Bangunan Liar Berdiri di Bantaran Sungai Cibatuceper

Puluhan bangunan liar milik warga berdiri di atas Sungai Cibatuceper, Kelurahan Kebon Besar, Kecamatan Batuceper Kota Tangerang.foto:angga

Puluhan bangunan liar milik warga berdiri di atas Sungai Cibatuceper, Kelurahan Kebon Besar, Kecamatan Batuceper Kota Tangerang.foto:angga

FORWAT, Kota Tangerang—Puluhan rumah warga yang berada di RT 02 dan 03, RW 04, Kelurahan Kebon Besar, Kecamatan Batuceper diduga menyalahi aturan. Pasalnya, bangunan tersebut berdiri di bantaran Sungai Cibatuceper yang mengaliri wilayah tersebut.
Pantauan forwatnews.com, sungai terlihat kumuh dengan adanya rumah warga tersebut. Ditambah dengan adanya kandang ayam milik beberapa warga.
Tidak hanya itu, rumah warga juga sebagian besar tidak memiliki tMCK (Mandi, Cuci, Kakus ) yang memadai. Warga hanya mengunakan jamban yang berada tepat di depan rumah dan hanya ditutup dengan papan berlapis triplek. Tak hanya itu, warga sekitar juga kerap membuang sampah ke dalam sungai yang berbatasan dengan Kelurahan Jurumudi.
Jadi dapat disimpulkan, jika warga tersebut ketika mandi, buang air besar ataupun kecil, dan membuang sampah langsung ke sungai Cibatuceper.
Camat Batuceper, Nur Hidayatulloh saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (1/2/2018) lalu, mengatakan jika dirinya telah mengetahui keberadaan rumah warga RT 2 dan 3, RW 04, Kelurahan Kebon Besar yang berada tepat diatas sungai itu. Bahkan, menurut Camat kalau rumah warga tersebut telah menyalahi aturan.
“Iya saya tahu jika rumah warga disitu berdiri diatas sungai. Tapi pada prinsipnya, kita juga punya tramtib dan Lurah, nanti kita akan datang ke lokasi dan mensosialisasikan terkait pelanggaran mendirikan bangunan diatas sungai kepada warga setempat,” ujarnya.

Camat mengaku, puluhan bangunan diatas sungai tersebut merupakan peninggalan pejabat sebelumnya.

“Saya harus merapihkan wilayah ini secara perlahan. Hal ini tentunya perlu ada sosialisasi yang berkesinambungan,” terangnya.
Ia menambahkan, terkait aturan – aturan yang telah ditetapkan dalam Perwal, Perda, dan Undang – undang 1945, seperti larangan mendirikan bangunan diatas tanah perairan hampir setiap hari dirinya mensosialisasikan kepada Lurah maupun RW dan RT.
“Setiap apel pagi, rapat, maupun saat mendatangi acara di wilayah saya selalu mensosialisasikan aturan – aturan yang ada. Bahkan, saya juga tekankan bahwa Lurah, RW, dan RT wajib menjalankan tugasnya, seperti merapihkan wilayah,” imbuhnya.
Terpisah, Lurah Kebon Besar Saudin saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (1/2/2018) lalu mengatakan jika dirinya telah menghimbau warga RT 02 dan 03, RW 04 agar tidak menghuni rumah yang berada diatas Sungai Cibatuceper.
“Dalam hal ini bukannya saya membiarkan. Kalau sekedar himbauan sudah saya lakukan. Jika untuk sosialisasi, saya menunggu surat dari Dinas terkait (Satpol PP),” ujarnya.

Dijelaskan Lurah, bahwa ada sebanyak kurang lebih 250 Kepala Keluarga (KK) yang bermukim dibantaran sungai tersebut. (angga)

Leave a Reply

Your email address will not be published.