Minta Pertanggungjawaban, Warga Eks Pengusuran Geruduk Pemkot

IMG-20171211-WA0041

FORWAT, Kota Tangerang – Puluhan aktivis dan warga korban gusuran RT 02/06 Kampung Mekasari, Kelurahan Panunggangan Barat Kecamatan Cibodas menggelar aksi unjuk rasa, Senin (11/12/2017) di Gedung Puspemkot Tangerang.

Dalam aksi kemanusiaan itu, pengujuk rasa menuding pemerintah kota (Pemkot) Tangerang yang melakukan pengusuran pada Rabu (6/12/2017) lalu telah berbuat dzolim. Pasalnya
hingga saat ini warga belum mendapatkan tempat tinggal. Bahkan warga yang berjumlah 100 kepala keluarga (KK) lebih memilih tetap bertahan di lokasi pengusuran, bahkan ada beberapa yang tinggal di pemakaman.

IMG-20171212-WA0084

Koordinator aksi, Saipul Basri dalam orasinya menuntut Pemkot Tangerang bertanggungjawab kepada warga pengusuran yang belum mendapatkan tempat tinggal. Menurut dia, apa yang dilakukan Pemkot tidak manusiawi dan tidak berkeadilan.
” Pemkot harusnya lebih manusiawi kepada warga yang digusur. Jangan cuma digusur tapi harus dicarikan solusinya. Mereka harus bertanggung jawab, karena telah berbuat dzolim,” ujarnya disela sela aksi.

Meski diguyur hujan massa tetap bertahan dan menyampaikan aspirasinya. Sempat terjadi kericuhan antara massa pengujuk rasa dari Front Aksi Mahasiswa (FAm), LSM Patron, Gaib Perjuangan dan warga dengan aparat keamanan. Namun tidak berapa lama kericuhan itu dapat direda.

Sementara Pemkot Tangerang melalui Asda I, Bidang Tata Pemerintahan, Ivan Yudhianto menyampaikan bahwa Pemkot Tangerang telah menyediakan hunian yang layak buat warga korban gusuran di rumah susun yang berlokasi di Manis Jaya.

“Warga yang rumahnya kena penertiban akan digratiskan selama dua bulan,” pungkasnya. (fwrt)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.