Bandel, Diduga Tak Kantongi Izin Panti Pijat Nekat Beroperasi

IMG-20170204-WA0050

FORWAT, Kota Tangerang – Maraknya usaha panti pijat di Kota Tangerang bak jamur di musim hujan. Lemahnya pengawasan dan penegakan peraturan daerah (Perda) masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kota Tangerang. Bahkan tak sedikit para pengusaha nekat membuka usahanya meski diduga belum memiliki izin. Seperti panti pijat yang berada di Ruko Great Western Resort Blok B1/31 Kelurahan Panunggangan Utara, Kecamatan Pinang. Menurut Deni warga Panunggangan Utara, keberadaan panti pijat di wilayahnya karena kurangnya pengawasan dan tindakan tegas dari aparat pemerintah. Sehingga usaha panti pijat itu dapat beroperasi meski diduga tanpa mengantongi izin.
Untuk itu menurut Deni, sudah seharusnya pemerintah daerah melalui petugas Satpol PP dan Trantib Kecamatan Pinang bisa mengambil tindakan tegas untuk menertibkan panti pijat tersebut. “Kita minta pemerintah tegas melakukan tindakan. Ini kan laporan masyarakat yang harus ditindaklanjuti. Kalau tidak ada izin dan melanggar Perda ya harus ditertibkan,” katanya, Minggu (12/2/2017).

Sekcam Pinang, Nur Hidayatullah saat di konfirmasi membenarkan kalau panti pijat yang berada di kawasan bisnis itu tidak memiliki izin surat keterangan domisili usaha (SKDU) dari Kecamatan Pinang.” Mereka ingin perpanjangan SKDU. Saya tanya ke staf berkasnya sudah disobek dan tidak kami tandatangani,” katanya. Sekcam yang baru menjabat beberapa bulan itu juga mengaku tidak mengetahui keberadaan panti pijat yang telah beroperasi puluhan tahun lalu tersebut. Meski diduga tak mengantongi izin namun pihak Kecamatan Pinang belum melakukan tindakan atas beroperasinya panti pijat yang diduga tak berizin itu. Sementara berdasarkan informasi bahwa usaha refleksi panti pijat atas nama PT. Multi Graha Persada diketahui telah 15 tahun beroperasi dan mempekerjakan enam orang terapis wanita. (lla)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.