Mengembalikan Wibawa PDAM TB Menuju Pelayanan Prima

898

Oleh :  Yudhistira. P/ Tangerang Raya Institute (TRAINS)

FORWAT, Kota Tangerang – Hampir 3 bulan sudah PDAM TB (Tirta Benteng) Kota Tangerang berada pada status quo dengan dipimpin oleh seorang pelaksana tugas (plt) direktur. Dimana seorang Plt tidak dapat mengambil kebijakan yg bersifat strategis. Plt Direktur tersebut adalah sdr Ali mu’min yang juga merupakan suami daripada Indri Astuti, Kabag Hukum Pemda Kota Tangerang. Beliau diangkat menjadi plt. Direktur yang sebelumnya adalah seorang kepala seksi (kasi) produksi Cabang II PDAM TB Kota Tangerang.

Banyak yang mengira hal ini menuai beragam kontroversi, begitupun kami manakala seorang plt dipilih dari tingkatan kedua (kasi) padahal masih ada beberapa kepala bidang di internal PDAM TB.

Hal ini dikhawatirkan memiliki imbas pada performa PDAM TB dalam hal pelayanan maupun kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan diinternal maupun ekternal lembaga PDAM. Dengan target 2 kali lipat di tahun sebelumnya, pada tahun 2017 ini PDAM TB menargetkan 30.000 SL dapat terpasang dan mengcover seluruh zona pelayanan di Kota Tangerang, lebih daripada itu program-program unggulan lain yang sudah digagas agar segera dilaksanakan, hal ini akan menjadi bias mana kala belum memiliki seorang pimpinan yang definitif.

Tingginya ekspektasi masyarakat terhadap kinerja PDAM yang mampu mendistribusi air bersih keseluruh wilayah di Kota Tangerang, ditambah target pencapaian perusahaan ini oleh owner yg tidak lain adalah Walikota sebagai kepala daerah, menuntut keseriusan PDAM TB dalam mengembalikan kewibawaan perusahaan daerah ini menuju pelayanan prima, dimana pada beberapa tahun belakangan selalu dirundung problematika ketika dipimpin oleh sdr. A. Marju Kodri, kemudian Plt. Tony Wismantoro, lalu terakhir di bawah pimpinan  Suyanto yang cukup menguras tenaga di tubuh PDAM TB sendiri.

Solusi konkrit yg diharapkan dapat segera diambil sebagai bahan masukan terutama untuk owner adalah melakukan percepatan pembentukan tim seleksi agar segera didapatkan direktur definitif yang mampu mengemban amanah dan bertanggung jawab penuh terhadap perusahan daerah air minum di Kota Tangerang ini, 6 bulan adalah waktu yang singkat untuk segera melakukan pembenahan di BUMD  ini guna melakukan restrukturisasi sesuai amanah peraturan.

Kami berharap agar calon dirut terpilih nanti adalah benar-benar orang yang mau menghibahkan hidupnya untuk kemajuan PDAM, memiliki kompetensi teknis dan non-teknis, dan tidak ada bumbu like or dislike didalamnya. Jangan sampai PDAM menjadi sapi perah untuk agenda politik tertentu kedepannya dan menjadi refrensi buruk bagi generasi berikutnya.

Perlu adanya kriteria-kriteria calon direktur yang bisa menjawab tantangan PDAM TB kedepan yaitu direktur utama adalah orang yang visioner, cakap dalam hal teknis dan non teknis. Memiliki jiwa kepemimpinan dan ketegasan yg tinggi, serta mampu membangun komunikasi yg baik kepada seluruh elemen untuk menjalin senergitas yang baik.

Tak pelak ini adalah sebuah konsekuensi yang logis sebagai kado istimewa di umur kota tangerang ke-24. Umur yg semakin dewasa dan matang umumnya pada manusiabdan menjembatani kebutuhan pokok masyarakat Tangerang akan pemenuhan air bersih menuju Kota Tangerang yang berakhlakul karimah. Semoga.

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.