Polisi Gadungan Berpangkat Kombes Diciduk Tim Elang Cisadane

IMG-20170824-WA0067

FORWAT, Kota Tangerang -Tim Elang Cisadane Polres Metro Tangerang Kota menangkap seorang pelaku yang diduga mengaku sebagai anggota polisi berpangkat Komisaris Besar (Kombes) berinisil “IN”, Senin (21/8/2017).

Penangkapan berawal dari informasi masyarakat yang mengatakan ada seseorang yang mengaku polisi berpangkat Kombes membuat keributan di belakang Sekolah Darma Putra Grendeng Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.

IMG-20170824-WA0073
Dalam keterangan persnya, Kamis (24/8/2017) Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Harry Kurniawan mengatakan penangkapan terhadap tersangka bermula dari informasi masyarakat bahwa ada orang yang mengaku polisi berpangkat Kombes membuat keributan di belakang sekolah Darma Putra Grendeng, Kecamatan Karawaci Kota Tangerang.

Mendapat laporan itu kemudian anggota Polres Metro Tangerang Kota, Bripka Deni (Ketua tim Elang Cisadane) bergegas menuju lokasi untuk melakukan pengecekan,ternyata di lokasi itu diketahui ada 5 orang yang sedang cekcok mulut dengan seseorang yang mengaku sebagai polisi berpangkat Kombes.

“Untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan maka terduga “IN” kami amankan ke Polres Metro Tangerang Kota untuk dilakukan pemeriksaan. Setelah di lakukan pemeriksaan ternyata pelaku “IN” telah di laporkan oleh para korbannya di wilayah hokum Polda Sumatera Utara,” terang Kapolres.

Selain mengaku sebagai polisi gadungan berpangkat Kombes tersangka juga mengaku bisa membantu untuk meluluskan calon taruna Akpol dan Brigadir Polisi. Kepada para korban pelaku meminta sejumlah uang untuk menjadi taruna Akpol.

“Dalam aksi penipuannya tersebut tersangka sudah mendapatkan uang sejumlah kurang lebih Rp 2 milyar,” katanya.

Sementara aksi penipuan tersangka mulai terbongkar saat janji untuk memasukan para korban tidak terlaksana bahkan hingga waktu yang dijanjikan tidak satupun yang lulus seleksi.

Bukan hanya itu, pelaku juga telah dilaporkan oleh Indah Suryani yang merasa di tipu oleh tersangka “IN”.

“Awalnya mereka berdua pacaran dan kepada pacarnya “IN” berjanji akan membeli mobil,tersangka meminta KTP dan KK serta sejumlah uang sebesar kurang lebih Rp 11 juta yang di bayar dua kali dengan alas an untuk mengganti jok mobil,” ungkap Kapolres.

” Yang pertama diberikan oleh korban sebesar Rp 6.5 juta kemusian yang kedua sebesar Rp 4.9 juta denganmenggunakan kartu kredit korban,” terangnya lagi.

Sedangkan menurut pengakuan korban, tersangka “IN” sempat menganiaya korban di Ruko Banjar Wijaya Blok b-2 no17 Cipondoh, Kota Tangerang pada tahun 2016.

Karena korban minta putus dari “IN” namun pelaku tidak mau dan menganiaya korban,”ujarnya.

Saat ini tersangka “IN” mendekam ditahanan tahan Polres Metro Tangerang Kota untuk menunggu proses lebih lanjut.

Diketahui Pelaku “IN” diduga melakukan tindak pidana di dua lokasi berbeda yaitu diwilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota juga di wilyah hukum Polda Sumatra Utara. (dian)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.