Antisipasi Banjir, Dinas PUPR Kota Tangerang Siapkan Tim Piket Banjir

Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, H. Nana Trisyana ST, MM saat melakukan tinjuan pekerjaan saluran drainase.

Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, H. Nana Trisyana ST, MM saat melakukan tinjauan salah satu pekerjaan drainase.

FORWAT, Kota Tangerang – Dipenghujung tahun ini, intensitas hujan di wilayah Kota Tangerang kian meningkat. Maka, untuk mengantisipasi genangan banjir yang diakibatkan curah hujan yang tinggi, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang. Selain itu Dinas PUPR juga telah menyiapkan tim piket banjir yang terdiri dari tim drainase dan tim sumber daya air (SDA) untuk menyiagakan dan mengoperasikan pintu air dan pompa pompa banjir yang berada di perumahan atau titik titik sistem pengendalian banjir.

Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, H. Nana Trisyana ST, MM mengatakan saat ini pompa banjir yang sudah disiagakan adalah sebanyak 109 unit.

Adapun rencana penanganan kedepan dalam mengantisipasi banjir dan genangan air, Dinas PUPR Kota Tangerang juga sedang melakukan studi masterplan pengendalian banjir dan drainase perkotaan.

Hal itu dimaksudkan agar dapat menghasilkan suatu dokumen yang dapat memberikan acuan secara lengkap dan menyeluruh atas kondisi permasalahan dan potensi sistem drainase. Ini juga sebagai dasar perencanaan jaringan drainase di Kota Tangerang, serta dipergunakan sebagai dasar Peraturan Daerah (Perda) yang disahkan oleh Walikota.

” Mudah mudahan skema dan koordinasi dengan seluruh unsur termasuk dari Kepolisian, TNI, aparatur Kecamatan dan kelurahan, kegiatan pengendalian ini bisa lebih optimal,” katanya, Selasa (28/11/2017).

Dinas PUPR Kota Tangerang mengunakan alat berat untuk menggali lumpur yang

Dinas PUPR Kota Tangerang mengunakan alat berat untuk menggali lumpur.

Adapun tujuannya yaitu diantaranya: 1.Menghasilkan uraian lengkap mengenai potensi dan permasalahan sistem drainase di Kota Tangerang.

2. Tersedianya data spasial terkini berupa peta foto resolusi sangat tinggi dan peta peta dasar skala besar Kota Tangerang.
3. Membuat peta garis digital Kota Tangerang Skala 1: 5000, dengan luas yang ditinjau ± 164.54 km2
4. Membuat peta garis digital Kota Tangerang Skala 1: 1000, kawasan terpilih untuk dilakukan DED
5. Tergambarnya kondisi sistem drainase eksisting di Kota Tangerang yang mencakup sistem alamiah dan sistem buatan
6. Dihasilkannya suatu usulan indikasi program penataan sistem drainase berdasarkan kajian potensi dan permasalahan diatas.
7. Dihasilkannya peil banjir di seluruh Kota Tangerang.
8. Memberikan suatu pedoman acuan untuk pengembangan pembangunan kedepan sistem drainase dengan memperhatikan kondisi eksternal dan internalnya, yang dapat digunakan dan dapat dipertanggung jawabkan untuk pengembangan pada tahap-tahap berikutnya.

Untuk kondisi eksisting Kota Tangerang sendiri terbagi dalam tiga (3) Daerah Aliran Sungai (DAS) Besar yaitu Cirarab, Cisadane dan Angke

Teridentifikasi jumlah total titik lokasi banjir dan genangan. Pompa dan pintu air beberapa mengalami kerusakan. Sedimentasi saluran. Muka air genangan lebih rendah dari pada muka air sungai. Kapasitas saluran drainase tidak memadai. Terjadi perubahan tata guna lahan. Lahan terbangun dari 62% menjadi 77 %. Lahan tidak terbangun dari 38% menjadi 23%.

Sedangkan rencana langkah penanganannya meliputi,
1. Normalisasi beberapa saluran drainase.
2. By pass kali untuk menurunkan puncak hydrograph banjir.
3. Pembuatan saluran kolektor drain yang dilengkapi dengan sistem pompa terpusat.
4. Pembuatan beberapa kolam detensi.
5. Normalisasi sungai dengan ditanggul. (Adv)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.