Cegah Peredaran Obat Ilegal, BNK Tangerang Kumpulkan Apoteker

IMG_20170924_020845

FORWAT, Kabupaten Tangerang – Peredaran obat ilegal semakin menjamur di wilayah Kabupaten Tangerang. Bahkan obat – obatan jenis psikotropika itu dijual bebas di sejumlah toko.
Menanggapi persoalan tersebut, Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Tangerang langsung bereaksi. Kepala BNK Tangerang, Dedi Sutardi memberikan sosialiasi terkait bahayanya menjual obat – obatan itu tanpa resep dokter ke masyarakat.
“Kami akan panggil dan mengumpulkan Apoteker yang ada di Tangerang ini,” ujar Dedi, Selasa (19/9/2017).

Ia menyebut hal tersebut sebagai bentuk upaya pencegahan. Terlebih perlunya pemahaman masyarakat mengenai efek apabila mengonsumsi obat – obatan ilegal itu.
“Karena Apotek dan toko- toko harus selektif dalam menjual obat – obatan kepada masyarakat,” ucapnya.

Dedi sempat menyinggung perihal banyaknya kasus yang timbul terkait peredaran obat – obatan ini. Ia pun memberikan contoh soal banyaknya korban di Kendari atas maraknya peredaran pil PCC.
“Ini akibat lemahnya pengawasan dari instansi – intansi terkait. Sehingga banyak warga yang jadi korban,” kata Dedi.

Menurut Dedi, persoalan ini harus segera diantisipasi agar tidak ada lagi korban yang berjatuhan.
“Generasi muda harus bebas dari pengaruh obat – obatan terlarang, karena masa depan bangsa tergantung dari para pemuda,” paparnya.

Sebelumnya diketahui jajaran Polrestro Tangerang Kota berhasil mengungkap peredaran obat ilegal. Sekitar 10.000 obat – obatan jenis Tramadhol dan Eximer yang disita aparat.
Petugas melancarkan penggerebekan di Toko Kosmetik yang berlokasi di Cipondoh Kota Tangerang dan Sepatan Kabupaten Tangerang. Bahkan kalangan remaja menjadi mangsa pasar peredaran obat – obatan ini. (dik/lla)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.