Turidi: Kasus Andriyansyah Jadi Tamparan Pemkot Tangerang

Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangerang, Ir.Turidi Susanto menjenguk pasien penderita hidrosefalus, Andriyansyah, Jumat (22/9/2017) foto: ist

Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangerang, Ir.Turidi Susanto menjenguk pasien penderita hidrosefalus, Andriyansyah di RSUD Kota Tangerang, Jumat (22/9/2017) foto: ist

FORWAT, Kota Tangerang – Bentuk keprihatinan ditunjukan Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangerang, Ir Turidi Susanto. Disela sela kesibukannya, politisi yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Gerinda Kota Tangerang itu menyempatkan diri menyambangi Andriyansyah (10), bocah penderita hidrosefalus yang masih menjalani pengobatan di RSUD Kota Tangerang, Jumat (22/9/2017) sore.

“Saya sangat sedih dan prihatin atas anak ini (Andriyansyah.red). Menggapa ini bisa lolos dari perhatian Pemkot Tangerang. Ya, seharusnya ini tidak perlu terjadi di Kota Tangerang,” kata Turidi dengan nada gusar.

Melihat kondisi Andriyansyah, Turidi mengaku prihatin dan sedih. Dirinya sangat menyayangkan Pemkot Tangerang yang kurang tanggap kepada anak penderita hidrosefalus itu.

“Pihak kelurahan dan kecamatan tak cepat tanggap atas anak ini. Padahal letak rumahnya dibelakang kelurahan. Mungkin kalau lebih awal bisa ditangani, keadaan Andriyansyah tidak akan seperti ini, ” ketus Turidi.

Dirinya pun berharap, tak ada lagi Andriansyah lainnya yang mengalami hal serupa. Untuk itu, menurut dia, Pemkot Tangerang harus lebih peka terhadap persoalan dasar masyarakat, seperti halnya pelayanan kesehatan.

“Ini warning bagi Pemkot Tangerang. Ya, agar lebih memperhatikan rakyat dibawah. Karena anggaran kesehatan itu sangat besar,. Kita sangat menyayangkan kejadian ini, apalagi ini kan rumahnya deket dengan Kantor Kelurahan dan Walikota” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, bahwa Andriyansyah penderita penyakit hidrosefalus merupakan anak dari pasangan
Suwandi (30) dan Rina Kusrina (29) warga RT 01/04, Kelurahan Margasari, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Berdasarkan penuturan Rina, sejak 10 tahun lalu, pasca operasi di RSUD Kabupaten Tangerang, Andriyansah yang kala itu berusia 3 bulan tidak pernah lagi mendapatkan pengobatan secara layak. Sehari – hari Rina hanya merawat Andriyansyah di rumahnya. Selain karena tidak punya biaya, kurangnya perhatian dari aparatur pemerintah juga yang membuatnya memutuskan untuk merawat anak pertamanya itu di rumah. Rina juga mengaku tidak mengerti program pelayanan kesehatan di Kota Tangerang, terlebih suaminya hanya bekerja sebagai buruh serabutan. (lla)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.