HANI Ditunda, Pemkot Tangerang Dinilai Tidak Serius Berantas Narkoba

 

Surat undangan peringatan hari anti narkotika internasional (HANI) 2017,  Senin (24/7/2017) bertempat di plaza Puspemkot Tangerang.

Surat undangan peringatan hari anti narkotika internasional (HANI) 2017, Senin (24/7/2017) bertempat di plaza Puspemkot Tangerang.

FORWAT, Kota Tangerang – Tanpa alasan yang jelas Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2017 yang akan diselenggarakan di Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang, Senin (24/7/2017) ditunda. Padahal undangan pelaksanaan kegiatan tersebut telah di sebar kebeberapa peserta jauh jauh hari. Sejumlah kalangan menyayangkan ditundanya kegiatan tersebut, salahsatunya dari Ketua Gerakan Anti Narkoba Nasional (Gannas) Kota Tangerang, Agus Lasmita Karya (ALK).

Menurut dia, penyelenggara kegiatan HANI tahun 2017 merupakan bentuk keprihatinan dunia terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang berdampak buruk terhadap kesehatan, perkembangan sosial ekonomi, serta keamanan dan kedamaian dunia. Tidak terkecuali di Indonesia.

Situasi yang sangat mengkhawatirkan ini menjadi masalah yang sangat mendesak untuk segera diatasi bersama, seperti halnya di Kota Tangerang. Berkaca pada kasus 8 orang oknum pegawai honorer Dinas Perhubungan Kota Tangerang yang terjerat narkoba, maka sudah seharusnya Pemkot dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang sigap dan tangap dalam menjalankan program-program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Program tersebut, kata ALK dapat di sosialisasikan dalam momen peringatan HANI tahun ini. Tapi sebaliknya, Pemkot terkesan tidak serius dalam mensosialisasikan kegiatan tersebut, bahkan dalam upaya pencegahan peredaran narkoba di wilayah Kota Tangerang.

“Penyuluhan penyalahgunaan narkoba salahsatunya dengan penyelenggaraan HANI tahun 2017. Tapi kok malah ditunda tanpa alasan yang jelas. Ini kan bukti kalau Pemkot dan BNN tidak serius dalam penanggulangan bahaya narkotika,” keluh ALK.

Terkait hal tersebut, Kepala BNN Kota Tangerang, (AKBP) Akhmad. F Hidayanto, Senin (24/7/2017) mengaku kecewa dengan ditundanya kegiatan peringatan HANI tahun 2017 yang di gelar di pelataran Puspemkot Tangerang. Meski begitu, Ahmad tidak menyebutkan sebab dan ditundanya acara tersebut.

Sebelumnya, Jumat (21/7/2017) Walikota Tangerang mengaku siap dan setuju jika BNN dan pihak kepolisian kembali menggelar tes urine di lingkup Pemkot Tangerang. Menurut dia bukti keseriusan Pemkot Tangerang adalah dengan mendorong pembentukan BNN di Kota Tangerang dan mencanangkan program Tangerang Bersih dari Narkoba (Tangerang Bersinar).
“Ya, kita siap. Kalau perlu wartawan, masyarakat juga dites urine. Kita dari awal serius mencegah narkoba. Kan kita yang dorong pembentukan BNN sampai ke pusat,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Kepolisian Polrestro Tangerang Kota menangkap delapan orang oknum pegawai honorer di Dinas Perhubungan Kota Tangerang. Mereka kedapatan mengedarkan dan mengunakan narkotika jenis shabu. diantaranya berinisial P, R,TR, IND, EZ, DN, DF dan SB. (lla)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.