Dukung Program Pemkot, Kecamatan Jatiuwung Wujudkan Kampung PHBS

Camat Jatiuwung, Boyke Ahmad Safei

Camat Jatiuwung, Boyke Akhmad Syafei

FORWAT, Kota Tangerang – Kecamatan Jatiuwung terus berbenah guna mewujudkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada masyarakat. Yaitu dengan membangun Kampung PHBS di Kelurahan Gandasari dan Manis Jaya. Sebelumnya dua kelurahan itu dinilai Pemerintah Kota Tangerang sebagai kampung kumuh. Sehingga perlu dibangun kampung PHBS agar masyarakat di dua wilayah itu dapat berperilaku hidup dengan bersih dan sehat. Selain itu, Kecamatan Jatiuwung juga ingin mewujudkan program Pemerintah Kota Tangerang menjadi kota yang layak huni dan kota layak dikunjungi.

Camat Jatiuwung, Boyke Akhmad Syafei mengatakan pelaksanaan kampung PHBS di wilayahnya itu bertujuan untuk merubah pola hidup masyarakat agar hidup bersih dan sehat. Kampung PHBS itu juga dilakukan menjelang penilaian Swasti Saba Wistara. Dengan begitu, Boyke berharap pembangunan Kampung PHBS di wilayahnya dapat membantu Pemerintah Kota Tangerang meraih kembali penghargaan tersebut.

“Untuk membangun Kampung PHBS itu perlu waktu yang cukup lama. Karena itu didasari dari masyarakat sekitar untuk merubah perilaku hidup yang kurang baik menjadi perilaku hidup bersih dan sehat dalam menjalankan kehidupan sehari-harinya,” jelas Camat Boyke, Selasa (18/4/2017).

Dikatakan Boyke, meski membutuhkan waktu lama untuk membangun kesadaran masyarakat, namun Boyke optimis kampung PHBS itu dapat terwujud. Sekali lagi Boyke berharap, kedepan kampung PHBS yang sudah dibangun itu bisa menjadi budaya hidup masyarakat diwilayahnya. Agar terus berperilaku hidup yang bersih dan sehat. Sehingga tidak ada lagi sebutan kampung kumuh di Kecamatan Jatiuwung.

“Bukan hanya satu titik saja yang dibangun. Melainkan seluruh wilayah pada tingkatan RW, nantinya akan dibangun kampung PHBS. Tapi, untuk memotori itu semua, perlu salah satu kampung yang harus dibangun pada wilayah itu. Sehingga, nantinya tingkat kesadaran itu akan terbangun. Ketua RW pun nanti yang akan memberi penyuluhan 10 kriteria kampung PHBS ini ke warganya,” terang Boyke.

IMG-20170419-WA0004

Sementara Lurah Gandasari, Edih S.Sos menuturkan, selain pihaknya pelaksanaan pembangunan Kampung PHBS itu juga melibatkan kelompok wanita tani (KWT), kader PKK, Karang Taruna, BKM, RT dan RW.

“Seluruh elemen membantu saya untuk membangun kampung ini untuk menjadikan masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat,” kata Edih saat ditemui di ruang kerjanya.

Lebih lanjut Edih menerangkan, bahwa KWT dan kader PKK membangun wilayah dengan bercocok tanam. Bahkan, tanaman yang sudah dipanennya dapat langsung dirasakan masyarakat.

“Dari bibit ditanam, sampai panen saya kontrol dengan KWT dan PKK. Lebih banyak yang ditanamkan itu bayam,” katanya.

IMG-20170419-WA0024

Ditempat yang berbeda, Lurah Manis Jaya, Uding menegaskan, pihaknya bersama warga telah membangun perkebunan KWT. Lantaran wilayahnya itu masuk dalam kategori kampung kumuh pada penilaian Pemerintah Kota Tangerang. Untuk itu kata dia, di lingkungan masyarakat perlu dibangun perilaku hidup bersih dan sehat.

“Kita bangun wilayah untuk perkebunan KWT dan pengecatan tembok serta jalan-jalan yang ditentukan sebagai kampung PHBS,” pungkasnya singkat. (Adv)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.