Perang Terhadap Narkoba, Kecamatan Tangerang Gelar Seminar Bahaya Narkoba Dikalangan Remaja

Camat Tangerang, Agus Hendra (kanan) saat memberi sambutan di Acara Seminar, Jumat (4/8/2017) bertempat di Aula Kantor Kecamatan Tangerang

Camat Tangerang, Agus Hendra (kanan) saat memberi sambutan di Acara Seminar, Jumat (4/8/2017) bertempat di Aula Kantor Kecamatan Tangerang

FORWAT, Kota Tangerang – Guna meminimalisir tingkat penyalahgunaan dari bahaya Narkoba dan kenakalan dikalangan remaja serta konsekuensinya, Kecamatan Tangerang Kota Tangerang menggelar acara Seminar di Ruang Aula Kecamatan Tangerang, Jum’at ( 4/8/2017 ) pagi.

Dalam sambutannya Camat Tangerang, Agus Hendra Fitrahiyana mengatakan, saat ini di Kota Tangerang sudah dinobatkan sebagai Kota Layak Anak. Untuk mendukung itu Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang telah memiliki banyak program yang bermuara untuk kepentingan masyarakat, salah satunya adalah program Kampung Anak. Kegiatan tersebut, jelas Agus Hendra diikuti sebanyak 24 Sekolah Negeri tingkat SD dan SMP.

” Kami sengaja undang dalam acara ini. Kami berharap dengan kegiatan ini anak -anak bisa mendapat bekal agar terhindar dari bahaya budaya laten Narkoba,” ujarnya di sela sela acara.

Selain itu, Camat juga berpesan agar kegiatan itu dapat disosialisasikan di lingkungan sekolah dan lingkungan tempat tinggal. Dengan begitu, kata Camat, anak-anak remaja di Kota Tangerang dapat terbebas dari bahaya Narkoba juga masalah tawuran.

“Dalam kegiatan ini , kami juga sengaja menghadirkan lurah-lurah karena tugas mereka bekerja tidak lepas dari lingkungan anak-anak muda,” tuturnya.

Sementara di tempat yang sama, Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Tangerang, Agus Sahrullah dalam sambutannya mengatakan bahwa sesuai pernyataan Presiden RI, Joko Widodo bahwa saat ini Indonesia sedang darurat Narkoba. Peredaran Narkoba di Indonesia terang Agus, bukan hanya di kota-kota besar tapi juga sudah sampai ke pelosok kampung.

” Contoh ada temuan di Kelurahan Pabuaran, Karawaci, setelah pengembangan, ternyata asal usul barang haram itu berasasal dari sebuah kampung,” katanya.

Masih kata Agus, Penduduk Indonesia yang telah mencapai 250 juta, sekitar 12,5% diantaranya menjadi pengguna Narkoba. Hal itu sudah sangat memprihatinkan.

Sedangkan pengkonsumsi barang haram tersebut rentan digunakan oleh anak-anak dan orang dewasa usia 10 sampai 60 tahun.

” Untuk itu mudah-mudahan dengan diadakannya seminar ini adik-adik bisa menghindari Narkoba dan ikut serta mengajak teman-teman lainnya, baik di lingkungan sekolah dan lingkungan masing-masing dari bahaya Narkoba,” himbau Agus. (Nur/Angga)

Leave a Reply

Your email address will not be published.