Jadi Sengketa, Warga Galeong Minta Yayasan Darul Amal Kembalikan Tanah Wakaf

Ratusan warga Kampung Galeong RT 02/07, Kelurahan Margasari, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang menggelar aksi di depan pintu masuk Gedung Yayasan Darul Amal, Senin (31/7/2017).

Ratusan warga Kampung Galeong RT 02/07, Kelurahan Margasari, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang menggelar aksi di depan Kantor Kelurahan Margasari, Senin (31/7/2017)

 

FORWAT, Kota Tangerang – Ratusan warga menggeruduk Kantor Kelurahan Margasari, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang,Senin(31/7/2017). Kedatangan warga Kampung Galeong RT 02/07, Kelurahan Margasari, Kecamatan Karawaci itu adalah buntut soal sengketa tanah wakaf yang belum terselesaikan.

Dalam tuntutannya warga meminta pihak yayasan agar mengembalikan tanah wakaf yang saat ini telah dibangun gedung sekolah.

Sebelumnya dalam sengketa tanah wakaf ini warga membentuk tim sembilan (9) yang mewakili warga diantaranya, Ahmad Yani sebagai Ketua Tim yang beranggotakan Muhidin, Kosim, Topik Sulaiman, Nawawi Udin, Edi Kusnadi, Iwan Kurniawan, Saefudin, Abdul Fatah. Mereka juga mendesak kepada  kepolisian agar mengusut tuntas permasalahan tersebut.

Salah satu tim sembilan yang juga cucu dari pemilik lahan yang diwakafkan, Muhidin mengatakan sebelum aksi unjuk rasa tim 9 yang mewakili warga Galeong itu telah melakukan mediasi di kantor Kelurahan Margasari bersama pihak Yayasan Darul Amal sebanyak tiga kali. Bukan solusi yang didapat tapi malah intimidasi .

“Dalam pertemuan ke dua, kami memberikan surat pemberitahuan ke pihak yayasan agar dalam pertemuan yang ke tiga kelengkapan surat tanah dapat diperlihatkan, namun malah sebaliknya, dalam pertemuan itu pihak yayasan tidak hadir. Kami minta jangan ada intervensi hukum dalam hal ini. Berlakukanlah hukum yang seadil-adilnya,” papar Muhidin.

Menurut cerita Muhidin, bahwa pada tahun 1960 an, kakeknya telah mewakafkan tanah seluas kurang lebih 6.700 M² girik atas nama Aning bin Hamid untuk makam warga Galeong. Kemudian pada tahun 1988 didirikanlah sebuah yayasan, yang menguasai lahan wakaf dengan luas kurang lebih 2.000 M² hingga sampai saat ini.

Lanjut Muhidin, di siang hari ini (Senin.red) tim 9 yang mewakili suara warga diundang oleh pihak Polrestro Tangerang Kota untuk bermediasi bersama pemilik yayasan. Apabila masih belum ada solusi kata dia, warga akan mengadakan aksi selama tiga hari hingga Rabu mendatang.

Terkait kasus sengketa tanah wakaf itu, Lurah Margasari A. Juharto menjelaskan, bahwa sebelumnya telah dilakukam mediasi sebanyak tiga kali antara kedua belah pihak. Namun hingga saat ini belum ada titik temu.

“Sudah tiga kali kami mengadakan audiensi, saya tidak tahu kenapa belum juga ada titik temu, akhirnya kami menyarankan agar persoalan ini ditempuh melalui jalur hukum saja,” ungkapnya.

Dikatakan Lurah, bahwa Yayasan Daru Amal sudah berdiri sejak 20 tahun lalu. Dahulu kata dia  sudah ada surat ikrar ahli waris, tetapi lurah mengaku tidak mengetahui isi suratnya, apa dan siapa yang mengikrarkan.

“Katanya, dulu pernah ada ikrar ahli waris kepada Yayasan. Tetapi, saya tidak tahu persis bagaimana isi ikrar dan siapa yang mengikrarkannya,” pungkasnya.

Sementara hingga berita ini dirilis, pihak Yayasan Darul Amal belum  bisa dimintai keterangan. (angga)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.