M.Rizal: Warga Panunggangan Butuh JPO

Anggota M. Rizal  (ketiga dari kanan) saat menghadiri acara Musrembang beberapa waktu lalu.

Anggota M. Rizal (ketiga dari kanan) saat menghadiri acara Musrembang beberapa waktu lalu.

FORWAT, Kota Tangerang – Meski sudah tiga tahun diusulkan pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan MH Thamrin, Kelurahan Panunggangan Barat, Kecamatan Pinang belum juga direalisasikan. Selain menimbulkan tanda tanya kepada pemerintah daerah, warga sekitar yang membutuhkan jalan itu merasa kecewa. Kekecewaan tersebut juga diungkapkan Anggota DPRD, Muhammad Rizal.

Menurut Rizal masyarakat sekitar sudah mengajukan permohonan pembuatan JPO sebanyak tiga kali. Usulan tersebut dimasukan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) baik di tingkat Kelurahan, Kecamatan dan tingkat Kota Tangerang. Namun hingga saat ini belum juga direalisasikan.

Rizal menjelaskan, pembangunan tahun 2017 sudah banyak yang terealisasi, baik dari bedah rumah, jamban keluarga, drainase, gorong – gorong dan pembangunan infrastruktur lainnya.

“Kami masih memiliki kendala yaitu usulan warga terkait pembangunan JPO yang belum terrealisasikan. Ya itu sangat disebutkan oleh warga, karena ada sekolah dan masjid, bahkan di jalan itu sudah banyak kecelakaan,” terangnya, Selasa (20/2/2018)

Sebelumnya kata Rizal, pihaknya telah berkoodinasi dengan pihak Provinsi Banten, tetapi belum mendapatkan jawaban. Padahal usulan tersebut juga sudah diajukan melalui proposal masyarakat.

“Betul jalan itu punya provinsi, tapi kan kita bisa bekerjasama dengan Provinsi. Kalau mau pakai investor tidak apa-apa yang penting jelas JPO ini bisa dibangun. Kalau mau pakai APBD ayo kita sama-sama bangun. Karena ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, jangan sampai kita menunggu dan jalan tersebut memakan korban lagi,” jelas politisi PDI P itu.

Sementara itu, Cecep Rusmin, Lurah Panunggangan Barat membenarkan bahwa masyarakat yang berada di wilayahnya sangat membutuhkan JPO.

“ Ya, masyarakat membutuhkan JPO, sampai Musrenbang kali ini saja tetap diajukan, karena disana belum ada, dan kalau jalan memutar itu jauh, dan kalau nyebrang itu rawan dan sering memakan korban,” tandasnya. (lla)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.