Sachrudin : Berolahraga Sekaligus Lestarikan Budaya lewat FORMI

HUT FORMI KE-2 9

FORWAT, Kota Tangerang – Dalam pembukaan acara Peringatan HUT Fesderasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kota Tangerang ke-2, Wakil Walikota Tangerang, Sachrudin mengatakan budaya berolahraga tidak dapat tumbuh secara instan, namun melalui proses yang berjenjang dan berkesinambungan dimulai dari lingkungan terkecil sampai komunitas masyarakat yang lebih besar. Acara tersebut dilaksanakan di Lapangan Ahmad Yani Kota Tangerang, Minggu (23/4/2017).

Lahirnya FORMI sekaligus menjadi yang sangat tepat dalam pembangunan olahraga lewat pemberdayaan dan peningkatan prestasi,” tutur Wakil Walikota.

Dan ini, lanjut Wakil Walikota selaras dengan program Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang yang ingin mewujudkan Kota Tangerang yang sehat dan juga sejahtera.

“Ini salah satu bukti bagaimana kita ingin menciptakan masyarakat yang sehat dan sejahtera,” jelasnya.

Oleh karena itu, Sachrudin juga mengajak kepada seluruh komponen masyarakat untuk terlibat dalam pengembangan dan pelestarian olahraga tradisional yang telah menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.

“Kita harus terus lestarikan olahraga tradisional yang tumbuh dan berkembang di masyarakat,” ujar Sachrudin.

Peringatan HUT FORMI ke-2 tersebut sebelumnya diawali dengan senam bersama yang diikuti sekitar 1000 masyarakat Kota Tangerang dan sekitarnya. Acara seremoni peringatan HUT FORMI juga ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pelepasan balon oleh Wakil Walikota didampingi Ketua Umum FORMI Kota Tangerang Bapak Marsudi.

Lebih lanjut Wakil juga mengatakan pemberdayaan harus terus juga dilakukan sehingga olah raga tradisional ini tidak punah yang memiliki tujuan untuk mempererat tali silahturahmi antar masyarakat Kota Tangerang.

“Apalagi banyak filosofi yang terkandung dalam olahraga tradisional yang kita punya, mulai dari dagongan, gobak sodor sampai egrang, yang melambangkan bahwa seorang pemimpin yang sukses itu harus mau lihat ke bawah atau masyarakat, kalau lihat keatas pasti jatuh,” papar Wakil menjelaskan filosofi olahraga egrang yang sudah mulai hilang di kalangan masyarakat.

Olahraga tradisional ini juga menurut Sachrudin memiliki akar budaya yang tidak boleh hilang begitu saja, namun lewat pelestarian dan pemberdayaan mampu memperkuat silahturahmi, dan tentunya membawa dampak peningkatan kesehatan masyarakat.

Sementara Ketua FORMI Kota Tangerang, Bapak Marsudi mengatakan kegiatan peringatan FORMI saat ini juga akan tetap mempertandingkan cabang-cabang olahraga seperti Dagongan, Jalan Terompah, Egrang dan perlombaan lainnya.

“Insya Allah nanti di Bulan Mei kita akan selenggarakan lombanya,” terangnya.

“Ini merupakan bagian dari usaha pembinaan dalam rangka menjaring atlet-atlet tangguh yang bisa berprestasi di tingkat yang lebih tinggi,” tandasnya. (riis)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.