Atasi Permasalahan di Wilayah, Camat Pinang Memilih Terjun Langsung Ke Lokasi

Camat Pinang, Muhammad Agun Djumhendi (tengah) berbincang dengan warga saat meninjau lokasi genangan air di Jalan HR. Rasuna Said.

Camat Pinang, Muhammad Agun Djumhendi (tengah) berbincang dengan warga saat meninjau lokasi genangan air di Jalan HR. Rasuna Said.

FORWAT, Kota Tangerang – Banyak hal yang dilakukan oleh pemimpin wilayah untuk memecahkan suatu permasalahan yang ada di wilayahnya. Seperti yang dilakukan Camat Pinang Muhammad Agun Djumhendi, dirinya mengaku lebih memilih untuk langsung terjun ke lokasi atau sering disebut Sidak (Inspeksi Mendadak). Hal itu dibuktikannya saat meninjau kondisi jalan HR. Rasuna Said, Kelurahan Pakojan RT 05/RW 01, Selasa (28/3/2017). Dimana lokasi tersebut kerap digenangi air ketika turun hujan.‎

“Saya lebih memilih untuk langsung turun ke wilayah. Pasalnya, dengan upaya itu kita dapat mengetahui secara detail apa permasalahan yang ada di wilayah. Seperti halnya di Jalan HR. Rasuna Said ini,” ujar Camat Pinang yang akrab dipanggil Agun.

IMG-20170329-WA0010

Setelah mengetahui akar masalah itu, kata Camat Pinang dirinya akan lebih mudah untuk mencari jalan keluar (Solusi.red). Dengan begitu masalah yang terdapat di wilayah dapat diselesaikan.‎

“Pasti, jika kita turun ke lokasi kita akan tau akar masalahnya, setelah itu kita bisa cari solusinya. Sehingga, permasalahan yang ada di wilayah bisa kita selesaikan,” imbuhnya.

Ia mencontohkan, seperti halnya Jalan HR. Rasuna Said, Kelurahan Pakojan, RT 05/RW 01 yang kerap tergenang air saat turun hujan. Setelah dirinya melakukan sidak ke lokasi, permasalahan tersebut dapat dipecahkan.

“Kemarin sore saya mendatangi lokasi, masalah genangan air yang sering terjadi itu ternyata karena belum rampungnya pengerjaan drainase di wilayah tersebut. Hal itu karena ada beberapa faktor. Ya, ada salah satu warga yang belum setuju jika lahan yang berada di depan rumahnya dibangun drainase,” terangnya.

Ia menambahkan, dengan adanya pendekatan secara persuasif yang dilakukannya kepada warga tersebut, saat ini warga yang enggan dibangun drainase di depan rumahnya itu berubah pikiran.

“Setelah saya melakukan pendekatan, alhasil warga itu setuju dan memperbolehkan lahan depan rumahnya untuk dibangun drainase. Tahun ini lanjutan drainase yang ada di lokasi tersebut akan dikerjakan dengan anggaran enam ratus juta,” katanya.

Agun juga berharap agar masyarakat ikut mengusulkan, menjaga, memanfaatkan, dan memelihara fasilitas yang telah diberikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang. Dengan begitu dapat membatu program Pemerintah seperti kota layak huni, layak investasi, layak dikunjungi” pungkasnya. (adv)‎

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.