Jika Melanggar, Dinas Pariwisata Akan Tegur Orchardz

Receptionist saat  tampak melayani salah seorang pengunjung Hotel Orchardz. dok:forwat

Receptionist melayani salah seorang pengunjung Hotel Orchardz. dok:forwat

FORWAT, Kota Tangerang 

Dinas Budaya dan Pariwisata (Budpar) Kota Tangerang akan menegur penggelola spa dan panti pijat Orchardz yang berada di Kecamatan Benda, Kota Tangerang. Demikian hal itu ditegaskan Kabid Pariwisata Budpar Kota Tangerang, Rizal Ridolloh, Senin (13/11/2017).

Sebelumnya kata Rizal, pada hari Rabu (8/11) lalu, pihaknya telah melakukan kroscek ke lokasi spa dan panti pijat yang diduga melayani esek esek itu.

Dari hasil tinjauannya itu diketahui, bahwa Hotel Orchardz telah mengantongi izin tanda daftar usaha pariwisata (Tdupar) berupa hotel, restoran dan panti pijat yang dikeluarkan pada tanggal 24 Oktober tahun 2013 yang lalu.
Sedangkan diketahui, Kota Tangerang baru mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Penyelenggaraan Kepariwistaan pada tahun 2016, yaitu perda nomor 7 tahun 2016.

“Hasil investigasi kami ke lapangan sedang kami invetarisir apa yang tidak sesuai dengan Permenpar Perda dan Perwal kaitan spa dan panti pijat. Apabila tidak sesuai akan kami tegur,” tegasnya.

” Ini juga sudah menjadi catatan kami dan akan kami tindak lanjuti,” sambung Rizal.
Sekedar informasi, dalam Perda nomor 7 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan Bab XVII soal Ketentuan Sanksi Administratif Pasal 64 dikatakan bahwa setiap pengusaha yang tidak memenuhi ketentuan akan dikenakan sanksi administratif berupa, teguran tertulis, pembatasan kegiatan usaha, pembekuan kegiatan usaha, penutupan usaha, pembatalan Tdupar dan pencabutan Tdupar.

Sementara warga sekitar, Kiki mengaku kecewa dengan Pemerintah Kota Tangerang yang terkesan tebang pilih dalam penegakan Perda. Apalagi menurut dia, adanya dugaan kegiatan prositusi dan pelanggaran Perda di lokasi itu berasal dari laporan masyarakat. Maka sudah seharusnya kata Kiki, dinas terkait bertindak cepat untuk mengecek kebenarannya.
” Kan bisa di cek, izinnya masih berlaku atau tidak. Trus tempat sesuai atau tidak dengan aturan Perda dan Perwal Kepariwisataan. Kalau tidak ya tertibkan, ini kan Kota Akhlakul Karimah, jangan lindungi maksiat,” pungkasnya (lla)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.