Kompensasi Tidak Sesuai, PT BLP Disoal Warga Pakuhaji

IMG-20170426-WA0008

FORWAT, Kabupaten Tangerang – Pembangunan kawasan pergudangan PT Bangun Laksana Persada (BLP) disoal warga Kecamatan Pakuhaji Kabupaten Tangerang. Pasalnya warga di lokasi itu mengeluhkan dampak akibat pembangunan tersebut. Selain mengusur lahan pertanian, kompensasi yang diberikan pihak perusahaan juga tidak sesuai yang diharapkan. Bahkan pihak pengembang hanya memberikan janji pekerjaan yang layak untuk warga sekitar, namun hingga saat ini belum juga terealisasi.

Menurut warga, sebelumnya sejak tahun 2015 warga telah mengantisipasi adanya rencana pembangunan kawasan industri seluas kurang lebih 400 hektar. Kini di daerah itu tidak ada lagi lahan pertanian maupun ruang terbuka hijau yang ada hanya pemandangan puluhan bangunan industri.

“PT BLP tidak menepati janji adanya kompensasi seperti air bersih. Memang warga sudah diberikan lapangan pekerjaan dan sejumlah uang tapi itu tidak sesuai yang dijanjikan,” ujar Kosasih salah seorang warga Desa Laksana, Kecamatan Pakuhaji, Rabu (26/4/2017).

Kosasih juga menyesalkan dampak pembangunan kawasan industri tersebut. Karena akibat pembangunan itu, saat ini warga sekitar lokasi tidak dapat beraktifitas seperti biasanya. Untuk itu Kosasi, meminta PT BLP beranggungjawab atas nasib warga yabg terkena dampak.

“Yang biasa bercocok tanam sekarang hanya merenung dirumah dan susah dapat air bersih. Air disini jadi kotor, susahnya minta ampun dapat air bersih. Belum lagi untuk kebutuhan buat makan, sulit sekali,” keluh Kosasih.

“Jangan sampai warga mengamuk akibat pihak perusahaan tidak kooperatif. Dan untuk para Kepala Desa tolong perhatikan warganya jangan diam saja,” sambungnya. Sementara hingga berita ini di rilis pihak perusahaan belum bisa dimintai keterangan.

Sedangkan berdasarkan informasi forwatnews, diketahui bahwa pembangunan kawasan industri itu telah mengusur ribuan hektar lahan di lima desa di Kecamatan Pakuhaji yaitu diantaranya, Desa Laksana, Desa Kalibaru, Desa Kiarapayung, Desa Kramat dan Desa Buaran Bambu. (ren)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.