingi Kapolsek Kalideres, Kompol Efendi dan Kasi Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Sudin Jakarta Barat, Endang S serta Babinsa Koramil, Sertu Jaka.

Ketua Panitia Pelaksana, Rusmanto mengatakan, tujuan diselenggarakan kegiatan ini adalah demi meningkatkan peran serta LPK dalam pendidikan dan pelatihan, khususnya menciptakan pekerja baby sitter yang mandiri, terampil, kompeten dan profesional.

“Kedepan juga, kami bermaksud terus menciptakan lapangan pekerjaan, sehingga kita turut serta dalam mendukung program pemerintah, yaitu mengurangi pengangguran,” jelasnya.

Lanjut Rusmanto, ujian bersama ini bertujuan, membangun tali silaturahmi, memupuk rasa persaudaraan dan persatuan serta kesatuan bangsa Indonesia, juga menolak berita hoax.

“Kami sebagai lembaga pelatihan dan penempatan pekerja rumah tangga menyatakan menolak berita-berita hoax, serta mendukung Polri semoga bisa mengungkap pelaku-pelakunya dan mengadilinya,” harapnya.

Rusmanto juga berpesan kepada para peserta ujian, agar bisa mengerjakan soal-soal secara teliti dan tetap menjaga kedisiplinan dan sportifitas semoga mendapatkan hasil dan nilai yang maksimal dalam ujian sertifikasi baby sitter.

“Terimakasih juga saya sampaikan kepada jajaran panitia dan seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik,” ucapnya.

IMG-20180324-WA0015

Sementara itu, Kasat Bimas Polres Metro Jakarta Barat, AKBP, Lilik Haryati menghimbau dan mengingatkan para babysitter dan perawat lansia, agar tidak mudah mempercayai berita hoax karena dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kepada baby sitter jangan sampai jadi korban atau pelaku tindak pidana artinya satu kalimat itu sudah sangat luas sekali,” pesannya.

Lanjut Lilik, contohnya jadi kurir narkoba, karna selama ini orang-orang yang butuh keuangan dia bekerja dimanfaatkan orang yang tidak bertanggung jawab. Jangan sampai tertipu dan jangan sampai mencuri dalam bekerja pelayanan rumah tangga dan jangan sampai mempunyai niat kejahatan walaupun ada kesempatan.

“Baby sitter itu sangat rentan, tugas yang diemban mengasuh dan menjaga bayi dan lansia, jangan sampai ceroboh dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab, apabila ada majikan atau tidak. Jangan ada bosnya saja bekerja nya baik, perawat itu harus bekerja dengan baik, jujur dan bertanggung jawab, maka majikan akan sayang kepada anda,” pesannya.

Kasi Pelatihan dan Pempatan Tenaga Kerja Sudin Jakarta Barat, Endang S sangat mengapresiasi kepada empat LPK ini, karena telah membuahkan ide-ide kreatif. LPK memberikan pendidikan dan uji kompetensi secara periodik kepada baby sitternya.

“Sesungguhnya ada uji kompetensi yang ada lebih mengarah ke professional lagi, itu melalui lembaga sertifikasi profesi LSP kebetulan ada bidang ke tata rumah tanggaan, nantinya apabila diarahkan meningkatkan uji kompetensi di tingkat LSP bisa memberikan kontribusi yang positif,” pungkasnya. (wahyu)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.