Andriyansyah, Penderita Hidrosefalus Butuh Perhatian Pemkot Tangerang

Rina Kusrina mengendong anak nya, Ardiyansyah penderita Hidrosefalus, saat ini kondisinya sangat memperhatinkan , Senin (18/9/2017) foto: angga

Rina Kusrina mengendong anaknya, Andriyansyah penderita Hidrosefalus, saat ini kondisinya sangat memperihatinkan , Senin (18/9/2017) foto: angga

FORWAT, Kota Tangerang – Andriyansyah (10) anak dari pasangan Kuswandi (31) Rina Kusrina (29) warga Kampung Galeong, Margasari RT 01 RW 04, Kecamatan, Karawaci, Kota Tangerang menderita penyakit Hidrosefalus (hydrocephalus).

Ironisnya, sudah hampir 10 tahun pasca operasi di RSUD Kabupaten Tangerang, Andriyansyah hanya bisa dirawat oleh orangtuanya yang hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Bahkan hingga saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang belum juga memberikan bantuan untuk mengobati penyakit anaknya tersebut.

Saat disambangi forwatnews.com di rumahnya, Andriyansyah hanya bisa terbaring lemas ditempat tidurnya yang berukuran 3×3 meter. Bagaimana tidak? badan Andriyansyah yang semakin kurus tak lagi bisa menopang dirinya untuk berdiri atau duduk sekalipun.

“Anak saya mengalami penyakit ini sejak lahir, sudah dioperasi di Rumah Sakit Kabupaten Tangerang waktu umur 3 bulan. Dirawat disana selama 2 bulan. Untuk lanjutan operasi kami tidak punya biaya. Ya, saya belum punya BPJS. KTP saya belum jadi, hanya resi. Pernah. ngurus BPJS tapi belum jadi,” keluh Rina Kusrina, saat ditemui di tempat tinggalnya, Senin (18/9/2017).

Menurut pengakuan Rina hingga saat ini Pemkot Tangerang belum juga memberikan bantuan untuk mengobati penyakit anaknya tersebut. Padahal dia sangat berharap ada uluran tangan dari para dermawan, terlebih dari Pemkot Tangerang.

“Pihak Kelurahan dan Kecamatan belum pernah kesini mas. Menanyakan kondisi Andriyansyah pun belum pernah. Padahal pihak Puskesmas sudah tahu kondisi anak saya,” imbuhnya.

Saat dikonfirmasi, Petugas Puskesmas Bugel, Kecamatan Karawaci, Eva membenarkan bahwa pihak Puskesmas telah mengetahui kondisi Andriyansyah. Bahkan, dirinya mengaku telah memberikan arahan kepada orang tua Andriyansyah untuk berobat ke RSUD Kota Tangerang.

“Saya sudah arahkan orangtuanya untuk ke Rumah Sakit, tapi orang tua merasa keberatan karena tidak memiliki biaya,” ujarnya.

Eva juga membenarkan kalau orang tua Andriyansyah belum memiliki kartu BPJS karena terganjal soal adminstrasi kependudukan.

“Orang tua saat ini sedang mengurus BPJS, padahal sudah cukup lama. Saya juga bingung dengan pihak Kelurahan dan Kecamatan. Apa sih kendalanya bikin BPJS sampe lama begini,” pungkasnya.

Sementara saat dihubungi melalui telepon selulernya, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Henny Herlina tak kunjung menjawab. (angga/lla)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.