Lengkapi Dokumen Amdal, UMT Gelar Konsultasi Publik

Konsultan Bangunan UMT saat menjelaskan rencana penambahan gedung 19 lantai, Selasa (29/8/2017

Konsultan Bangunan UMT saat menjelaskan rencana penambahan gedung 19 lantai, Selasa (29/8/2017). foto : Angga

FORWAT, Kota Tangerang – Dalam melakukan usaha ataupun kegiatan, terdapat peraturan perundang-undangan yang harus dipatuhi. Diantaranya terkait peraturan lingkungan hidup yang terdapat beberapa jenis dokumen yang harus dibuat oleh pelaku usaha/kegiatan.

Inti tujuan dokumen lingkungan itu adalah untuk memberikan perlindungan terhadap lingkungan dari dampak yang ditimbulkan oleh usaha/kegiatan yang dilakukan.

Salahsatunya adalah melengkapi dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang berisi tentang kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan di Indonesia.

AMDAL ini dibuat saat perencanaan suatu proyek yang diperkirakan akan memberikan pengaruh terhadap lingkungan hidup disekitarnya.

Seperti halnya pembangunan Gedung Kampus Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan, Cikokol Kota Tangerang.

Sebelum rencana pembangunan proyek gedung setinggi 19 lantai itu dilaksanakan, pihak UMT terlebih dahulu menggelar Konsultasi Publik, Selasa (29/8/2017) bertempat di Aula Kntor Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang.

Dalam acara tersebut peserta (undangan) diminta memberikan saran dan masukan terkait proses Amdal.

Hadir dalam Konsultasi Publik itu diantaranya, Wakil Rektor UMT Ahmad Amarulloh, Camat Tangerang yang diwakilkan oleh Kasi Tramtib H. Nawawi, Lurah Babakan, Abu Sofiyan, Ketua STISIP Yuppentek, Kepala Kantor Pajak Pratama, Kepala Pengadilan Agama, Kepala SMP PGRI 1, Kepala SMK PGRI 1, Kepala SMAN 7 Kota Tangerang, Kepala SMK Pariwisata Gema Grawita, Kepala SMPN 13, Kepala SMP KORPRI, Kepala SMP Pancakarya, Kepala SMK Pancakarya, Kepala SMA Yupentek, Kepala MTSN 1 Tangerang, Kepala Kemenag, dan Kepala SMKN 1 Tangerang.

” Kita rencana akan menambah gedung sebanyak 19 lantai. Dengan begitu kita urus syaratnya terlebih dulu seperti AMDAL. Untuk memperkirakan dampak┬álingkungan atau rencana kegiatan proyek dengan bertujuan memastikan adanya masalah dampak lingkungan kita undang seluruh komponen yang ada disekitar UMT,” ┬áterang Wakil Rektor UMT Ahmad Amarulloh saat ditemui usai kegiatan.

Ia menambahkan, dalam konsultasi publik itu banyak usulan dari para responden yang salahsatunya meminta UMT membuat saluran air pembuangan sendiri agar tidak terjadi banjir.

” Tadi dari Tsanawiyah mengatakan jika dampak dari bangunan UMT menyebabkan banjir karena salurannya tersumbat. Nanti kita bikin saluran yang bagus biar dia enggak banjir,” terang Amarulloh.

Saat ini kata Amarulloh, proyek pekerjaan bangunan 19 lantai itu belum dilaksanakan, nantinya bangunan itu akan digunakan untuk mendukung kegiatan kampus. 5 lantai atas dan 2 lantai bawah akan dipergunakan untuk parkir sepeda motor ataupun roda empat, 6 lantai untuk fakultas dan 6 lantai untuk kantor dan sarana lainnya.

“Nanti kantor yang saat ini ada dibawah akan dibongkar dan dipergunakan untuk parkiran,” jelasnya.

Menurut Amarulloh, penambahan gedung dan lahan parkir itu bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar, salah satu upayanya adalah untuk menghilangkan parkir liar.

” Nanti kita akan mempekerjakan warga sekitar dan Karang Taruna untuk menjadi tenaga kerja parkir,” tutupnya.(angga)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.