4 Hari Diblokade Ahli Waris, Satpol PP Buka Paksa Jalan H. Chaerudin

 

Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang sedang membongkar blokade Jalan H. Chaerudin, Kelurahan Sangiang Jaya, Kecamatan Periuk, Sabtu (5/8/2017)

Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang sedang membongkar blokade Jalan H. Chaerudin, Kelurahan Sangiang Jaya, Kecamatan Periuk, Sabtu (5/8/2017) foto: Angga

FORWAT, Kota Tangerang -Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang membuka paksa Jalan H. Chaerudin, Kelurahan Sangiang Jaya, Kecamatan Periuk yang sudah empat (4) hari ditutup (blokade.red) oleh seseorang yang mengaku ahli waris, Sabtu (5/8/2017).

Pembongkaran blokade jalan itu dilakukan karena dianggap telah menggangu penguna jalan yang ingin melintasi kawasan tersebut. Sebelum dibuka, pihak Satpol PP mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Polsek Jatiuwung, Camat Periuk, dan Lurah Sangiang Jaya.

“ Sesuai arahan Walikota kepada Kasatpol PP Kota Tangerang dan hasil koordinasi dengan para pihak terkait, maka pagi ini (Sabtu) kami didukung Polsek Jatiuwung dan pihak Kecamatan Periuk, blokade jalan tersebut kami bongkar,” ujar Kabid Penegakan Hukum Daerah (Gakumda) Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang usai pembongkaran.

Kaonang menambahkan, sehari sebelum pembongkaran, dirinya mengaku telah melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat setempat yakni H. Saipul Millah. Kata dia, Tokoh yang di tuakan tersebut diketahui masih ada hubungan saudara dengan ahli waris.

” Haji Saipul Millah juga mendukung agar jalan yang di blokade oleh ahli waris segera dibuka. Kalau keluarga ahli waris merasa punya dokumen silahkan diajukan tanpa dengan harus menutup jalan,” kata Kaonang saat menyampaikan hasil koordinasi dengan H. Saipul Milah kepada forwatnews.com.

Sebelumnya jelas Kaonang, jalan H. Chaerudin telah ditutup sebanyak dua  kali oleh pihak yang mengaku ahli waris. Akibat penutupan itu kata Kaonang, para pengguna jalan yang melintasi kawasan itu menjadi terganggu. Bahkan menyebabkan kemacetan panjang hingga beberapa ratus meter.

“Hal ini tidak bisa terus menerus berlangsung. Ini diperlukan ketegasan. Bila dilakukan kembali sebaiknya kita tempuh jalur hukum supaya tidak terulang,” tegas Kaonang.

Sementara itu, Lurah Sangiang Jaya, H Musa Tidak berada di lokasi saat pihak Satpol PP Kota Tangerang membongkar jalan yang di blokade itu.(angga)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.