Hotel RedDoorz Pinang Diduga Tak Kantongi Izin

Hotel RedDoorz tampak dari depan, Jalan KH. Mas Mansyur Kelurahan Sudimara Pinang, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. foto:ist

Hotel RedDoorz tampak dari depan, Jalan KH. Mas Mansyur Kelurahan Sudimara Pinang, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. foto:ist

FORWAT, Kota Tangerang- Hotel RedDoorz yang beralamat di Jalan KH. Mas Mansyur, Nomor 7, Kelurahan Sudimara Pinang, Kecamatan Pinang diduga tak berizin alias ilegal.
Pasalnya, hotel yang berada dekat dengan pemukiman warga itu, beroperasi secara sembunyi sembunyi. Bahkan untuk memesan kamar di hotel itu tamu harus mengunakan aplikasi online.

Tidak hanya itu, untuk mengelabui masyarakat sekitar, bangunan depan hotel juga dibangun rumah pribadi yang diduga milik pemilik hotel. Dengan cara itu, hotel RedDoorz diduga kuat belum mengantongi izin karena menyalahi izin peruntukan.

Informasi yang dihimpun forwatnews.com, selain mengunakan aplikasi online, tamu yang ingin menginap di hotel itu juga harus antri. Dengan tarif kamar Rp 210 ribu per malam. Setiap harinya tamu yang menginap di hotel itu tersebut cukup tinggi. Hal itu dibuktikan ketika tim forwatnews hendak memesan kamar melalui online, dalam tampilan itu tertuliskan jika Hotel RedDoorz laku keras dan hanya tersisa 1 kamar.

Adapun fasilitas yang diberikan, yaitu diantaranya 1 buah tempat tidur, 1 buah lemari pakaian, 1 unit television, 1 kamar mandi, dan 1 unit AC.

Warga sekitar, Rizal saat ditemui, Minggu (12/11/2017) mengaku tidak mengetahui kalau bangunan itu difungsikan sebagai hotel, karena di tempat itu tidak ada plang hotel, hanya bertuliskan RedDoorz.

“Saya enggak tau kalau itu hotel mas. Masalahnya enggak ada tulisannya, biasanya kalau hotel kan ada tulisan hotel di depannya. Lagian setahu saya itu dulu kos-kosan,” ujarnya.

Sebagai masyarakat, Rizal berharap, apabila hotel itu menyalahi aturan dan tidak memiliki izin maka Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dan pihak terkait harus melakukan pengawasan dan pembinaan kepada pemilik.

“Jika benar hotel itu menyalahi aturan, sebaiknya ditindak. Kalau izinnya ilegal yang rugi kan masyarakat dan pemerintah juga. Bisa saja tempat itu dijadikan tempat prositusi,” keluhnya.

Sementara ketika berita ini dirilis pihak manajemen hotel Reddoorz belum dapat dimintai keterangan.(angga)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.