Nekat Bangun Restoran, Pemilik Abaikan Izin.

Terlihat bangunan restoran tanpa izin berdiri diatas lahan yangbberqda di bangunan bengkel dan restoran yang berada di Jalan KH. Hasyim, Kelurahan Poris Plawad Utara, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. foto : angga

Terlihat bangunan Restoran tanpa izin berdiri diatas lahan yang berada di Jalan KH. Hasyim Ashari, Kelurahan Poris Plawad Utara, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. foto : angga

FORWAT, Kota Tangerang -Bandel. Meski diketahui belum memiliki izin men dirikan bangunan (IMB), pemilik bangunan bengkel dan restoran yang berada di Jalan KH. Hasyim Ashari, RT01RW 01, Kelurahan Poris Plawad Utara, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang tetap nekat mendirikan bangunan. Berdasarkan pantauan forwatnews, terlihat bangunan ilegal yang berdiri diatas lahan ratusan meter itu telah mencapai 60 persen.

Padahal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Kota Tangerang belum mengeluarkan izin bangunan komersil tersebut. Bahkan pemilik seolah mengabaikan aturan itu dan hingga saat ini pekerjaan kontruksi bangunan yang terbuat dari baja ringan dan peti kemas itu masih berlangsung.

IMG-20170825-WA0006

Pemilik Bangunan, Iwan saat ditemui di lokasi, Kamis (25/8/2017) mengakui jika bangunan yang ia dirikan belum mengantongi izin hingga saat ini dan masih dalam proses di dinas terkait. Meski begitu Iwan nekat dan tetap mendirikan bangunan yang akan digunakan untuk usaha restoran itu. Iwan beralasan kalau bangunan itu tidak segera dikerjakan maka dia akan rugi waktu, karena lahan dilokasi itu ia sewa sejak awal Agustus lalu.

” Iya kita belum punya IMB mas. Itu (IMB.red) baru dalam proses pengerjaan. Untuk perihal ijin kelengkapan berkas sudah saya masukkan ke Dinas Perizinan kemarin Senin (14 Agustus.red),” katanya.

“Saya tetap bangun, soalnya saya sudah rugi waktu. Saya kontrak lahan ini sejak tanggal 1 Agustus,” kilahnya menambahkan.

Sebelumnya jelas Iwan, dirinya mengaku telah meminta surat domisili usaha (SKDU) ke pihak Kecamatan Cipondoh dan telah ijin ke Ketua RT dan RW.

” Saya sudah urus surat keterangan usaha ke Kecamatan. Bahkan, saya juga sudah ijin ke lingkungan sekitar yaitu RT dan RW,” ungkapnya.

Sementara terkait hal itu, berdasarkan informasi yang dihimpun forwatnews diketahui bahwa pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang telah melayangkan surat teguran kepada pemilik bangunan.

“Surat pemanggilan dari Satpol PP kepada pemilik bangunan tertanggal 24 Agustus 2017,” terang sumber yang tak mau disebutkan namanya. (angga)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.