Waspada Daging Celeng, Dirut PD Pasar Kota Tangerang Himbau Masyarakat Cermat Membeli

ilustrasi/net

ilustrasi/net

FORWAT, Kota Tangerang- Beredarnya daging celeng  yang ditemukan Kepolisian Resor Kota Surakarta sebanyak 1,5 ton dikhawatirkan masyarakat Kota Tangerang. Pasalnya penemuan daging haram tersebut diketahui beredar di pasar tradisional.

Seperti yang dilansir oleh Kompas.com bahwa Kepolisian Resor Kota Surakarta mengamankan daging celeng beku siap jual seberat 1,5 ton yang sedang dibongkar di sebuah rumah di Sudiroprajan Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (9/6/2017) lalu.

Masyarakat Kota Tangerang, Ningrum saat ditemui di Pasar Anyar Kota Tangerang, Senin (12/6/2017) mengatakan bahwa dengan adanya temuan daging celeng dan daging gelonggongan di daerah Jawa Tengah tersebut membuat dirinya khawatir untuk membeli daging. Menurutnya, selain haram untuk dimakan daging gelonggongan dan celeng itu juga tidak sehat jika dikonsumsi.

” Jelas saya khawatir. Kalau daging celeng itu kan haram bagi umat islam. Selain itu, daging itu juga berbahaya, bisa menimbulkan penyakit,” ujarnya.

Dihari yang sama Direktur PD Pasar Kota Tangerang, Titien Mulyati saat dihubungi melalui seluler miliknya, mengatakan bahwa hingga saat ini belum ditemukan keberadaan peredaran daging celeng dan gelonggongan di pasar pasar tradisional di Kota Tangerang. Khususnya pasar tradisional yang di kelolanya. ” Sampai saat ini di tujuh pasar tradisional yang saya kelola tidak ada yang namanya daging celeng maupun daging gelonggongan,” ujarnya.

Ia berharap, agar Idul Fitri tahun ini tidak ada pedagang daging yang curang dengan menjual daging yang tidak layak konsumsi itu. Karena hal tersebut kata Titien merupakan tindakan melanggar hukum. ” Jelas jika ada pedagang yang menjual daging celeng dan gelonggongan itu melanggar hukum. Mereka bisa dikenakan pasal tentang perlindungan konsumen,” terangnya.

Sementara terkait informasi maraknya peredaran daging celeng dan gelonggongan, Titien menghimbau kepada masyarakat Kota Tangerang agar tetap waspada. Menurut Titien masyarakat harus mengetahui ciri-ciri daging yang segar dan layak konsumsi.

” Ciri-ciri daging segar yaitu warna daging tersebut berwarna merah segar dan berbentuk elastis. Jika daging gelonggongan terlihat lebih pucat dan lembek saat dipegang serta lebih cepat busuk,” tutupnya.(angga)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.