Bikin Rusak Jalan, Galian Pipa Air Bersih Disoal Warga

Sejumlah jalan lingkungan di Kelurahan Cipete, Kecamatan Pinang mengalami rusak akibat  proyek pekerjaan galian pipa air bersih.foto:lala

Sejumlah jalan lingkungan di Kelurahan Cipete, Kecamatan Pinang mengalami rusak akibat proyek pekerjaan galian pipa air bersih.foto:lala

FORWAT, Kota Tangerang – Galian pipa sarana jaringan air bersih untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di wilayah Kelurahan Cipete, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang dikeluhkan warga. Pasalnya selain kurangnya sosialisasi, pekerjaan galian pipa itu juga membuat sejumlah jalan lingkungan mengalami rusak.

Warga sekitar, Ipul menuturkan, sejak awal pekerjaan, warga mengaku tidak mengetahui rencana galian pipa di wilayahnya itu. Menurut dia proyek yang melibatkan Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kota Tangerang itu minim sosialisasi. Bahkan tidak pernah ada keterangan pasti terkait penerima manfaat dari proyek tersebut.

Selain minim sosialisasi, pekerjaan galian pipa sarana air bersih itu juga membuat jalan di lingkungan warga menjadi rusak. Padahal pavling block yang ada di jalan itu belum lama dibangun.

“Ya, tidak semua warga tahu, karena kurangnya sosialisasi. Apalagi pekerjaan galian itu bikin rusak jalan. itu kan dibangun pake APBD. Masa gali pipa malah ngerusak jalan. Ya, harus tanggung jawab donk,” katanya dengan nada gusar.

Sementara saat di konfirmasi, Kepala Bidang Air Bersih, Dinas Perumahan Pemukiman (Perkim) Kota Tangerang, Purnawan mengatakan berdasarkan hasil rapat, Rabu (20/9/2017) dengan kepala dinas, sekretaris dinas, konsultan dan kontraktor. Maka pihak kontraktor bersedia memperbaiki jalan yang rusak itu, akan tetapi pihak ketiga meminta agar kelanjutan pekerjaan di lokasi itu tidak dihambat. Namun saat ditanya pihak mana yang menghambat, Purnawan tidak menjawab.
“Supaya cepat nanti pihak dinas akan berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan pihak terkait,” katanya singkat melalui pesan Wa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun forwatnews.com, bahwa sarana saluran air bersih di wilayah Kota Tangerang merupakan
Program Hibah Air Minum Perkotaan dari Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Hal ini dimaksudkan guna mempercepat peningkatan cakupan pelayanan air minum perpipaan yang diprioritaskan bagi MBR, dalam rangka meningkatkan derajat kualitas kesehatan masyarakat.

Untuk mendapatkan dana hibah dari Program Hibah Air Minum ini, Pemerintah Daerah, melalui PDAM disyaratkan untuk melakukan investasi terlebih dahulu jaringan perpipaan hingga ke sambungan ke rumah-rumah MBR yang telah diusulkan sebelumnya, yang nantinya investasi yang dikeluarkan akan diganti oleh dana APBN melalui program ini.

Pencairannya dilakukan setelah dilakukan verifikasi oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Tim Teknis Kementerian PUPR bahwa MBR yang menerima bantuan program ini sesuai dengan kriteria yang sudah ada.

Agar program ini tepat sasaran, Kementerian PUPR juga menyiapkan kriteria penerima manfaat MBR perkotaan, antara lain kondisi rumah sesuai kriteria dan bersedia menjadi pelanggan PDAM serta daya listrik yang terpasang pada rumah tangga tersebut tidak lebih besar dari 1.300 VA dan 50 persen di antara target tersebut untuk MBR yang memiliki daya listrik 900 VA.

Pada tahun 2016, target Program Hibah Air Minum Perkotaan sebanyak 201.337 SR.  Sementara di Kota Tangerang sendiri telah terrealisasi sebanyak 7000 SR, penerima manfaat program itu ada di wilayah Kecamatan Neglasari.

Kementerian PUPR mengalokasikan Rp 750 miliar untuk menambah 220.000 SR air minum perpipaan bagi MBR perkotaan di 154 kabupaten/kota dengan alokasi sebesar Rp 2-3 juta per sambungan rumah.

Program Hibah Air Minum Perkotaan digulirkan sejak tahun 2010. Pada periode 2010-2015, pendanaan program ini menggunakan APBN yang berasal dari dana bantuan pemerintah Australia dan Amerika Serikat. Pada tahun 2016, dana APBN dari rupiah murni mulai masuk untuk membiayai program ini dan dilanjutkan pada tahun 2017. Hingga tahun 2016, penerima manfaat dari program ini telah mencapai 688.397 SR di 161 kabupaten/kota.(lla*)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.