Diduga Melanggar, Warga Minta Pemkot Tertibkan Pagar Gudang PT Tirta Varia

IMG-20170610-WA0026

FORWAT, Kota Tangerang -Pengawas Bangunan (Wasbang) di Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Tangerang dirasa masih belum maksimal.

Seperti halnya pengawasan pembangunan Gudang Perusahaan Air Mineral PT.Tirta Varia Inti Pratama yang berlokasi di Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Tangerang yang diduga melanggar aturan. Pasalnya diketahui tinggi batas pagar bangunan itu telah melebihi aturan yang ditentukan sesuai Peraturan Menteri (Permen) Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) nomor 24/PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Izin Mendirikan Bangunan Gedung.

Ketua Bidang Investigasi di LSM Presidium Jaringan Rakyat ( Pijar) Abdul, Senin (12/06/2017) mengatakan bahwa, tugas pokok dan fungsi yang melekat pada Wasbang sebagai regulator pengawas bangunan di Kota Tangerang terlihat kurang maksimal.

“Seharusnya wasbang bekerja sesuai tupoksi yaitu sebagai kontrol keberadaan bangunan di Kota Tangerang. Kan mereka di bayar pake APBD,” ujarnya.
Dikatakan Abdul, berdasarkan pantauan pihaknya ada beberapa bangunan yang masih berjalan pengerjaannya tetapi luput dari pengawasan. Sementara petugas Wasbang kata Abdul, hanya menunggu laporan dari masyarakat dan tidak jelas kapan ditindaklanjuti.

“Ya, contohnya pembangunan gudang air mineral milik PT.Varia Tirta Inti Pratama. itu kan masih berjalan padahal diketahui ketinggian pagar dbangunan gudang itu jelas melanggar aturan. Tapi Dinas Perkim hanya memanggil pemiliknya saja. Harusnya wasbang membuat surat kepada satpol pp untuk menertibkan pagar bangunan itu” tutur Abdul dengan nada kesal.

Sementara berdasarkan pantauan di lokasi, diketahui pondasi pagar bangunan gudang tersebut mengunakan besi kolom dan besi slup yang tidak sesuai standar. Sehingga dikhawatirkan dapat membahayakan warga sekitar yang bermukim dekat lokasi gudang.

“Jadi wajar masyarakat mempunyai rasa khawatir terjadinya roboh, karena besi yang digunakan tidak sesuai standard jika dilihat dari tingginya pagar tersebut,” tukasnya.

Hak senada dikatakan Ketua RW 07, Kelurahan Buaran Indah, Kecamatan Tangerang. H.Saeful A.R mengaku khawatir apabila pagar bangunan itu roboh dan menimpa warganya.

“Saya takut jika suatu saat ada warga saya yang sedang berjalan lalu tiba-tiba pagar itu roboh. ya pasti kita khawatirlah,” ujarnya.

Sebelumnya saat musyawarah dengan warga terang Saeful, pihak perusahaan tidak pernah membahas rencana pembangunan pagar tersebut.

“Sebelumnya tidak ada pembahasan soal pembangunan pagar dan itu yang kami persoalkan,” pungkasnya. Sementara hingga berita ini dirilis, pihak perusahaan belum bisa diminta keterangan. (dul/lla)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.