Diduga Tak Ada Pengawasan, Pengusaha Warnet Langgar Jam Operasional


Caption : Tramtib Kecamatan Tangerang bersama Babinsa dan Binamas saat melakukan razia di beberapa warnet yang berada di Taman Royak 2, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Minggu lalu.

Caption : Tramtib Kecamatan Tangerang bersama Babinsa dan Binamas saat melakukan razia di beberapa warnet yang berada di Taman Royak 2, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Minggu lalu.

FORWAT, Kota Tangerang – Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 26 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Warung Internet dan Permainan Teknologi Berbayar terlihat mandul. Pasalnya masih banyak pengusaha warnet di Kota Tangerang yang tidak mematuhi aturan Walikota Hal itu terbukti dengan masih banyaknya warnet atau game online yang beroperasi selama 24 jam.

Untuk diketahui, Perwal Nomor 26 Tahun 2016 merupakan perubahan dari Perwal Nomor 10 Tahun 2012. Dimana dalam peraturan tersebut jam operasional warnet dan game online telah ditentukan yakni diantaranya hari Senin s/d Kamis dan Minggu buka mulai Pukul 07.00 WIB
s/d Pukul 18.00 WIB. Sedangkan untuk hari Jumat dan Sabtu buka mulai dari Pukul 07.00 WIB s/d Pukul
18.00 WIB dan Pukul 20.00 WIB s/d Pukul 23.00 WIB.

Selain jam operasionalnya yang ditentukan, pengusaha warnet juga wajib memiliki izin yang dikeluarkan oleh Badan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Kota Tangerang. Terkait pengawasan seperti yang tertera di dalam Bab IX ayat 12 bahwa  Pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan usaha Warnet
dan Permainan Teknologi Berbayar dilaksanakan Dinas
Kominfo, Dinas Porparekraf, BPMPTSP, Satpol PP dan
Tramtib Kecamatan.

Sekretaris Dinas (Sekdis) Kominfo Kota Tangerang Syamsul saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (8/6/2017) mengatakan bahwa dalam Perwal Nomor 26 Tahun 2016 Dinas Kominfo bertugas untuk mengontrol agar setiap warnet tidak dapat mengakses situs-situs porno. ” Tugas kita dalam hal ini hanya memastikan bahwa warnet yang ada di Kota Tangerang tidak dapat mengakses situs porno,” ujarnya.

Sementara itu kata dia, terkait ijin merupakan wewenang pihak BTMPTSP, untuk game online wewenang Dispora, dan penutupan warnet jika melanggar merupakan wewenang Satpol PP Kota Tangerang. ” Dalam hal ini kita seharusnya membentuk satuan petugas (satgas.red) dimana anggota satgas tersebut merupakan perwakilan dari masing-masing instansi yang telah tertera dalam perwal ini,” terangnya.

Sementara, Kabid Ketertiban Umum (Tibum) Satpol PP Kota Tangerang A. Gufron Falfeli saat ditemui diruang kerjanya, mengatakan bahwa dirinya telah mengintruksikan kepada seluruh Kasi Tramtib Kecamatan untuk terus melakukan monitoring di wilayah. Kata dia, jika terdapat warnet atau game online yang melanggar Perwal Nomor 26 Tahun 2012 dirinya akan menindak tegas.

” Saya tekankan kepada seluruh Tramtib Kecamatan untuk mengontrol warnet-warnet yang ada di wilayahnya. Jika ada warnet yang melanggar maka akan kita beri sanksi tegas sesuai yang tertera dalam Perwal itu,” tutupnya.(angga)

Leave a Reply

Your email address will not be published.